
Mereka pun turun dari mobil nya dan ternyata mereka ketemu dengan Dokter Rian di rumah nya.
Dokter Rian ingin Kimora lebih merasa nyaman untuk bisa berinteraksi dengan nya.
Kimora mulai bisa menerima kehadiran Dokter Rian, dia pun langsung tersenyum ketika melihat Dokter Rian.
Dokter Rian langsung memegang tangan Kimora dan mengajak nya ke suatu tempat yang sudah dia sediakan.
Sarrah langsung terharu ketika melihat mereka berdua.
"Apakah mereka akan bisa bersama kedepannya, aku bisa merelakan Kimora asalkan dia bisa bahagia bersama dengan lelaki yang tulus menyayangi nya."
Sarrah langsung membawa Tiara untuk melihat-lihat keindahan rumah Dokter Rian.
Dokter Rian mempersiapkan sebuah kursi yang sangat nyaman sekali.
"Sebenarnya aku mau mengajak kamu konsultasi di Rumah Sakit, tapi aku rasa kamu akan lebih nyaman di tempat seperti ini jadi terkesan tidak begitu serius kita mengobrol nya."
__ADS_1
Kimora menundukkan kepalanya dia seperti sudah memendam perasaan yang sangat mendalam sekali.
Dia seperti sudah tidak tahan untuk menyimpan semua nya.
Kimora menatap wajah Dokter Rian, dia seperti ingin memastikan jika dia berbicara dengan orang yang tepat.
Dokter Rian seperti mengerti tatapan tajam Kimora terhadap nya, dia pun langsung tersenyum kepada Kimora.
"Apapun yang kamu katakan, aku janji tidak akan mengatakan kepada siapapun termasuk Ibu Sarrah sekalipun."
Kimora seakan di buat percaya dengan perkataan dari Dokter Rian.
Kimora menarik nafas panjang nya dan meneteskan air mata nya.
"Dia menyiksa batin ku secara halus, aku harus tidur di kamar yang masih banyak foto-foto kenangan nya bersama dengan Almarhum istri nya, aku selalu melihat bayangan-bayangan putih yang selalu menggangu kehadiran ku di rumah itu, dia benar-benar seperti menggangu ku sampai di saat aku hamil besar pun dia melambaikan tangan nya kepada ku. Lambaian tangan seperti permintaan pertolongan."
Kimora langsung menangis histeris sekali, tangan mulai bergetar hebat dan tubuh nya seperti sangat menggigil.
__ADS_1
Dokter Rian mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Kimora, dia mengusap pundak Kimora.
"Kimora apakah kamu menyimpan foto suami mu itu, aku boleh tau seperti apa wajah suami kamu tersebut."
Kimora langsung pergi dari tempat duduk nya dan meninggalkan Dokter Rian.
"Kenapa gue yakin banget kalau suami Kimora itu adalah lelaki yang ada bersama dengan Dokter Alena, sedangkan Dokter Alena seperti tidak mengenal Kimora tapi gue yakin dan gue juga bakalan buktikan sendiri."
Dokter Rian langsung menghampiri Kimora yang berlari menghindari Dokter Rian
"Kenapa kamu pergi, kamu takut dengan suami kamu yaa,? dia jahat dengan kamu yaa."
Kimora pun hanya terdiam saja dia seperti sudah tidak mau berbicara dengan Dokter Rian.
"Aku ingin pulang sekarang juga."
Kimora langsung pergi dan mencari keberadaan Mama Sarrah, akhirnya Kimora pun langsung bertemu dengan Mama Sarrah.
__ADS_1
"Aku ingin pulang sekarang Mam, sekarang juga Mam."
Kimora merasa sangat tidak nyaman sekali berbeda di tempat tersebut.