
Kimora yang tertidur pulas pun seketika terbangun dari tidur nya, dia membuka perlahan mata nya dan melihat Mama Sarrah sedang menangis di hadapan nya.
Kimora pun langsung terbangun dan memegang tangan Mama Sarrah, dia masih bisa tersenyum tipis sambil memandangi wajah Mama Sarrah.
"Kenapa Mama menangis,? Mama kenapa ceritakan semuanya sama aku."
Mama Sarrah langsung memeluk erat tubuh Kimora, dia menangis kencang di pelukan Kimora.
Kimora merasa kebingungan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama Sarrah, Kimora seketika berpikir jika Mama Sarrah sudah mengetahui semuanya.
"Mama,,,,,Mama kenapa menangis seperti ini, ayo ceritakan semuanya sama aku."
Mama Sarrah terlepas dari pelukan erat nya, dia memandangi wajah Kimora dan mencium kening nya.
"Sayaaaaang, Mama sudah tahu nak jika Dokter Alena adalah orang ke tiga diantara kamu dan Genzy, dan sekarang Mama mengerti dengan sikap kamu yang serasa sangat aneh dengan Dokter Alena. Kenapa kamu menutupi nya sayang kenapa kamu memendam nya."
__ADS_1
Kimora pun merasa sudah saat nya dia mengatakan semuanya kepada Mama Sarrah.
"Aku dan Dokter Rian yang melihat sendiri perselingkuhan itu terjadi di kamar aku dan mas genzy tidur, dan aku seperti ini hanya ingin tahu sampai kapan mereka akan bertahan. Tapi ternyata Alena begitu sangat kuat dia tetap ingin bersama dengan Mas Genzy."
Mama Sarrah tidak melihat raut wajah penyesalan yang begitu dalam di wajah Kimora, dia terlihat sangat tegar sekali.
"Lalu bagaimana dengan sekarang, Dokter Alena bilang jika dia sedang mengandung anak dari Genzy dan dia meminta untuk pertanggung jawaban nya untuk bisa menikah dengan Genzy sedangkan kamu masih istri sah dari Genzy."
Kimora langsung terdiam mendengar perkataan jika Alena sampai bisa hamil, itu tandanya mereka melakukan atas dasar suka sama suka.
Seketika hati Kimora terasa di peras sakit hati yang sangat mendalam sekali, ketika sahabat sejati nya hamil dengan suaminya sendiri.
Kimora langsung beranjak dari tempat tidur nya dia langsung berlari dan berniat untuk pergi ke Apartemen Alena.
Mama Sarrah langsung menyusul Kimora yang berlari dengan cepat nya.
__ADS_1
"Yaa Tuhan, ada apa lagi ini yaa kasihan sekali Bu Kimora. Dokter Alena kenapa dia jahat sekali."
Suster Diana merasa sangat kesal sekali dengan sikap Dokter Alena, tapi dia pun harus lebih fokus untuk mengurus Putri Kimora.
Kimora dengan emosi langsung menekan tombol bell yang ada di depan pintu Apartemen Dokter Alena.
Kimora terlihat sangat emosional sekali, dan membuat Mama Sarrah sangat panik sekali. Mama Sarrah memilih langsung menghubungi Nomer handphone Genzy agar dia bisa segera datang ke Apartemen nya dan melihat semuanya.
Dokter Alena pun langsung membuka pintu Apartemen nya, karena dia merasa sangat terganggu dengan suara bell yang terus menerus berbunyi.
"Seperti nya itu adalah Genzy, dia datang untuk membicarakan tentang kehamilan aku dan rencana pernikahan kita."
Dokter Alena di buat sangat terkejut sekali ketika melihat Kimora yang ada di balik pintu nya tersebut.
Tatapan mata Kimora begitu sangat tajam sekali memandangin wajah Dokter Alena.
__ADS_1
"Ada apa kamu malam-malam begini datang ke Apartemen aku, ada apa Kimora."
Dokter Alena terlihat sangat ketakutan sekali ketika melihat tatapan mata Kimora