
Putri Kimora berjalan menuju sebuah lorong yang sangat gelap sekali, dia terus saja berjalan karena dia seperti mendengar suara panggilan nama nya.
"Buuuuuuu, ibuuuuuuuu. Kamu di mana buuu aku ketakutan sekali buuu."
Putri Kimora terus berjalan menuju ke sumber suara tersebut.
Semakin Putri Kimora melangkah kaki nya semakin berat sekali langkah nya untuk melangkah.
Ketika sudah berjalan terlalu lama akhirnya Putri Kimora melihat cahaya ada di hadapannya.
Putri Kimora pun langsung berlari menghampiri cahaya putih tersebut.
Putri Kimora melihat bangunan mewah yang bernuansa putih.
Putri Kimora terkejut ketika melihat hal tersebut dia pun melihat bunga-bunga yang di rangkai seperti sebuah mahkota.
"Indah sekali bunga-bunga mawar putih ini biasa di pakai asesoris di kepala."
Putri Kimora pun langsung memakai nya, dia pun melihat pintu yang terbuka lebar di hadapan nya.
Dia melihat sosok wanita bergaun putih yang sedang berada di depan sebuah peti mati.
Putri Kimora melihat wanita tersebut seperti sedang sedih dan menangis.
"Kenapa dia menangis kencang di depan peti mati tersebut, apakah itu adalah salah satu anggota keluarga yang telah meninggal."
Putri Kimora memberanikan diri untuk menghampiri wanita tersebut.
"Kenapa Tante menangis kencang sekali, siapa yang sudah meninggal kan Tante."
Wanita tersebut langsung membuka kan peti mati tersebut sehingga Putri Kimora bisa melihat wajah jasad yang ada di dalam peti mati tersebut.
Putri Kimora langsung terkejut ketika melihat wajah jasad yang ada di dalam peti mati tersebut.
"Kenapa wajah kalian berdua sama ini seperti wajah Tante yang tadi."
Putri Kimora langsung membalikkan badannya dan ternyata Wanita tersebut sudah menghilang dari tempat tersebut.
Putri Kimora mencoba untuk pergi dari tempat tersebut, tapi tiba-tiba tangan nya seperti ada yang menggenggam nya.
Sentuhan tangan yang begitu sangat dingin sekali, Putri Kimora melihat yang begitu sangat putih sekali.
Putri Kimora tidak berani untuk membalikkan badannya, dia hanya bisa terdiam menahan rasa ketakutan nya.
__ADS_1
Dan tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat lirih sekali yang bersumber dari belakang nya.
"Tolong,,,, Tante naakkk tolong tante. Tante ingin bisa merasakan ketenangan."
Kimora langsung mencoba untuk melahirkan diri tapi ternyata genggaman tangan tersebut sangat kuat sekali.
Dan akhirnya Putri Kimora mencoba untuk membalikkan badannya dan melihat dengan jelas sekali wajah wanita tersebut.
Seketika Putri Kimora langsung berteriak ketakutan sekali.
"Aaaaaaaaaaaaaa, tidak Ibuuuuuuu tolong aku."
Suster Diana yang tertidur pulas di sofa ruang tamu seketika langsung terbangun mendengar suara teriakkan yang bersumber dari kamar Putri Kimora.
"Astaga, Putri Kimora kenapa kamu naak."
Suster Diana langsung berlari menghampiri kamar Putri Kimora.
Dia melihat wajah Putri Kimora yang sangat ketakutan sekali sambil memeluk guling.
"Yaa Tuhan, sayaaaaang kamu kenapa naakk."
Suster Diana langsung memeluk erat Putri Kimora, tangan Putri Kimora yang begitu sangat gemetaran sekali dan sangat dingin sekali.
Melihat Putri Kimora yang sangat ketakutan sekali, Suster Diana pun tidak kuasa menahan air mata nya dia merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi Putri Kimora.
Angin tiba-tiba kencang masuk ke dalam kamar Putri Kimora, membuat Suster Diana semakin erat sekali memeluk Putri Kimora.
Gorden jendela pun seketika seperti tertiup angin yang sangat kencang sekali.
Suster Diana langsung menutup kedua mata Putri Kimora dengan kedua tangan nya.
Dan sosok wanita bergaun putih tersebut berdiri tegap di hadapan jendela kamar tersebut.
Terlihat sangat jelas sekali oleh Suster Diana wajah wanita tersebut, Suster Diana mencoba untuk memejamkan mata nya dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
Seketika Suster Diana pun langsung berpikir dan dia berbicara dalam hati nya.
"Yaa Tuhan, apakah sosok wanita tersebut adalah Ayana Larasati. Dia sangat mirip sekali dengan wajah Bu Kimora, lalu kenapa dia harus selalu menghantui Putri Kimora."
Suster Diana pun mulai membuka kembali pejaman mata nya.
Penampakan sosok wanita bergaun putih dan ber rambut panjang itu pun langsung pergi.
__ADS_1
Setelah penampakan itu pergi Suster Diana memilih untuk pergi dari kamar Putri Kimora.
"Ayooo sayaaaaang, kita pergi sekarang juga."
Suster Diana mendudukkan Putri Kimora di kasur nya, terlihat sangat Putri Kimora yang masih sangat bergetar hebat dan wajah pucat serta keringat dingin.
Putri Kimora terdiam dan dia merasa sangat ketakutan sekali.
"Sayaaaaang, kamu nggak sendirian sayaaaaang ada Suster Diana. Mulai malam ini dan seterusnya Putri Kimora tidur bersama dengan Suster atau dengan Ibu yaa sayaaaaang. Jangan tidur sendirian di kamar."
Putri Kimora hanya menganggukkan kepalanya.
Suster Diana terus saja mencoba untuk menenangkan perasaan hati Putri Kimora.
Suster Diana mengingat kembali wajah wanita tersebut, dia sangat yakin sekali jika dia adalah Ayana Larasati.
Suster Diana mencoba untuk menidurkan Putri Kimora, dia mengelus-elus rambut panjang Putri Kimora.
Sampai akhirnya Putri Kimora pun langsung tertidur pulas di pelukan nya.
"Ada apa ini sebenarnya, kenapa semenjak Putri Kimora bertemu dengan Papa nya dia terus di hantui oleh Ayana. Ada apa dan kenapa harus Putri Kimora kasihan sekali dia."
Suster Diana menidurkan Putri Kimora sedang tertidur pulas pun Suster Diana tetap memeluk erat Putri Kimora.
***
Keesokan harinya Suster Diana berjalan menuju ke kamar Kimora dia membuka pintu kamar nya yang ternyata Kimora tidak ada di dalam kamar nya.
"Ternyata, Buu Kimora masih saja belum pulang ke rumah. Dia pergi ke mana yaa."
Suster Diana begitu sangat hawatir sekali dengan keadaan Kimora.
"Semoga saja Bu Kimora bersama dengan Dokter Rian, semoga saja."
Suster Diana kembali ke kamar nya, dia melihat Putri Kimora yang masih saja tertidur pulas.
"Aku tidak akan membangunkan nya, jika Putri Kimora masih terlihat lemas lebih baik hari ini dia tidak usah masuk ke sekolah. Lebih baik sekarang aku buatkan roti selai strawberry kesukaan nya."
Suster Diana pun menyiapkan makanan tersebut, dia merasa tidak mendengar suara Putri Kimora.
Suster Diana pun menyiapkan susu coklat hangat untuk Putri Kimora.
Selesai semua nya Suster Diana menghampiri Putri Kimora tapi terlihat Putri Kimora yang masih saja tertidur pulas.
__ADS_1
Suster Diana menyimpan sarapan untuk Putri Kimora di meja, dan mencoba untuk membangun kan.
"Sayaaaaang, bangun sayaaaaang sudah siang. Ayooo sarapan dulu Suster membuat kan roti panggang selai strawberry dengan susu coklat hangat kesukaan Putri Kimora."