Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 100


__ADS_3

Orang tua Kimora langsung menghampiri Kimora dan memeluk nya, Kimora tidak mau membuka tangan yang menutupi wajahnya.


"Nak, kamu kenapa sayang kamu takut apa,? ini di rumah kamu sayang, ini kamar kamu nggak usah takut lagi."


Rossa mencoba menenangkan perasaan anaknya tersebut, suaminya pergi untuk mengambil segelas air putih untuk Kimora.


Di saat hendak mengambil minum terdengar suara ketukan pintu, Ayah kimora langsung menghampiri dan membuka pintu tersebut. Ternyata Dokter Alena yang datang.


"Syukur lah Dokter datang ke sini kasihan Kimora dia histeris kembali."


Mendengar perkataan tersebut Alena langsung berlari menuju ke kamar Kimora, dia melihat Kimora menutup wajahnya dengan tangan yang bergetar.


Alena pun pelan-pelan menghampiri Kimora, dia mengelus rambut Kimora dengan lembut.


"Kimora aku Alena teman baik kamu, kamu kenapa menutup wajah kamu seperti itu, ada apa,? apa yang kamu lihat. Ayoo ceritakan pelan-pelan saja yaa. sekarang buka mata kamu dan genggam erat tangan aku."


Kimora menuruti perintah yang di berikan Alena, dia membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya, dan memegang erat tangan Alena.


Tangan nya begitu dingin dan masih bergetar.

__ADS_1


"Akuuu,,, takut di kasur ituuuuu akuuu takut sekali."


Kimora melirikan mata nya ke tempat tidur nya yang berspreai putih itu.


"Kenapa dengan tempat tidur itu Kimora,? di sana kosong hanya ada guling dan bantal saja tidak ada apa-apa."


Ayah Kimora menghampiri Kimora sambil membawa minuman untuk nya.


"Sekarang, minum dulu yaa di bantu sama ibu."


Tangan Kimora masih dingin dan sangat bergetar, keringat dingin keluar di hampir seluruh badan nya.


"Apa kamu tidak suka dengan warna sprei itu, dan mau di ganti warna nya saja jadi warna pink seperti yang kamu suka."


Alena pun membujuk Kimora untuk keluar dari kamar nya, dan duduk di luar rumah supaya lebih segar menghirup udara bebas.


Tangan kimora masih saja mengengam tangan Alena dia masih saja merasa ketakutan sekali.


Alena terus memperhatikan Kimora, sampai dia ingat apa saja yang dia lihat di kamar kosong tersebut.

__ADS_1


Alena langsung paham apa yang membuat Kimora ketakutan di dalam kamar nya, warna sprei berenda yang hampir mirip dengan yang ada di kamar kosong di rumah Genzy.


Hanya saja di sana di tutupi oleh kelambu transparan warna putih.


"Kamu tidak suka warna sperai itu yaa,? mengingat kembali pada kejadian itu. Yasudah nanti sprei nya di ganti yaa."


Kimora hanya menggangukan kepalanya dan menunduk. Alena sungguh tidak tega melihat Kimora seperti ini terus-menerus, dia ingin sahabat baik nya kembali normal lagi.


Alena memandangi wajah Kimora yang pucat sambil meneteskan air mata nya.


"Kamu harus kuat yaa Kimora, kamu harus sembuh yaa ada Tiara yang menunggu kamu di Apartemen aku, dia butuh kasih sayang kamu Kimora."


Alena memeluk erat tubuh Kimora yang masih merasakan ketakutan.


"Kimora, kamu itu adalah seorang Dokter Specialis kandungan loh, sama kaya aku nanti kalau kamu sembuh kita kerja bareng lagi yaa, nanti kamu bisa menolong ibu dan bayi nya yang berjuang melahirkan."


Mendengar perkataan Alena, Kimora mengangkatkan kepalanya dia memandangi wajah Alena sambil tersenyum.


"Dokter, aku adalah seorang Dokter".

__ADS_1


Kimora mulai bisa tersenyum tipis dengan tatapan mata yang kosong.


__ADS_2