
“Enggak.”
“Lalu kok kamu diam saja, ada masalah apa?” John melirik ke Lina.
Dia terlihat ada sedikit rasa bosan.
Tapi dia juga tidak begitu jelas, hanya merasa badannya lumayan berat, dan kepalanya sangat pusing.
“Kalau ngantuk, nanti sampai rumah baru tidur, tidur di mobil bisa flu.”
“Iya.” Suaranya sangat rendah.
Kehidupan Eric belakangan ini sangat sibuk, perusahaan dia sendiri sudah tidak begitu dia pedulikan, tiap hari dia bekerja di perusahaan bobrok itu.
Dia memikirkan segala cara untuk menolong pabrik obat ini, demi itu, dia juga melihat banyak buku tentang obat.
Seperti seorang murid yang ingin belajar terus.
Ketika Guru Dong dan Eric berteman di wechat, awalnya Guru Dong tidak chat kepadanya, menunggu Eric yang chat duluan.
Tapi karena Eric sangat sibuk belakangan ini, dan juga dia tidak tertarik dengan Guru Dong, jadinya dia tidak pernah chat.
Guru Dong lalu mencari tahu tentang Eric, semakin dicari tahu semakin suka.
Jujur, banyak wanita baik, yang suka pria yang sedikit jahat.
Dabria dari awal adalah jenis wanita yang tenang baik dan lemah lembut, tapi dia malah sukanya dengan yang pria nakal, malah sedikit mata keranjang.
__ADS_1
Apalagi keluarga Xie adalah keluarga kaya, banyak wanita yang bermimpi ingin masuk ke keluarga kaya ini.
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya Dabria sudah tidak bisa menahannya, dia lalu membuka wechat dan mengirimkan pesan ke Eric
Dabria: Halo, aku sering mendengar Katie bercerita tentangmu, dia bilang kamu ada orang yang sangat baik.
Eric: jangan dengarin kata-kata keponakanku, aku orang seperti apa, dia paling jelas.
Dabria: kamu sering merendah diri begini kah? Lucu juga
Eric: merendah? Enggak, enggak ada, yang aku bilang adalah fakta semua.
Dabria: sekarang lagi apa, sibuk?
Eric: Iya, sibuk.
Tapi karena sudah terkirim, dia terpaksa dengan sopan menyelesaikan chatnya.
Dabria: kalau gitu, kamu sibuk duluan saja, aku gak ganggu lagi.
Eric sangat sibuk, dia bahkan tidak membalas chat dari guru tadi.
Tapi, kalau ini chat dari Lina, beda lagi ceritanya.
Malam hari, jam 11, villa spring mansion.
Rika dan Ella selesai berberes dan mau beristirahat, John sedang lembur di ruang kerjannya, sedang meeting dengan beberapa direksi luar kota via videocall.
__ADS_1
Dan setelah pulang dari rumah orang tua John, Lina merasa gak enak, dia langsung tidur ke kamar.
Ketika dia tidur, dia bermimpi sesuatu yang sangat aneh.
Di dalam mimpi, dia terbaring di sebuah ranjang batu yang sangat dingin, dia memakai baju merah, auranya sangat mistis.
Di telinganya terdengar beberapa percakapan beberapa orang asing.
“Ketua adat, dia kapan bisa sadar?”
“Ini susah dibilang, harus lihat dia sendiri, aku sudah berusaha, sepertinya kemampuan dia masih terlalu rendah, gak bisa merasakan panggilan kita, hanya bisa menunggu nasib.”
“Ada cara lain kah? Kita gak bisa menunggu lebih lama lagi, orang suku kita membutuhkannya.”
“Kecuali dia bisa membunuh dirinya sendiri.”
Bunuh diri, bunuh diri, bunuh diri.
Suara seperti iblis itu terus berdengung di telingannya, Lina merasa dia yang berada di mimpi itu mengambil sebilah pisau, dan menusuk ke dadanya sendiri.
Setelah itu, terdengar suara teriakan yang begitu menyakitkan.
Dia tersadar dari mimpinya, matanya terlihat sangat panik dan takut….
Mendengar suara teriakan itu, John dengan cepat berlari masuk, dia melihat Lina yang duduk di ranjangnya, dengan muka pucat.
“Lina.” Dia dengan lembut memanggil namanya.
__ADS_1