
Selesai membersihkan tangan Putri Kimora, Genzy pun langsung mengendong Putri Kimora untuk menuju ke dalam mobil nya.
"Tapi di dalam ruangan itu ada wanita loh Pap, dia memakai baju putih seperti pengantin wajah nya sangat pucat sekali Pap dia seperti nya sangat sedih sekali berada di dalam ruangan itu."
Genzy tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Putri Kimora, tidak ada satu pun wanita yang ada di dalam rumah nya.
Semenjak mereka pindah rumah yang menjaga rumah tersebut adalah semuanya lelaki
Genzy pun langsung melamun seketika ketika mendengar perkataan dari Putri Kimora.
Melihat Papa nya yang seperti kebingungan Putri Kimora pun mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
"Papa ini rumah siapa Pap,? rumah ini sangat mewah sekali Pap. Apakah ini adalah rumah Papa juga?."
Genzy merasa sudah seharusnya Putri Kimora mengetahui nya tentang rumah ini.
"Ini adalah rumah Papa dan Ibu setelah menikah dan sampai Ibu hamil 8 bulan kamu sayaaaaang."
Putri Kimora terus saja memperhatikan rumah tersebut walaupun hanya dari luar.
"Papa di kamar itu juga wanita itu sering sekali berdiri di depan jendela kamar itu, wanita itu sering sekali memandangi yang ada di sekitarnya."
Seketika Genzy di buat terdiam mendengar perkataan dari Putri nya tersebut.
Genzy merasa ada keanehan yang di miliki oleh Putri Kimora.
"Ayoo Pap kita pulang sekarang juga yaa, kasihan Ibu menunggu aku pulang."
Genzy pun langsung membawa Putri Kimora pulang, dan pandangan mata Putri Kimora tertuju pada kamar tersebut.
Kamar yang pernah di pakai tidur oleh Ibu nya dan Alena.
Wanita bergaun putih tersebut melambaikan tangan nya kepada Putri Kimora sambil tersenyum.
Putri Kimora langsung terkejut sekali ketika melihat wanita yang sering dia lihat bersedih sekarang bisa tersenyum manis kepada nya.
Putri Kimora melambaikan tangan nya dan juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Genzy merasa tidak nyaman sekali ketika dia melihat sikap Putri Kimora.
Dia melambaikan tangan nya dan mata tertuju pada kamar yang jelas-jelas kosong tidak ada siapapun.
Tapi Genzy pun langsung terkejut ketika melihat jendela kamar tersebut yang tiba-tiba saja terbuka lebar.
"Putri Kimora, apakah kamu baik-baik saja sayaaaaang. Apa kamu sedang demam sampai kamu berhalusinasi seperti itu."
Genzy memegang kening Putri Kimora yang tidak demam sama sekali, Genzy pun berpikir sejenak jika mungkin Putri Kimora sedang berhalusinasi seperti selayaknya anak di usia nya.
Genzy kembali memegang ke dua tangan Putri Kimora, dia kembali memastikan jika tidak ada luka di tangan Putri nya tersebut.
"Papa, apakah Tante Alena pun pernah tidur di kamar itu. Kamar itu di tidurkan oleh banyak wanita dan mungkin dia merasa sangat marah sekali."
"Sayaaaaang, akhirnya kita sudah sampai di Apartemen kamu tadi Ibu Kimora mengirimkan alamat Apartemen kamu dan akhirnya Papa sekarang tahu Apartemen kamu di mana."
Genzy pun sangat bahagia sekali dia pun langsung masuk ke dalam lift bersama dengan Putri Kimora.
"Semoga saja Ibu sudah datang yaa Papa karena Papa pasti ingin bertemu dengan Ibu Kimora yang cantik."
Genzy menekan tombol bell yang ada di hadapan nya, dan ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Kimora.
Seketika Genzy pun langsung tersenyum ketika melihat Kimora yang baru selesai mandi.
"Ibuuuuuuu, aku pulang yeeeee. Wah ibu baru habis mandi yaa ibu harum sekali bunga-bunga dan ibu terlihat sangat cantik sekali."
Kimora pun langsung tersenyum kepada Genzy yang mau mengantarkan Putri Kimora semua pikiran negatif Kimora seketika hilang.
Putri Kimora langsung berlari menuju ke kamar nya tanpa meminta izin kepada Genzy.
"Terimakasih banyak yaa Mas Genzy, sudah sesuai perjanjian. Dan Putri Kimora pulang dengan keadaan sehat dan seperti nya dia sangat bahagia sekali."
Genzy merasa sangat senang sekali ketika Kimora bisa menghapus kan pikiran negatif kepada dirinya.
"Kimora kalau begitu saya permisi pulang dulu yaa, pokoknya kamu tidak harus hawatir dengan persiapan ulang tahun Putri Kimora semuanya saya yang menyiapkan kan kamu tidak harus cape-cape memikirkan dekorasi dan yang lain-lain nya yaa."
Genzy pun langsung pergi dari Apartemen Kimora dia pulang kembali ke Apartemen nya.
__ADS_1
Genzy merasakan jatuh cinta kembali kepada Kimora, dia merasa jika dia bisa kembali mengambil hati Kimora untuk melanjutkan hubungan mereka.
"Kimora lihat saja suatu saat nanti kita bertiga akan hidup bahagia bersama selama nya, Aku yakin sekali itu Kimora. Karena Putri Kimora yang akan mempersatukan kembali cinta kita berdua."
Putri Kimora menghampiri Suster Diana, dia pun memandangi ke dua tangan nya.
Putri Kimora berdiam dalam langkah kaki nya pandangan terus fokus pada ke dua tangan nya tersebut.
Putri Kimora pun memejamkan mata nya dia seperti melihat sosok seorang ibu-ibu yang di paksa dan di masukkan ke suatu tempat yang sangat gelap sekali.
Suster Diana memperhatikan Putri Kimora, dan dia pun menepuk pundak Putri Kimora membuat Putri Kimora langsung membuka mata nya.
"Kamu kenapa sayang,? ayo ceritakan semuanya sama Suster Diana di dalam kamar."
Suster Diana membawa Putri Kimora ke dalam kamar nya, dia pun langsung menutup rapat pintu kamar nya.
Suster Diana tidak ingin Kimora mengetahui nya jika itu terlalu bahaya untuk di dengar oleh Kimora.
Putri Kimora melihat kembali ke dua telapak tangan nya,
Suster Diana pun memegang tangan Putri Kimora.
"Kamu kenapa,? kamu terluka tangan muu terluk?."
Suster Diana terus memperhatikan kedua tangan Putri Kimora.
"Tangan kuu tidak terluka Suster Diana tapi tangan kuu tiba-tiba berdarah ketika aku memegang gunting yang sama dengan di mimpi kuu itu Suster dan Papa pun langsung terkejut sekali melihat nya."
Suster Diana merasa sangat keanehan sekali ketika mendengar cerita dari Putri Kimora.
"Kamu di bawa ke sama Papa Genzy setelah kalian makan siang berdua, Suster Diana mengikuti kalian berdua dan langsung pergi ketika melihat kalian pergi makan siang berdua."
Suster Diana semakin hawatir sekali seperti nya Putri Kimora melihat sesuatu hal yang tidak kasat mata.
"Sudah makan aku pergi ke taman bermain dan aku membagikan bingkisan kepada banyak anak-anak setelah itu aku kelelahan sekali dan aku di suruh Papa Genzy untuk tidur di kursi belakang mobil dengan memeluk boneka Teddy bear putih yang besar sekali."
Suster Diana memegang kembali tangan mungil Putri Kimora, ketika Putri Kimora sedang mulai menceritakan kejadian yang terjadi sebenarnya.
__ADS_1