
"Karena jika Mama saya berada di Apartemen itu dia bisa mengingat kembali masa-masa indah dia sana. Karena tidak mungkin saya membawa Mama ke rumah yang dulu, dan mungkin juga ini adalah jalan saya untuk meminta maaf kepada Alena Renita."
Dokter Rian di buat sangat terkejut sekali ketika Bu Sarrah harus di pertemukan kembali dengan Aleena dan Apartemen tersebut juga berdekatan dengan Sekolah Putri Kimora. Jika Genzy mengetahui nya ini akan menjadi kesempatan Genzy untuk memilih tinggal bersama dengan Mama nya di Apartemen itu agar bisa selalu bertemu dengan Putri Kimora.
"Dokter Rian bisa kah membantu saya,? pertemuan kan Mama saya dengan Kimora Letica. Karena saya yakin sekali jika Kimora adalah yang akan membuat Mama seperti dulu kembali."
Dokter Rian langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali, dia membayangkan bagaimana jika Kimora sampai bertemu dengan Alenaa maka mereka ber tiga akan menjadi despresi semua nya.
"Tuan Genzy apakah anda baik-baik saja dengan ingin mempertemukan Kimora dan Aleena kembali hah,? yaa saya tahu maksud nya ini adalah pertemuan antara Kimora dan Bu Sarrah tapi jika sampai Kimora bertemu dengan Aleena dan sesuatu terjadi dengan Kimora bagaimana."
Dokter Rian mulai terbawa emosional sekali dia tidak habis pikir dengan apa yang sudah di rencanakan oleh Genzy.
Jika hal ini terjadi maka Alena pasti akan berbuat sesuatu kepada Kimora apalagi sekarang Alena yang sudah bertemu dengan Putri Kimora dia berhalusinasi jika Putri Kimora itu adalah anak kandung nya.
"Lebih baik di pikir kan terlebih dahulu dampak dari rencana ini semua nya, pikirkan juga keselamatan Kimora karena hanya Kimora yang Putri Kimora punya jangan sampai fisik Kimora terluka sedikit pun. Karena ada seseorang yang sangat tulus sekali mencintai Kimora dan berniat ingin menikah dengan Kimora."
Selesai berbicara dengan Genzy, Dokter Rian memilih untuk pergi dari tempat tersebut dan meninggalkan Genzy sendiri di kantin.
Melihat Dokter Rian yang pergi meninggalkan nya, Genzy masih memilih untuk diam di kantin Rumah Sakit itu.
Genzy terus memikirkan bahwa cara nya agar dia bisa mendatangkan Kimora bertemu dengan Mama nya besok.
Genzy pun memilih untuk pergi mencari ruangan praktek Kimora, dia bertanya kepada Suster tentang jadwal praktek Kimora.
Genzy memutuskan untuk menemui Kimora esok hari nya, dan memilih untuk pulang.
Ketika Genzy di perjalanan dia pun langsung berpikir untuk pergi ke Apartemen milik Mama saja.
Karena Apartemen tersebut sudah di rapikan oleh pegawai nya.
"Lebih baik aku pulang ke Apartemen Mama yang dulu saja walaupun Apartemen tersebut berdampingan dengan Apartemen Alena tapi semoga saja aku tidak bertemu dengan wanita itu."
Genzy memilih untuk memakai jaket topi dan masker serta kacamata hitam agar tidak ketahuan oleh siapapun.
__ADS_1
Ketika Genzy melewati Apartemen Alena dia seperti mendengar suara teriakan seperti ini keluar dari pintu masuk Apartemen nya.
Genzy langsung memilih cepat masuk ke dalam Apartemen nya.
"Akuuuuu ingin bertemu dengan anak kuuuuu Maaaaaah, anak ku dia ternyata sudah besar dia sudah sekolah."
Alena menginginkan bisa bertemu kembali dengan Putri Kimora, dia merasa jika Putri Kimora itu adalah anak nya.
"Iyaaa sayaaaaang, sabar tapi kan ini sudah malam waktu untuk tidur. Besok pagi baru kita bisa bertemu dengan anak kamu itu yah sekarang tenang yaa sabar."
Riana mencoba untuk menenangkan pikiran Alena dan mencoba untuk membawa nya untuk beristirahat di kasur nya.
Alena pun menurut dia memeluk erat boneka kesayangan nya.
"Kamu minum obat dulu yah, agar kamu bisa tenang yah. Ayooo minum obat nya dulu."
Alena mengikuti apa yang di perintahkan oleh Mama nya, dia terlihat sangat pucat sekali mata bengkak karena terus saja menangis.
"Anaakuuuu sayaaaaang, anak kuuuuuu. Tunggu mommy sayaaaaang ya. Mommy akan membawa kamu untuk tinggal bersama dengan Mommy di sini."
Riana begitu sangat sedih sekali melihat kondisi Alena yang tidak kunjung membaik.
"Apa aku mengadopsi saja anak bayi perempuan di panti asuhan, agar Alena bisa lebih baik kondisi nya. Lebih baik nanti aku bicarakan saja dengan Dokter Rian."
Riana menyelimuti Alenaa dia pun mematikan lampu kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya.
***
Putri Kimora tiba-tiba terbangun dari tidur nya dan beruntung nya dia tidur bersama dengan Ibu nya.
"Aduhhhh aku nggak kuat nih ingin pipis sudah tidak tahan, tapi Ibu tidur nya pulas sekali aku tidak berani membangun nya."
Putri Kimora pun memberanikan diri untuk pergi ke toilet sendiri, selesai dia pergi ke toilet di melihat pintu kamar nya terbuka.
__ADS_1
Dia pun langsung menghampiri kamar tersebut.
"Kenapa pintu kamar nya terbuka yah, di kamar pasti kosong tidak ada siapa-siapa."
Putri Kimora pun langsung masuk ke dalam kamar nya, tiba-tiba dia menghirup aroma parfume bunga melati di kamar nya.
"Hmmmmmm, ini seperti aroma parfume Om baik. Harum bunga melati tapi kan di kamar ini nggak ada Om baik."
Ketika Putri Kimora hendak keluar dari kamar nya dan menutup rapat pintu kamar tiba-tiba dia merasakan ada angin yang sangat kencang sekali.
Dan membuat nya kedinginan sekali terdengar seperti suara seseorang ingin membukakan jendela kamar nya.
"Aku kedinginan sekali ihhh, suara apa itu yah."
Putri Kimora pun memberanikan diri untuk membalikkan badannya.
Dia pun sangat terkejut sekali dengan apa yang dia lihat di hadapan nya.
Putri Kimora mentup rapat mulut nya dengan kedua tangan nya.
Dia ingin sekali berteriak kencang sekali tapi dia menahan nya dan ingat kata-kata penyemangat dari Ibu nya dan Suster Diana jika dia adalah anak yang kuat anak yang berani.
Terlihat jelas sekali sosok perempuan bergaun putih ada di depan jendela kamar nya, gorden jendela yang tertiup angin kencang.
Putri Kimora pun memberikan diri untuk menghampiri nya, karena lambaian tangan nya dengan wajah yang pucat pasih sekali.
Putri Kimora bertatapan langsung dengan sosok perempuan tersebut yang berada di luar jendela kamar nya.
"Kenapa Tante Hantu mengikuti kuu sampai ke rumah, bukan kah Tante Hantu selalu ada bersama dengan Om baik."
Putri Kimora mulai terbiasa dia mulai bisa dengan berani untuk berkomunikasi dengan mahluk seperti itu.
"Tolong akuuuuuuuuuu tolong akuuuuuuuuuu."
__ADS_1
Terdengar suara yang serak dan bergetar sekali.
Putri Kimora berniat untuk membuka jendela kamar itu tapi tiba-tiba lampu kamar nya menyala dan Putri Kimora pun langsung membalikkan badan nya.