
Putri langsung pucat pasih dan tangan nya bergetar seperti menahan ketakutan dia menutup kedua matanya dengan tangan nya, Kimora yang melihat Putri Kimora langsung memeluk erat Putri nya tersebut.
"Aku mohon menyala kembali, jangan buat aku dan anak ketakutan di sini. Aku tidak mau lagi mengungkit masa lalu, jika memang kamu masih di sana minta bantuan kepada orang lain."
Kimora melepaskan pelukan erat nya, dia pun mencoba untuk menyalakan kembali mesin mobil nya dan ternyata muncul mobil masuk ke dalam rumah tersebut.
Kimora langsung terkejut ketika melihat kembali Mantan suaminya tersebut yang baru turun dari mobil nya.
Kimora pun langsung menjalankan mobilnya, dia langsung merasa sangat lemas sekali ketika harus melihat kembali wajah suaminya.
Putri Kimora pun semakin bertanya-tanya tentang rumah tersebut.
"Buuuu, rumah itu sangat seram sekali yah Buu aku takut melihat nya. Kita jangan melewati rumah kosong itu lagi yaa Buu."
Kimora hanya tersenyum ketika mendengar perkataan putri nya tersebut.
"Sayaaaaang, kita langsung pulang saja yah. Ibu seperti nya langsung tidak enak badan begini nanti kita main ke taman nya lain waktu lagu yah."
Dengan wajah yang sedih Putri Kimora menganggukan kepalanya.
Pikiran Kimora di buat sangat kacau setelah melihat Genzy, dan ketika sampai di Apartemen Kimora memilih langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.
Hal tersebut langsung membuat Suster Diana terkejut dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya.
Suster Diana melihat wajah sedih Putri Kimora dan langsung memeluk erat tubuh Suster Diana.
"Apa sayang, kenapa kamu sedih begini."
Suster Diana melepaskan pelukannya erat nya dan memandangin wajah sedih Putri Kimora.
"Tadi aku dan Ibu mau pergi ke taman bunga, di perjalanan aku melihat toko bunga yang sangat indah sekali. Aku berniat ingin memberikan bucket bunga mawar warni untuk Suster Diana tapi Ibu melarang aku dan kita meninggalkan tempat tersebut, di perjalanan mobil Ibu tiba-tiba saja mesin mobil tidak bisa menyala di depan rumah mewah berwarna putih kita berdua langsung ketakutan sekali Suster."
__ADS_1
Suster Diana langsung berpikir jika itu adalah Rumah milik Genzy.
"Apa Ibuu keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah itu,?"
Suster Diana di buat sangat penasaran sekali.
"Tidak, Ibu langsung memeluk erat tubuh aku. Ibu dan Aku ketakutan bersama dan kita pun memutuskan untuk pulang saja."
Mendengar semua cerita Putri Kimora, Suster Diana sangat hawatir sekali dengan kondisi Kimora dia takut sekali despresi nya kambuh kembali.
"Sayaaaaang, kamu mau minum jus buah strawberry. Biar kamu lebih fresh lagi yah kamu tunggu Suster Diana di depan tv ruang tamu."
Putri Kimora menurut perintah Suster Diana, dia pun langsung melirikan mata nya di sepanjang sudut Apartemen itu dia pun tidak merasakan kehadiran hantu kecil Lolita.
"Dia benar-benar sudah pergi, tapi tadi aku lupa mengatakan kepada Suster Diana. Ada perempuan berdaun putih yang melambaikan tangan nya kepada aku, itu seperti manusia atau bukan yah."
Putri Kimora mengingat kembali bayangan-bayangan tersebut, dia mulai bisa merasakan kehadiran hal-hal yang tidak bisa di lihat oleh semua orang.
Suster Diana mengetuk pintu kamar Kimora berkali-kali tapi tidak ada jawaban, dia semakin di buat hawatir sekali.
"Seperti nya, aku harus memberitahu ini semua kepada Dokter Rian. Aku tidak mau jika Bu Kimora kembali despresi."
Suster Diana yang membawa minuman jus strawberry untuk Putri Kimora, langsung membawa nya ke ruangan tamu.
"Suster, bagaimana dengan kondisi Ibu. Kenapa yah Ibu langsung masuk ke kamar ? apa ibu juga sama ketakutan melihat rumah itu."
Suster Diana semakin mendekati Putri Kimora, dia merangkul nya sambil memberikan jus strawberry untuk nya.
"Hmmmmm, apakah Ibu dan kamu masuk ke dalam rumah itu?. Dan apakah Ibu melihat seseorang di sana,?"
Tanya Suster Diana sambil memandangi wajah polos Putri Kimora.
__ADS_1
"Tidak, kita hanya berada di luar rumah saja tapi Ibu langsung memeluk erat aku. Aku pun juga sangat ketakutan sekali Suster di sama ada perempuan bergaun putih yang sedang melambaikan tangan nya di jendela dia sangat cantik tapi wajah sedih."
Suster Diana langsung terkejut mendengar cerita Putri Kimora, dia pun langsung berpikir jika sosok perempuan yang di ceritakan oleh Putri Kimora itu adalah Ayana.
"Astaga, ternyata Genzy masih saja menyimpan jasad Ayana di rumah itu. Bagaimana jika nanti mereka berdua di pertemukan, Putri Kimora bila masuk ke dalam rumah itu dia dengan mudah nya mengetahui semuanya."
Suster Diana langsung memeluk erat tubuh mungil tersebut, dia mencium kening Putri Kimora.
"Putri Kimora sayaaaaang, kamu di ciptakan kesempurnaan oleh Tuhan. Apa yang mungkin bisa kamu lihat belum tentu bisa di lihat oleh semua orang, kamu harus bisa terbiasa dengan hal itu Tuhan memberikan itu semua kepada kamu karena tahu kalau kamu adalah anak yang kuat dan berani."
Putri Kimora mulai mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Suster Diana, dia harus bisa menahan rasa takut nya dan bertindak seperti biasanya.
Putri Kimora pun langsung memperhatikan sesuatu kepada Suster Diana, dia memberikan foto pernikahan Ibunya kepada Suster Diana. Dengan ekspresi wajah yang kaget, Suster Diana langsung mengambil foto tersebut.
"Astaga, sayaaaaang kamu dapat di mana foto ini?"
Suster Diana seketika panik sekali dia takut Kimora mengetahui nya.
"Aku dapat foto itu dari lemari baju Ibuuu, di sana banyak sekali foto-foto Ibuuu bersama dengan teman Ibu juga dan aku mendapatkan Foto ini."
Suster Diana merasa sangat binggung harus berkata apa, dan kenapa harus secepat ini Putri Kimora mengetahui wajah Ayah kandung nya.
"Suster Diana, itu foto pernikahan Ibu dan Ayah yah. Ayah sekarang sudah pulang belum yah dari luar negeri nya, aku ingin bertemu dengan Ayah."
Suster Diana pun tersenyum dan merasa jika tidak lama lagi Putri Kimora akan bertemu dengan Genzy, dan hal itu harus bisa di terima oleh Kimora.
"Iyaaa sayaaaaang, mungkin secepatnya kamu akan bertemu dengan Ayah kamu. Sayaaaaang simpan baik-baik foto ini yah jangan sampai Ibu Kimora tahu nanti dia sedih karena dia sangat merindukan sekali Ayah kamu."
Lagi-lagi Suster Diana harus membohongi perasaannya Putri Kimora, terlihat jelas di mata nya dia sangat merindukan sekali sosok Ayah di samping nya.
"Sudah selesai minum jus strawberry nya, sudah happy lagi kan sekarang."
__ADS_1