
Dokter Alena terlihat sangat lemas dan tidak berdaya di tempat tidur, dia selalu mengingat kembali kejadian semalam itu dan mengingat foto Ayana yang ada di kamar nya.
Suster Diana begitu sangat setia menunggu Dokter Alena di Rumah Sakit.
"Dokter, kenapa harus ada foto Almarhumah istri pak Genzy di dalam kamar, itu foto istri pak Genzy begitu sangat mirip dengan Ibu Kimora. Kenapa dia menghianati Ibu Kimora padahal dia juga sangat cantik sekali seperti Almarhumah istri Ayana."
Alena pun merasa sangat terpojokkan, bagaimana jika Suster Diana tahu jika Genzy seperti ini kepada Kimora karena sedang menjalani hubungan terlarang dengan nya sekarang.
"Aku sangat tidak mengerti apa yang ada di pikiran lelaki itu, Ibu Kimora begitu sangat baik sekali dan mau tinggal bersama nya di rumah yang masih banyak meninggalkan bayangan-bayangan tentang mantan istrinya."
Wajah Suster Diana kelihatan begitu sangat kesal sekali, dan membuat Alena sangat ketakutan hubungan terlarang nya ketahuan.
"Suster Diana, bagaimana kalau ternyata Genzy memiliki perempuan lain di hati nya, yang lebih bisa membuat nya menjadi lebih nyaman dan lebih-lebih dari Kimora."
Dokter Alena sangat ingin tahu bagaimana respon dari Suster Diana.
"Tidak ada yang lebih baik dari Ibu Kimora, dia istri yang mau mempertaruhkan nyawa nya, sudah lah Dokter Alena. Ibu Kimora sudah sangat menderita sekali jangan berpikir yang seperti itu."
Alena pun langsung terdiam dia tahu ternyata Suster Diana begitu sangat menyanyi Kimora.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian Kimora dan Sarrah berserta Tiara datang untuk menemui Alena.
Suster Diana langsung mengambil Tiara dia begitu sangat merindukan sekali Tiara.
Kimora menghampiri Alena dan dia menatap tajam mata Alena.
Seketika Alena seperti sangat ketakutan sekali dan sangat gelisah.
Sarrah yang melihat tingkah laku Alena pun langsung merasa ada yang aneh diantara mereka berdua.
Kimora pun semakin menghampiri Alena dan tersenyum sinis.
"Apakah kamu takut mati,?"
Sarrah menarik tangan Kimora agar berjauhan dengan Alena.
"Ayoo naak kemarilah, seperti nya Dokter Alena ingin beristirahat yaa."
Alena begitu sangat panik sekali dan bahkan dia meminta Suster Diana untuk pulang saja, Karena hari ini akan ada sodara nya yang akan menemani nya.
__ADS_1
Kimora seketika terdiam mendengar perkataan Alena dia semakin membenci Alena tampa alasan.
"Yasudah, Dokter Alena kamu lekas sembuh yaa dan jangan terlalu banyak pikiran negatif."
Ucap Sarrah kepada Alena sambil pergi berpamitan pulang, Kimora terus memandangi wajah Alena yang semakin pucat pasih.
Kimora seakan tidak mau pergi dari Rumah Sakit tersebut, dia seperti ini berlama-lama di sana.
"Aku tidak mau pergi, aku ingin di sini,"
Ucap Kimora sambil memandangi Alena.
"Nanti besok kita ke sini lagi yaa, sekarang waktunya kita pulang sayang."
Sarrah memaksa Kimora untuk pergi dari ruangan tersebut, dan membuat Kimora terpaksa untuk mengikuti keinginan Sarrah.
Kimora terus memandangi wajah Alena, sampai pintu ruangan itu tertutup rapat.
Kimora seperti sedang memikirkan sesuatu yang akan terjadi, hatinya tiba-tiba merasa sangat sakit sekali.
__ADS_1
Kimora pun sampai mengeluarkan air mata nya secara tiba-tiba dan langsung menghapus sendiri.
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobilnya untuk segera pulang.