Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *319*


__ADS_3

"Biarkan dia tidur sebentar lagi dia pasti sangat cape sekali."


Alena membuka jendela kamar nya dia melihat sudah banyak murid-murid yang datang ke sekolah.


Alena pun langsung membalikkan badan nya dan melihat Putri Kimora yang masih tertidur pulas.


"Seharusnya hari ini Tiara sekolah tapi tidak apa-apa dia bolos satu hari, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama dengan nya."


Alena membersihkan bekas makanan dan minuman yang sudah di habiskan oleh Putri Kimora.


Dan Alena pun mengganti nya dengan makanan yang baru.


"Mommy pergi dulu yaa sayaaaaang, i love you."


Alena mengunci pintu kamar itu karena dia tidak mau kehilangan Putri Kimora.


Alena pun membuka pintu kamar Mama nya, dia melihat Mama yang sedang tertidur pulas di lantai.


Alena mengabaikan dia membersihkan makanan Mama nya dan mengganti dengan yang baru.


Riana pun merasa ada seseorang yang masuk ke dalam kamar tersebut, dia pun berpura-pura tidur ketika dia melihat Alena yang sedang fokus menata makanan di hadapan nya.


Rian pun merencanakan sesuatu agar Alena mau melepaskan nya.


"Hmmmmm, Alenaaaaa kamu sudah bangun pagi sekali sayaaaaang."


Alena pun langsung terkejut ketika mendengar suara Mama nya.


"Mama kamu jangan macam-macam sama aku, Mama jangan kabur dari kamar ini."


Alena langsung berlari menuju ke pintu keluar sambil memegang kunci kamar tersebut.


Riana tetap tenang dia tidak mau membuat Alena panik dan cemas.


"Tenang saja Alena, Mama tidak akan kabur dari kamar ini Koo."


Alena tidak percaya dengan ucapan Mama nya tersebut dia langsung menutup rapat pintu kamar itu dan mengunci nya.


Riana pun harus bisa meyakinkan kepada Alena jika dirinya akan membantu Alena.


"Aku harus bisa membuat Alena percaya jika aku ini akan mendukung nya, dan aku pun juga harus bisa menyelamatkan anak tersebut. Kasihan sekali dia pasti sangat merindukan Ibu nya, Yaa Tuhan Alena 5 tahun kamu di Rumah Sakit Jiwa tapi tidak ada perubahan dan Mama akhirnya membawa kamu untuk di rawat di rumah saja tapi ternyata kamu malah seperti Naak. Kasihan sekali anak tidak berdosa itu."

__ADS_1


Riana memikirkan cara bagaimana dia bisa keluar dari kamar nya ini dan menyelamatkan Putri Kimora.


Putri Kimora terbangun dari tidur nya dia melihat kamar yang sudah sangat rapi sekali dan makanan dan minuman yang baru.


"Dia sudah masuk ke dalam kamar ini ternyata, dia juga memberikan aku sarapan pagi."


Putri Kimora pun turun dari tempat tidurnya dia berjalan menuju ke jendela kamar nya itu, dia melihat sudah banyak sekali yang datang ke sekolah.


Putri Kimora melamun sambil memandangi murid-murid yang masuk ke dalam gerbang sekolah.


"Aku juga ingin sekolah sekarang, tapi aku masih di kurung di kamar ini. Yaa Tuhan tolong aku, aku ingin pulang aku ingin sekolah juga bermain bersama dengan teman-teman kuu di dalam kelas."


Putri Kimora pun kembali melamum di balik jendela itu.


Kimora dan Suster Diana yang bermalam di Apartemen Mama Sarrah pun pagi hari nya mereka berdua mencari kembali keberadaan Putri Kimora.


Tatapan Suster Diana terus saja memandangi Apartemen Alena yang terlihat kosong tapi mencurigakan sekali.


Suster Diana pun menekan tombol bell berkali-kali sambil berteriak-teriak.


"Putri Kimora, sayaaaaang. Apakah kamu berada di dalam sanaaaaaa. Alenaaaaa buka kan pintu ini cepaaaattt !!!."


"Sudah bukan nya mereka tidak ada di dalam mereka sedang pergi lebih baik sekarang kita cari di sekolah nya saja, siapa tahu Putri ikut pulang bersama salah satu teman nya."


Genzy menghampiri Kimora dan Suster Diana.


"Polisi sekarang sudah mulai mencari keberadaan Putri, dan ini sekarang kita bagikan foto Putri Kimora. Kita tempel kan ke tempat tertentu."


Genzy memberikan foto-foto Putri Kimora kepada Suster Diana dan Kimora.


Suster Diana hanya terdiam melihat foto cantik Putri Kimora di kertas tersebut.


"Aku yakin sekali Alena yang menculik Putri Kimora, aku sangat yakin sekali ini adalah perbuatan dia."


Suster Diana pun langsung berjalan duluan untuk mencoba memberikan kertas tersebut kepada orang-orang.


Genzy pun merasa jika Alena yang menculik Putri Kimora tapi mereka tidak mempunyai bukti-bukti nya.


"Bagaimana kalau kita meminta melihat CCTV, kita bisa melihat semua nya kan."


Kimora mendekati Genzy untuk merespon rencana nya tersebut.

__ADS_1


"Kita bagikan dulu saja foto-foto Putri Kimora kepada banyak orang setelah itu baru kita meminta untuk melihat CCTV Apartemen ini. Tapi bukan kah keadaan Alena sedang pergi bukan berada di dalam Apartemen."


Kimora pun hanya terdiam dan dia memilih untuk meninggalkan Genzy pergi untuk mencari Putri Kimora.


Suster Diana dan Kimora mulai membagikan foto-foto Putri Kimora kepada semua orang yang ada di sekitar Apartemen tersebut.


Berita kehilangan Putri Kimora di saat jam pulang sekolah pun membuat teman-teman dan guru-guru menjadi sangat sedih sekali.


Mereka pun mencoba juga untuk mencari keberadaan Putri Kimora.


Putri Kimora yang melihat banyak nya orang-orang dari jendela kamar nya pun merasa sangat sedih sekali.


"Aku ingin sekolah, aku ingin bisa bersama dengan Ibu. Buuuuuuu ke sini buuuu selamat kan aku buuuuu."


Alena membuka pintu kamar nya dia melihat Putri Kimora yang sedang berdiri di depan jendela kamar nya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sana Tiara, kamu sedang apa."


Alena menghampiri Putri Kimora dia melihat Putri Kimora yang sedang memandangi sekolah nya dan teman-teman nya.


"Kamu ingin sekolah lagi yaa,? nanti yaa jika Papa kamu mau menikah dengan Mommy maka kamu akan sekolah kembali."


Putri Kimora langsung memandangi wajah Alena.


"Ibu kuu adalah Ibu Kimora Letica dan Papa Genzy, tidak mungkin kamu menjadi pengganti Ibu kuuu kamu tidak pantas menjadi Ibu kuu karena kamu itu adalah orang jahat tidak seperti Ibu kuu dia sangat baik sekali."


Alena pun langsung menarik tangan Putri Kimora dengan sangat kasar sekali.


Mereka pun saling bertatapan mata dengan begitu sangat dekat sekali.


"Ibu kamu itu telah mengambil kebahagiaan kuu, dia yang jahat bukan akuu mengerti."


Alena pun melepaskan genggaman tangan nya dia memilih untuk pergi kamar tersebut.


"Jika kamu adalah orang baik kenapa kamu mengurung aku di sini, kamu membuat aku sedih karena aku tidak bisa bertemu dengan keluarga kuu."


Alena mengabaikan perkataan Putri Kimora, dia menutup rapat pintu kamar tersebut dan tidak lupa untuk mengunci nya.


"Aku harus menikah dengan Genzy, pokoknya Genzy harus menjadi milik kuuuu selama nya."


com

__ADS_1


__ADS_2