Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 195


__ADS_3

Mereka semua duduk di depan meja makan dan menunggu kedatangan Genzy, tapi ternyata Genzy yang terburu-buru tidak bisa ikut sarapan bersama dengan Kimora dan Mama nya.


"Mam maafkan aku nggak bisa ikut sarapan pagi ini, aku harus buru-buru sekali sampai di kantor."


Mata Kimora langsung sinis sambil melihat suaminya itu.


"Apa hari adalah jadwal kepulangan Alena,? mau pasti ingin menemui nya karena rasa bertanggung jawab yang besar atas kecelakaan tersebut."


Genzy tak kuasa menatap mata Kimora, dia memalingkan wajahnya dan langsung pergi tampa sepatah kata pun.


Mama Sarrah merasa jika Kimora pun mulai merasakan rasa cemburu dengan Genzy.


"Sudah yaa Kimora kita lanjutkan saja yaa sarapan nya, kamu harus makan yang banyak yaa sayang."


Mama Sarrah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar Kimora tidak merasa kesal.


"Mam kapan Dokter Rian menjemput aku, ada yang banyak aku ingin bicarakan dengan dia tapi tidak untuk bicara di rumah ini aku merasa sangat tidak nyaman."

__ADS_1


Kimora begitu sangat bersemangat sekali ingin bertemu dengan Dokter Rian, dan membicarakan semua nya kepada Dokter Rian.


"Baiklah sabar yaa sayang, nanti Mama akan menghubungi Dokter Rian supaya dia bisa ke sini."


Mama Sarrah pun mencoba untuk menghubungi Dokter Rian agar bisa segera datang untuk menemui Kimora.


"Kimora, semalam kamu tidur bersama dengan Genzy,?"


Pertanyaan Mama Sarrah sedikit membuat Kimora merasa risih.


"Hmmmm, aku tidur sendiri Mas Genzy tidak menemani aku tidur."


"Semalam Mama bermimpi Ayana dia menangis dan seperti dalam keadaan yang menyakitkan sekali. Ini pertama kali nya Mama bermimpi Ayana sebelumnya Mama tidak pernah bermimpi Ayana."


Kimora merasa mimpi itu seperti jawaban dari apa yang terjadi dia lihat di gudang belakang rumah tersebut, Jasat Ayana tidak ada di gudang belakang rumah dan sepertinya Genzy menyembunyikan kembali jasat Ayana.


"Mama punya rencana bagaimana kalau kita pergi ke tempat pemakaman Ayana dan Papa. Mungkin saja Ayana menangis karena dia sangat merindukan kehadiran kita untuk datang mendoakan nya."

__ADS_1


Kimora merasa sangat kebingungan sekali dia tidak bisa memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Mama Sarrah, karena dia tidak bisa membuktikan nya.


Kimora hanya terdiam dan menundukan kepalanya sambil menghabiskan sarapan pagi nya.


Mama Sarrah terlihat sangat sedih sekali ketika dia menceritakan tentang mimpi nya, mungkin itu pertanda Ayana ingin di istrirahat dengan tenang dan layak seperti umumnya.


"Mama aku sudah selesai makan nya, dan aku akan menunggu Dokter Rian di depan gerbang rumah yaa."


Kimora pun langsung pergi dari meja makan tersebut dia memilih untuk pergi ke luar rumah, Kimora melihat satpam yang baru dan bertanya kepada salah satu pelayan yang ada di sana.


"Kemana satpam yang sudah lama berkerja di sini,? kenapa dia di gantikan oleh satpam yang baru."


Tanya Kimora kepada salah satu pelayan yang ada di hadapannya.


"Dia mengundurkan diri semenjak kejadian ada yang melemparkan benda ke arah jendela kamar dan mengakibatkan kecelakaan terjadi."


Pegawai itu langsung pergi dari hadapan Kimora, dia takut Kimora bertanya-tanya banyak kepada nya.

__ADS_1


"Berarti Mas Genzy belum tahu jika aku yang melakukan semua ini, hmmmm baguslah jadi aku bisa membuat Alena terjuncang pikiran nya."


__ADS_2