
Jika sakit yang pertama karena kehilangan Papa nya dan menantu kesayangan Ayana dan bisa langsung sembuh karena kehadiran Kimora di dalam keluarga mereka.
Genzy pun langsung berpikir jika kehadiran Putri Kimora, anak kandung nya yang bisa membuat Mama nya kembali normal seperti dulu.
Mama Sarrah mulai memperhatikan wajah Genzy putra nya, dia beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Genzy.
Mama Sarrah memandangi wajah Genzy dengan mata yang berkaca-kaca dan meneteskan air mata nya.
Genzy pun hanya terdiam menahan rasa haru nya ketika Mama nya memandangin wajah dengan penuh air mata.
"Genzy, anak kuuuuuu."
Ucap Mama Sarrah dengan suara yang bergetar dan langsung memeluk erat Genzy.
Keesokan hari nya Putri Kimora begitu sangat bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah tidak seperti biasa nya.
"Ayoooo Sus, kita harus cepat-cepat berangkat ke sekolah. Aku udah tidak sabar untuk bisa belajar ke sekolah."
Sikap Putri Kimora yang tidak seperti biasa nya membuat Kimora dan Suster Diana merasa keheranan sekali.
"Sayaaaaang, anak ibu yang cantik semangat sekali sekolah nya. Memang nya Putri mau jadi apa kalau sudah besar nanti."
Putri Kimora menghampiri Ibu nya dan duduk di pangkuan Ibu nya.
"Aku ingin menjadi seorang Guru, aku nggak mau jadi Dokter seperti Ibu. Aku takut sekali di rumah sakit banyak sekali yang seram-seram aku takut."
Kimora pun langsung memeluk erat tubuh mungil Putri nya tersebut sambil mengecup pipi gemas nya.
"Sayang di semua tempat itu pasti ada dan ibu yakin sekali, semakin kamu dewasa pun kamu akan bisa menyesuaikan diri kamu dengan hal-hal mistis sebagai itu."
Suster Diana membuat bekal untuk Putri Kimora, untuk bisa di makan di dalam mobil.
"Ayooo sayaaaaang kita berangkat sekarang, roti nya sudah Suster Diana masuk ke tempat jadi bisa di makan di mobil."
Putri Kimora pun langsung turun dari pangkuan Kimora dia langsung berlari menghampiri Suster Diana.
"Ibu Kimora Dokter yang cantik, aku pergi ke sekolah dulu yah."
Putri Kimora melambaikan tangan nya kepada Kimora dan langsung pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
Tapi perasaan Kimora merasa sangat aneh tidak seperti biasa, seperti akan terjadi sesuatu dengan Putri Kimora.
"Kenapa perasaan kuu seperti ini yah, Putri Kimora tidak seperti biasa nya. Dia seperti sangat gembira sekali seperti akan bertemu dengan seseorang, semoga saja ini hanya perasaan kuu saja. Semoga Putri Kimora baik-baik saja."
Melihat Putri sudah pergi, Kimora pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit.
***
Di perjalanan Putri Kimora dengan lahap nya memakan bekal yang di buatkan oleh Suster Diana.
"Kamu hari ini bergembira sekali sayang, memang ada apa sih di sekolah."
Suster Diana pun di buat penasaran dengan sikap Putri Kimora yang tidak seperti biasa nya.
"Aku juga tidak tahu Suster, aku merasa sangat bahagia sekali hari ini."
Suster Diana hanya tersenyum saja dan memberhentikan mobilnya di depan gerbang sekolah.
"Kamu hati-hati yaa sayang, semangat terus belajar nya dan jadi anak yang pintar."
Suster Diana memeluk dan mencium kening Putri Kimora sebelum masuk ke dalam kelas.
Putri Kimora masuk ke dalam kelas bersama dengan teman-temannya.
Suster Diana duduk di tempat biasa dia menunggu Putri Kimora tapi pandangan mata nya terus saja melihat Apartemen tersebut.
Dia melihat jam di handphone nya, masih ada waktu ada waktu dua jam lagi Putri Kimora pulang sekolah.
Suster Diana akhirnya mengambil keputusan untuk pergi ke Apartemen tersebut melihat kondisi Aleena sekarang seperti apa.
"Dari pada aku penasaran lebih baik aku pergi sekarang juga ke Apartemen itu."
Suster Diana beranjak dari tempat duduk nya dan di langsung masuk ke dalam mobil nya menuju ke Apartemen tersebut.
Suster Diana berada di lantai dasar dan menuju ke lantai tiga dia pun sebenarnya sangat gugup sekali ketika harus kembali ke Apartemen tersebut.
Akhirnya Suster Diana berada di depan Apartemen Aleena dan dia langsung melirikan mata nya kepada Apartemen Sarrah.
"Yaa Tuhan, itu adalah Apartemen milik Bu Sarrah. Dia sangat baik sekali aku pun sangat merindukan sekali dia, bagaimana yah kondisi nya sekarang. Karena banyak sekali kenangan di sana."
__ADS_1
Suster Diana masih belum berani untuk menekan tombol bell yang ada di hadapannya, dia merasa sangat binggung sekali apakah dia harus masuk ke dalam atau kembali ke sekolah.
Suster Diana pun memberanikan diri untuk menekan tombol bell yang ada di hadapannya, dia menekan tombol bell tersebut berkali-kali.
Dan Riana pun melihat melalui cctv melihat seorang wanita cantik yang ada di depan Apartemen nya.
Riana langsung berpikir jika wanita tersebut adalah Kimora dia langsung membuka pintu itu.
Suster Diana terkejut sekali dan dia terlihat sangat gugup sekali.
"Hmmmmm, selamat siang Buu perkenalkan saya Diana. Saya teman masalalu Dokter Alena dan dulu saya adalah seorang Suster di Rumah Sakit Sejahtera sama seperti Aleena."
Mendengar perkataan itu Riana pun langsung mengajak Suster Diana untuk masuk dan duduk.
"Silahkan duduk Suster Diana, saya mau menyimpan minuman dulu yah."
Suster Diana hanya tersenyum dan langsung di tinggalkan oleh Riana ke dapur.
Mata Suster Diana melirik ke kanan dan kiri mencari keberadaan Alena di mana.
Suster Diana pun langsung beranjak dari tempat duduk nya dia menghampiri kamar yang dulu di tempati oleh dirinya dan Putri Kimora.
Suster Diana mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut tapi dia pun memilih untuk menghentikan nya karena sangat tidak sopan sekali dia lancang untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
Akhirnya Suster Diana kembali ke tempat duduk nya dan menunggu kedatangan Riana yang sedang membuatkan nya minuman.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Riana pun membawa kan minuman tersebut untuk Suster Diana.
"Silahkan di minum, perkenalkan saya Riana saya adalah Mama nya Aleena Renita."
Suster Diana pun langsung meminum nya dan mulai ingin bertanya mengenai Aleena.
"Buu, bagaimana sekarang kondisi Aleena. Saya sudah sangat lama sekali tidak bertemu setelah sebelumnya saya tahu jika Aleena mengalami despresi di saat dia sedang hamil muda."
Riana pun langsung berdiri dan menarik tangan Suster Diana berjalan menuju ke kamar yang dulu di pakai nya dengan Putri Kimora.
Riana membuka pintu kamar tersebut dan ternyata Aleena sedang duduk bersender di tempat tidur sambil melamun dengan tatapan mata yang kosong.
Suster Diana merasa tidak tega sekali ketika melihat kondisi Aleena sekarang dia merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi sekarang.
__ADS_1