
Suster Diana terus saja memikirkan mimpi dari Putri Kimora tersebut.
"Apa maksud dari luka di bagian perut, apa maksud semua ini."
Suster Diana pun memilih untuk bersiap-siap untuk tidur bersama dengan Putri Kimora dia terus saja memeluk tubuh mungil Putri Kimora
Putri Kimora bersiap untuk berangkat ke sekolah wajah masih terlihat sangat pusing sekali.
"Sayaaaaang, kamu yakin akan sekolah sekarang ? jika kamu merasa tidak enak badan lebih baik kamu istrirahat saja yaa di rumah."
Kimora memegang kening Putri Kimora ternyata tidak demam.
"Tidak Ibuuuuuuu, aku ingin sekolah. Aku kangen sama Bu guru dan teman-teman."
Kimora tidak bisa bicara apapun dia pun hanya tersenyum kepada Putri Kimora.
"Suster Diana, pulang sekolah biarkan Putri bersama dengan Papa nya. Dan tolong beli peralatan dan aksesoris yang akan kita pakai di ulang tahun Putri Kimora, kita akan pakai nuansa putih dan pink yaa."
Suster Diana menggangukan kepalanya dan di pun langsung berpamitan kepada Kimora.
"Saya pergi dulu ke sekolah yaa Buu, nanti pulang sekolah pasti saya belikan semua pesanan Ibu."
Suster Diana dan Putri Kimora pun pergi ke sekolah.
Putri Kimora terlihat terus saja melamun di sepanjang perjalanan.
Suster Diana mulai hawatir sekali dengan keadaan Putri Kimora.
"Kamu kenapa sayang, ayo semangat dong kan mau ulang tahun terus juga pulang sekolah mau pergi sama Papa Genzy."
Putri Kimora seperti masih memikirkan tentang mimpi nya semalaman.
"Sayaaaaang, jangan di pikirkan mimpi buruk yang semalam itu hanya bunga tidur saja tidak mungkin menjadi kenyataan."
Suster Diana mencoba untuk menenangkan pikiran Putri Kimora.
"Kenapa di mimpi itu ibu di dorong dari jendela sampai terjatuh ke bawah oleh Tante Alena jahat. Kenapa Tante itu selalu ada di mimpi kuuu."
Mendengar cerita mimpi dari Putri Kimora, Suster Diana pun langsung berharap semua ini bukan pertanda tidak baik untuk Kimora dan juga Putri Kimora.
Sesampainya di sekolah Putri Kimora langsung berlari karena dia yang sudah beberapa hari ini tidak sekolah.
Suster Diana duduk lemas di bawah pohon rindang yang besar, dia memikirkan karena sekarang Putri Kimora akan bersama dengan Genzy.
__ADS_1
"Bagaimana ini yaa, hari ini Putri Kimora akan pergi bersama dengan Papa nya. Kenapa perasaan ini sangat tidak nyaman sekali, semoga tidak terjadi apapun dengan Putri Kimora."
Suster Diana menunggu bell pulang berbunyi, tapi dengan cepat nya Genzy sudah datang untuk menjemput Putri Kimora.
"Itu kan mobil Pak Genzy, dia sudah datang ke sini. Padahal masih 30 menit lagi Putri Kimora pulang."
Genzy yang keluar dari mobil nya pun langsung menghampiri Suster Diana.
"Putri Kimora belum keluar kelas kan,? beruntung nya bisa sampai di saat Putri Kimora belum keluar kelas."
Genzy duduk di samping Suster Diana, dan Suster Diana ingin sekali banyak bertanya kepada Genzy.
"Pak Genzy mau bawa Putri Kimora ke mana yaa,? boleh saya tahu."
Suster Diana memberanikan diri untuk bertanya karena dia tidak mau Putri Kimora pergi tampa dia tahu arah tujuan nya.
Suster Diana berniat untuk bisa mengikuti perjalanan Genzy dan Putri Kimora.
"Kamu tidak usah hawatir saya tidak akan membawa kabur Putri Kimora, saya akan membawa Putri Kimora ke taman bermain karena hari jadwal nya saya membagikan hadiah untuk anak-anak jalanan."
Genzy mencoba untuk meyakinkan Suster Diana, jika dia benar-benar mempunyai niat yang baik.
"Oh, begitu yaa baiklah. Semoga hari kalian berdua menyenangkan yaa."
Putri Kimora berlari dia terlihat sangat terburu-buru sekali karena dia tahu jika dia akan pergi bersama dengan Papa nya.
Putri Kimora yang melihat Papa nya pun langsung berteriak kencang sekali.
"Papa Genzy yeeeee aku sudah pulang."
Putri Kimora terlihat sangat bahagia sekali tidak seperti saat pagi hari dia sangat sedih sekali karena mimpi buruk nya itu.
Genzy pun langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora.
Terlihat sekali Putri Kimora yang sangat senang sekali bisa bertemu dengan Papa nya.
"Papa aku seneng sekali akhirnya aku bisa bermain bersama dengan Papa yeeee."
Suster Diana terlihat sangat bahagia sekali ketika melihat Putri Kimora bahagia.
Dia pun langsung menghapus rasa tidak percaya nya kepada Genzy.
"Yasudah yaa sayaaaaang, Suster Diana sekarang pulang dulu yaa. Kamu berbahagia dengan Papa Genzy yaa sayang awas jangan jauh-jauh dari Papa Genzy yaa."
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan Putri Kimora Suster Diana pun masuk ke dalam mobil nya.
"Aku akan baik-baik saja ko Suster Diana bersama dengan Papa aku tidak nakal."
Genzy pun langsung menggendong Putri Kimora ke dalam kamar nya dan langsung menuju ke taman bermain.
"Sayaaaaang, sebelum nya kita makan dulu yaa sayaaaaang dan baru kita pergi ke taman bermain."
Putri Kimora menganggukan kepalanya dan memegang perut nya.
"Iyaa Papa perut kuu memang sedang lapar sekali ini."
Genzy pun langsung membawa Putri Kimora ke sebuah Restoran, dan ternyata Suster Diana pun mengikuti nya.
"Mereka sedang makan siang, harus kah aku mengikuti kembali mereka berdua."
Suster Diana terus saja memandangi Putri Kimora dan Genzy yang sedang menikmati makan siang nya.
"Seperti nya aku pulang saja tidak ada yang mencurigakan, tidak mungkin juga Pak Genzy berbuat seperti itu."
Suster Diana pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan membiarkan mereka berdua.
"Bagaimana sayaaaaang, kamu suka dengan makanan ini."
Putri Kimora tersenyum manis kepada Papa nya.
"Aku sangat suka sekali Papa, Terimakasih banyak yaa Papa."
Genzy merasa sangat senang sekali dia bisa menghabiskan waktu nya bersama dengan Putri Kesayangannya.
Genzy sangat ingin sekali bisa seperti ini setiap hari bersama dengan Putri Kimora, dia berharap keajaiban bisa datang kepada nya.
"Papa kenapa Papa tidak mau bersama dengan Ibu, kenapa Papa tidak mau kembali bersama dengan Ibu."
Pertanyaan Putri Kimora membuat Genzy kebingungan untuk menjawab nya, di dalam hati kecil nya dia pun sangat ingin sekali bisa bersama lagi dengan Kimora tapi itu sangat tidak mungkin sekali karena kenangan masa lalu nya.
"Sayaaaaang, walaupun Papa tidak bisa bersama kembali dengan Ibu. Tapi Papa akan selalu ada untuk kamu sayang, Papa tidak akan pernah meninggalkan kamu."
Genzy mengelus rambut panjang Putri Kimora.
"Iya Pap, baiklah aku mengerti. Tapi apakah Papa akan menikah dengan Tante Alena ? karena ketika dia mengurungku di dalam kamar dia selalu bilang jika dia akan menikah dengan Papa dan aku ini adalah anak nya."
Genzy sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Alena kepada Putri Kimora.
__ADS_1