
Kimora meminta Dokter Rian untuk segera mengantarkan nya ke Apartemen nya.
"Terimakasih banyak Dokter Rian."
Kimora langsung berjalan menuju ke Apartemennya, tapi dia memilih untuk pergi ke Apartemen Alena.
Dia ingin membuat kesal Alena dengan ada nya dia di Apartemen nya, Kimora langsung masuk ke dalam dan melihat Suster Diana sedang mengajak main Putri nya.
Kimora mulai bersikap dingin kembali seperti biasanya, dia langsung duduk dan menyalakan televisi sambil memainkan remote tv nya.
Dan tiba-tiba saja Alena datang, melihat Alena datang Kimora tiba-tiba menambah volume suara televisi nya, seketika Alena yang baru saja datang merasa sangat terganggu dengan suara bising itu.
Alena yang sebelumnya memang sedang kesal karena sikap Genzy sekarang setibanya di rumah dia di tambah kesal oleh perlakuan Kimora.
Alena yang tidak bisa berbuat apa-apa pun memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.
"Semakin hari aku semakin di buat kesal oleh perlakuan nya, tapi tidak mungkin mengusir' dari Apartemen ini, aku harus berbuat baik agar ketika semua ketahuan mereka tidak membenci aku karena sikap ku yang terlalu baik dengan Kimora."
__ADS_1
Alena memasang headset di telinga nya dengan volume yang sangat keras dan langsung berisitirahat karena besok dia harus fresh dalam bertugas.
Setelah melihat Alena masuk ke dalam kamar nya, Kimora mematikan televisi nya dan pergi kembali ke Apartemen Mama Sarrah.
Suster Diana pun semakin yakin ada sesuatu diantara Kimora dan Alena.
Kimora masuk ke Apartemen Mama Sarrah dan dia pergi menghampiri Mama Sarrah yang sedang ada di kebun bunga-bunga nya.
Kimora duduk di samping Mama Sarrah sambil, membantu mengunting daun-daun yang sudah kuning.
"Bagaimana sayang, konsultasi mu bersama dengan Dokter Rian, kamu merasa lebih tenang perasaan nya,?"
"Hmmmmm, biasa saja dia berniat untuk membawa aku ke restoran tapi tidak jadi dan sekarang aku sangat lapar sekali."
Mama Sarrah pun langsung membuatkan makanan untuk Kimora.
"Kenapa Dokter Rian tidak jadi mengajak kamu makan sayaaaaang,? kasian sekali kamu pasti kelaparan sekali yaa."
__ADS_1
Mama Sarrah dengan sangat cepat membuatkan Kimora makanan.
"Karena di sana aku melihat sosok monster perempuan dan aku sangat ketakutan sekali."
Mendengar perkataan Kimora, Mama Sarrah berpikir itu adalah sebuah halusinasi Kimora saja dan tidak melanjutkan pertanyaan nya.
Kimora makan begitu sangat lahap nya, membuat Mama Sarrah sangat senang sekali melihat nya.
"Makan yang banyak yaa sayang, Mama masih mau membersihkan daun-daun yang sudah sangat tidak bagus."
Kimora memperhatikan Mama Sarrah yang begitu sangat menyayangi bunga-bunga begitu juga dengan Ayana yang sangat suka dengan mawar putih.
Kimora pun langsung berpikir jika jasad Alena masih ada di dalam peti mati itu, lalu yang ada di kubur dan bernama batu nisan Ayana Larasati itu jasad siapa, dan apakah jasad Almarhum Papa nya pun masih ada juga di dalam rumah itu.
Kimora seketika langsung terdiam dan merasa lagi ketakutan yang hebat, tangan Kimora langsung bergetar dia seperti sedang menggigil.
Gelas yang berisi air pun langsung terjatuh dan membuat Mama Sarrah sangat terkejut sekali dan langsung menghampiri Kimora.
__ADS_1
"Nakk, kamu kenapa sayang,?"
Mama Sarrah terlihat sangat panik sekali.