Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *335*


__ADS_3

Alena memandangi wajah Dokter Rian, dia pun berbicara di dalam hati nya.


*Aku tidak akan pernah menyakiti orang lain, yang akan aku sakiti itu adalah Kimora Letica. Aku berencana untuk membuat nya tiada lagi di dunia ini.*


Dokter Rian duduk di samping Alena dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa,? kamu sedang memikirkan sesuatu yaa?. Kamu tidak sedang baik-baik saja kan Dokter Rian Saputra ?".


Dokter Rian melirikan mata nya kepada Alena Renita, dia melihat pandangan mata yang kosong dari Alena tapi dia menyampaikan kata-kata yang sedang dia alami.


"Hancur sudah harapan kuu untuk bisa mendapatkan Kimora, dia seperti nya akan kembali bersama dengan Genzy."


Alena sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari mulut Dokter Rian.


Alena seakan tidak terima dan menggeleng kan kepalanya berkali-kali sambil berteriak-teriak.


"Tidaaaaaak Tidaaaaaak itu tidak mungkin terjadi, Kimora tidak boleh bersama dengan Genzy dia tidak boleh bersama lagi dengan Genzy. Aku yang harus bersama dengan Genzy."


Alena menatap tajam mata nya ke Arah Dokter Rian dan Dokter Rian melihat ada cinta yang besar yang Alena miliki untuk Genzy.


"Bersikap baik lah jika kamu ingin bisa mendapatkan Genzy di hati kamu karena jika kamu hanya bisa menyakiti perasaan hati orang lain Genzy tidak akan mau bersama dengan kamu karena apa,? Kimora Leticia adalah wanita yang baik dia pernah berjanji tidak akan lagi bersama dengan Genzy tidak akan pernah mempertemukan Putri Kimora dengan Genzy tapi sekarang hati nya luluh hanya karena ingin melihat kebahagiaan untuk Putri Kimora."


Alena hanya bisa terdiam saja tapi perkataan Dokter Rian sedikit pun tidak membuat Alena menghapus rasa benci kepada Kimora Letica.


Karena Genzy yang sudah merenggut mahkota nya dan dia juga sudah menghamili nya sampai tidak bertanggung jawab sampai dirinya despresi karena kehilangan Genzy dan juga anak nya.


Riana datang untuk menghampiri Alena dia terkejut sekali ketika Alena bersama dengan Dokter Rian.


"Kenapa aku melihat Alena tidak seperti biasa nya, dia seperti tidak sedang despresi dia seperti Alena yang dulu."


Riana pun tersenyum kepada Dokter Rian sambil memberikan makanan yang sudah di beli nya.

__ADS_1


"Dokter Rian bagaimana ini dengan Alena yang sudah merasa sangat bosan diam di dalam, Alena sudah ingin keluar rumah seperti biasanya."


Dokter Rian pun memperhatikan kondisi Alena dari sejak pertama kali dia bertemu dengan nya


"Aku lihat Alena sudah bisa beradaptasi kembali dan dia semakin membaik sekali dan saya rasa Alena sudah sangat membaik kondisi nya. Dia sudah lumayan bisa tenang mengendalikan emosi nya lebih baik memang Alena harus sering di bawa keluar rumah tapi masih dalam pengawasan."


Alena memakan makanan tersebut dia memikirkan bagaimana cara nya dia bisa datang di acara ulang tahun Putri Kimora. Sedangkan mereka semua pasti membenci nya.


"Aku ingin sekali datang ke acara ulang tahun Putri Kimora, aku ingin meminta maaf kepada Putri Kimora atas semua perbuatan kuu kepada nya. Walaupun aku sangat membenci sekali Ibu nya tapi aku tidak berhak untuk membenci juga anak nya. Karena bagaimana pun juga aku yang mengurus Putri Kimora sejak bayi."


Alena begitu sangat berharap besar Dokter Rian mau membantu nya.


"Aku akan membawa kamu untuk datang ke sana kita tidak harus memberitahu kepada Genzy atau meminta ijin kepada Kimora karena itu hanya membuat kita perang tenaga dan akhirnya tetap saja tidak di berikan ijin untuk bisa datang."


Alena begitu sangat senang sekali ketika mendengar Dokter Rian yang mau membawa nya untuk datang ke pesta ulang tahun Putri Kimora.


"Aku ingin memberikan sesuatu kepada Putri Kimora, aku ingin memberikan hadiah untuk nya."


"Yasudah, besok pagi aku jemput kamu untuk membeli hadiah untuk Putri Kimora dan juga untuk memilih baju yang akan kamu pakai di sana. Sekarang aku pergi dulu yaa karena kamu sudah baik-baik saja hanya karena harus mengendalikan emosi saja jika sedang marah dan kesal."


Setelah berpamitan dengan Alena dan Mama nya, Dokter Rian kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi.


Alena langsung tersenyum kepada Dokter Rian, dia pun langsung berpikir jika Dokter Rian lebih baik bersama dengan Suster Diana dari pada harus memaksa kan ingin dengan Kimora.


Alena pun beranjak dari tempat duduk nya dia berjalan menuju ke Apartemen nya kembali.


Melihat sikap Alena yang tidak cepat marah-marah dan tidak juga menjambak rambut nya Risna semakin yakin jika Alena Renita putri nya sudah sembuh total.


"Kamu sudah sembuh nak, kamu tidak bisa membohongi Mama muu ini. Mama sangat bersyukur sekali."


Riana berlari untuk mengejar Alena yang sudah masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Ketika Alena keluar dari lift dia melihat Genzy yang baru saja keluar dari Apartemen nya.


Pandangan Alena terfokus pada Genzy tapi Genzy hanya mengabaikan dia tidak melirik kan mata nya sedikit pun kepada Alena.


"Genzy, ini kah kamu aku sangat merindukan muu sekali. Aku ingin kita berdua bisa segera menikah secepatnya seperti janji kita bersama dulu."


Genzy pun akhirnya menghentikan langkah kaki nya dia membalikkan badan nya dan melihat Alena.


"Lebih baik aku memilih untuk menikah kembali dengan Kimora dari pada harus menikah dengan muuu."


Seketika hati Alena terasa sangat sakit sekali ketika mendengar perkataan tersebut dari mulut lelaki yang di cinta nya.


"Nggaaaaakkk jangaaaannn kamu jangan sampai menikah dengan Kimora, aku akan membuat Kimoraaaaaaaaa tiadaa di dunia ini Aaaahhhhhh."


Melihat Alena yang histeris berteriak-teiak, Genzy memilih untuk pergi meninggalkan Alena sendiri di depan Apartemen nya.


Genzy langsung masuk ke dalam lift dengan sangat cepat sekali karena dia takut Alena akan ikut masuk mengejar nya.


"Kenapaaaaa dia masih saja ingin bersama dengan Kimoraaaaaaaaa kenapaaaaa, sedang di sini ada aku yang sangat mencintai nya melebihi cinta Kimora aahhhhhh."


Tangan Alena pun langsung bergetar hebat dia mulai melukai fisik nya kembali, dia menjambak rambut nya dengan penuh emosional sekali.


Alena terus saja menangis dan berteriak-teriak sehingga membuat nya lemas dan duduk menyender di depan pintu Apartemen nya.


Riana yang melihat kondisi Alena dengan sangat panik sekali langsung menghampiri Alena.


Riana mencoba melepaskan tangan Alena yang dengan sangat kuat memegang erat rambut panjang nya.


Helaian demi helai rambut panjang nya terjatuh rontok ke pundak nya.


Riana mencoba untuk membuat Alena berdiri dan masuk ke dalam Apartemen nya, karena merasa sangat kasihan sekali.

__ADS_1


__ADS_2