
Tak lama setelah genzy pergi meninggalkan mama sarrah.
Orang tua Kimora datang ke rumah sakit dan bertemu dengan genzy.
"Genzy di mana Kimora ? kenapa Kimora bisa masuk ke rumah sakit ?"
Tanya ibu kimora dengan wajah yang sangat hawatir.
"Kimora terjatuh dan mengalami pendarahan".
Orang tua Kimora lemas mendengar ucapan genzy tersebut.
"Tapi kimora tidak apa-apa kan ??? dia dan kandungan baik-baik saja kan ???
Tanya ayah kimora kepada genzy.
"Kimora dan kandungan nya baik-baik saja.tapi kimora harus banyak beristirahat dan di rawat beberapa hari".
"Alhamdulillah,anak kita dan kandungan tidak apa-apa bu".
"Iya ayah Alhamdulillah, yasudah kalau begitu cepat antar kami ke ruangan Kimora".
"Baik bu, ayo ikuti saya".
Genzy bersama orangtua Kimora berjalan menuju ruang rawat kimora.
Sampai di depan pintu kamar ruangan Kimora di rawat genzy langsung meminta ijin untuk pergi.
"Ayah ibu saya pamit dulu yah".
"Loh kamu mau kemana genzy"
Ucap ibu rossa kepada genzy.
"Maaf yaa bu Rossa dan pak Dimas seperti nya Kimora hanya ingin bertemu dengan orangtua nya saja dia belum mau bertemu dengan saya dan genzy".
__ADS_1
Jawab mama sarrah.
"Memang ada apa ini sebenarnya yang terjadi kenapa jadi begini ?".
Ibu rossa sedikit sangat emosi karena Kimora tidak mau bertemu dengan ibu mertua dan suaminya sendiri.
"Sudah bu lebih baik sekarang kita melihat dulu kondisi anak kita di dalam.terimakasih nak genzy dan ibu sarrah sudah membawa kimora ke rumah sakit ini".
Suasana se akan menjadi sangat canggung.
"Kalau begitu saya dan genzy pamit pulang titip salam untuk kimora semoga lekas membaik".
Mama sarrah dan genzy mimilih untuk pulang
ke rumah saja dan menunggu kabar di rumah saja karena tau kimora tidak mungkin ingin bertemu dengan mereka berdua.
"Iya bu sarrah dan nak genzy hati-hati di jalan nya".
"Iya terimakasih pak Dimas atas perhatiannya".
Melihat kondisi Kimora yang sangat lemas ibu Rossa langsung memeluk kimora.
"Nak,kamu baik-baik saja kan nak ? kamu tidak apa-apa bagaimana dengan kandungan kamu ?".
Kimora mencoba menahan air mata.
"Ayah , ibu ada baik-baik saja dan kandungan ku juga Alhamdulillah sangat kuat sekali tapi aku harus banyak beristirahat dulu".
Kimora memegang erat tangan ibunya.
"Ada apa sebenarnya ini kenapa kamu bisa terjatuh ? apa kamu di ulah suami mu ?.
Ibu rossa sangat emosional tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Sabar bu sabar biar kimora yang menjelaskan semuanya apa yang sebenarnya terjadi".
__ADS_1
Kimora terdiam seperti nya dia tidak akan jujur saja kepada orang tua nya.
"ini salah aku bu aku yang tidak hati-hati tidak bisa menjaga dengan baik kandungan ku ini aku minta maaf membuat ayah dan ibu menjadi hawatir dengan aku"
tapi ibu rossa tidak percaya dengan ucapan Kimora dan menyangka kalau Kimora hanya berbohong.
"Kamu jangan berbohong kepada ibu dan ayah cerita kan saja semuanya kepada kami".
Kimora terdiam dan hanya menundukkan kepalanya.
Tapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Iya silahkan masuk".
Ucap Kimora se akan mengalihkan suasana dari pertanyaan ibu nya.
Ternyata dokter alena yang datang untuk memeriksa Kimora.
"Oh, sudah ada ibu dan ayah di sini"
Alena langsung menghampiri orang tua Kimora dan bersalaman dengan mereka.
"Perkenalkan saya Alena Renita dokter yang menangani Kimora dan juga teman dekat Kimora di saat dulu Kimora pertama kali praktek".
"Wah, kebetulan sekali dokter bagaimana cara kondisi anak saya".
Ibu rossa lebih memilih menanyakan langsung kepada dokter itu.
"Kondisi Kimora mulai sangat membaik tapi kimora harus banyak beristirahat dan jangan sampai setres karena akan terpengaruh dengan tumbuh kembang janin na nanti".
rossa lebih memilih untuk banyak bertanya kepada alena karena pasti Kimora bercerita jujur kepada teman nya itu.
"Dok boleh saya nanti berbicara khusus dengan dokter hanya berdua saja".
Ibu rossa meminta dokter untuk berbicara di luar ruangan.
__ADS_1
Kimora mulai was-was takut semua yang dia ceritakan kepada alena di bicara kan semuanya kepada ibunya..