
Tapi akhirnya karena kasihan melihat kondisi Alena, Genzy pun langsung menghampiri Alena.
"Aku datang ke sini hanya ingin melihat kondisi kamu seperti apa sekarang dan ternyata kamu tidak seperti Alena yang ku kenal dulu. Kamu tidak cantik seperti dulu lagi."
Alena mencoba untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangan nya, Genzy pun langsung membantu Alena untuk melepaskan tali tersebut.
Genzy pun langsung menarik tangan Alena dan membawa nya ke depan cermin.
"Lihat lah kamu sekarang, wajah mu begitu sangat pucat sekali dan rambut mu rontok menjadi tipis karena kamu yang sering melukai nya. Kamu harus bangkit Alenaa jangan seperti ini masa depan kamu masih panjang kamu harus meneruskan perjalanan karir mu sebagai seorang Dokter Specialis Kandungan."
Mendengar perkataan Genzy, Alena pun langsung memegang tangan Genzy.
"Tapi aku ingin kamu menikah dengan kuu sekarang juga, kita sudah mempunyai anak sekarang anak kita sudah besar dia sangat cantik sekali dia sekolah di sana."
Alena berlari menuju ke jendela kamar nya yang tampak sangat jelas sekali jika para anak-anak sedang keluar dari sekolah nya.
"Alenaaaaa, dia adalah Putri Kimora dia adalah anak dari hasil pernikahan kuu bersama dengan Kimora. Anak kamu sudah tidak ada bukti nya lihat saja sekarang perut kamu yang datar itu."
Alena pun langsung memegang perut nya, dia pun langsung mengingat keguguran yang menimpah nya.
__ADS_1
Ketika dirinya yang memukul-mukul perutnya sendiri karena dirinya yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
"Anak kuuuuu di mana sekarang, anak ku di manaaaaaaaaaaa."
Kedatangan Genzy ternyata hanya membuat Alena teringat kembali dengan masalalunya tidak membuat kondisi Alena menjadi semakin membaik.
"Aku ingat kan kembali kepada kamu yaa Alenaaaaa, Putri Kimora bukan anak kamu dan jika kamu bertemu dengan Putri Kimora jangan pernah kamu menyentuh nya apalagi menyakiti fisik nya."
Melihat Alena yang terus menerus menangis, Genzy memilih untuk pergi dari kamar Alena dan langsung menemui Dokter Rian.
"Aku sudah menemui nya ini yang pertama kali dan terakhir kali nya juga, tidak lagi bertemu dengan dia."
Alena terlihat sedang menangis sambil memegang perut nya.
Dokter Rian langsung menghampiri Alena dan mengajak Alena untuk berdiri kembali ke tempat tidur nya.
"Anak kuu tidak ada, aku yang membuat nya pergi. Aku yang memukulinya ketika dia masih di dalam perut ini, aku jahat sekali aku membuat anak kuu pergiiiiiiiiiiiii."
Dokter Rian merasa sangat kecewa sekali dengan Genzy dia hanya membuka kondisi Alena semakin terpuruk.
__ADS_1
"Genzy di mana dia di mana sekarang, Genzyyyyyyyyyyy kamu harus bertanggung jawab sekarang juga kita harus menikah."
Alena pun langsung tidak sadar kan diri, dia pingsan karena kelelahan.
Dokter Rian langsung memeriksa kondisi Alenaa.
"Seperti nya Alena pingsan kita harus membawa Alena ke rumah sakit saja, agar bisa di berikan tindakan."
Dokter Rian akhirnya membawa Alena yang tidak sadarkan diri untuk di rawat di rumah sakit.
"Kasihan sekali kamu naak, kamu tidak mau makan sama sekali dan kamu yang terus menerus menangis."
Di perjalanan Riana terus memandangi wajah Alena dia merasa sangat kasihan sekali dengan kondisi Alena yang sekarang.
Kimora Leticia.
Ayana Larasati.
__ADS_1