
Genzy Putra
Alena mengehentikan apa yang sedang di lakukan dengan Genzy, tapi Genzy terus memeluk erat tubuh Alena membuat Alena hanya bisa terdiam pasrah.
Genzy membisikkan sesuatu ke telinga Alena dengan suara yang lirih.
"Apa kamu ingin melanjutkan nya Dokter Alena, kamu seperti menikmati sekali permainan lembut ku ini."
Alena mendorong dengan kuat Genzy hingga akhirnya Genzy terjatuh, Genzy hanya tersenyum tipis kepada Alena.
Genzy langsung terbangun dan menjulurkan tangannya kepada Alena.
"Apakah kau ingin aku tunjukkan sesuatu yang mungkin tidak kamu tahu,"
Alena terdiam dia seperti meragukan ajakan dari Genzy.
"Ayolah Dokter Alena, ikuti saja apa yang ingin di tunjukkan."
Alena pun langsung menghampiri Genzy, dia setika seperti percaya saja Genzy.
__ADS_1
Alena mengikuti langkah Genzy yang membawa ke suatu tempat, Alena yang sebelumnya pemberani seketika menjadi luluh di dekapan Genzy.
Alena merasa sangat bersalah menghianati teman baik sendiri tapi rasa yang Alena pendam dari sejak pertama bertemu dengan Genzy tidak bisa di tahan nya.
Genzy membawa Alena masuk ke dalam rumah nya, tidak ada sedikit suara suasana di dalam rumah tersebut sangat sunyi senyap sekali.
Alena mengengam tangan Genzy dengan sangat erat sekali, Alena terus memandangi wajah Genzy.
Dan ternyata Genzy membawa Alena ke kamar nya, yang biasa digunakan tidur bersama dengan Kimora.
Alena langsung melepaskan genggaman tangan nya, dia mulai menjauh dari Genzy.
"Hmmmmm, tenang saja aku tidak akan melakukan nya sekarang dengan kamu. duduk lah di atas kasur ini."
"Coba kamu perhatikan foto ini, sekilas Kimora begitu sangat mirip dengan Ayana. Dan itu menjadi alasan kuat untuk bisa menikah dengan nya tapi aku masih belum bisa melupakan Ayana sepenuhnya. Kimora pertama kali datang ke kamar ini dia tidur di kamar yang penuh dengan kenangan foto-foto pernikahan ku dengan Ayana, dia diam-diam tidur luar kamar di sofa dekat pintu kamar ini. Sebenarnya aku mengetahui nya tapi aku hanya diam saja."
Mendengar perkataan tersebut Alena mulai berani mendekatkan diri nya dengan Genzy.
"Dari awal pernikahan, kamu tidak sama sekali menyentuh Kimora. Karena kamu masih belum bisa melupakan Ayana,?"
Genzy tersenyum tipis kepada Alena.
__ADS_1
"Yaa tidak sama sekali, aku melakukan nya pun di rumah nya bukan di kamar tercinta ku. Karena aku merasa menghianati hati Ayana jika melakukan nya di sini, Ayana seperti selalu memperhatikan aku setiap hari."
Genzy terus memandangi foto-foto Alena.
"Tapi Ayana sudah tidak ada, kenapa kamu terus seperti apa kamu tidak kasihan dengan Kimora dengan keadaan nya sekarang. Setidaknya kamu harus membantu kesembuhan bukan bersikap tidak peduli seperti ini."
Genzy menatap kembali wajah Alena dari jarak dekat dan tersenyum manis kepada nya.
"Sekarang aku menginginkan kamu, bagaimana dengan perasaan ku ini apa kah kamu akan menolak nya."
Alena mendorong tubuh Genzy, dia berniat untuk pergi dari kamar itu.
Genzy menghentikan langkah Alena dia menutup pintu kamar nya tersebut.
"Genzy aku mohon jangan lakukan hal yang diuar batas normal, ingat kamu masih punya istri."
Alena memaksa untuk pergi dari kamar tersebut tapi Genzy tidak mau menyingkir dari pintu tersebut.
Alena sangat di buat ketakutan sekali dengan sikap Genzy kepada nya.
Ayana Larasati.
__ADS_1