
Putri Kimora hanya terdiam saja tidak terbangun dari tidurnya, Suster Diana langsung terkejut dan sangat hawatir sekali.
Suster Diana memegang kening Putri Kimora yang ternyata sangat panas sekali.
"Yaa Tuhan, sudah kuu duga Putri Kimora kembali demam tinggi."
Suster Diana langsung membawa Putri Kimora ke rumah sakit, dia merasa sangat hawatir sekali sampai menangis mengendong Putri Kimora.
Putri Kimora di masukkan ke dalam dia terbaring lemas sekali.
"Sabar yaa sayang, kamu adalah anak yang kuat sekali sayaaaaang jangan seperti ini lagi yaa nanti Ibu Kimora semakin hawatir sekali."
Suster Diana membawa Putri Kimora ke rumah sakit dengan kecepatan mobilnya yang sangat cepat sekali.
Dia seakan tidak peduli bahaya yang dia pikirkan kan hanya lah agar Putri Kimora segera sampai ke rumah sakit.
Di saat Suster Diana sedang menuju ke rumah sakit, Kimora kembali pulang ke Apartemen nya.
Kimora datang ke Apartemen nya dengan keadaan yang masih sangat lemas dan pusing sampai dia harus pergi menggunakan taksi online karena tidak mau merepotkan Dokter Rian.
"Seperti nya Putri dan Suster Diana sudah berangkat ke sekolah, maafkan ibu ini sayaaaaang ibu yang sangat lemah sekali."
Kimora pun pergi ke kamar nya tapi dia melihat pintu kamar Suster Diana yang terbuka lebar.
"Kenapa pintu kamar nya terbuka seperti itu tidak seperti biasa."
Kimora pun menghampiri kamar Suster Diana dan dia melihat kamar Suster Diana yang biasa terlihat sangat rapi pagi ini sangat berantakan sekali.
Kimora terpaksa masuk ke dalam kamar itu dan dia melihat selimut yang terjatuh di lantai serta di meja terdapat roti panggang selai strawberry dan segelas susu coklat hangat.
"Ada apa ini sebenarnya yaa, seperti nya terjadi sesuatu dengan Putri Kimora."
Kimora mencoba untuk menghubungi nomer handphone Suster Diana tapi ternyata handphone nya tidak di bawa.
"Astaga, handphone tidak di bawa lalu aku harus bagaimana."
__ADS_1
Kimora terlihat sangat panik sekali dia pun langsung mengambil handphone Suster Diana dan kembali ke kamar nya untuk mengambil tas nya.
Kimora memasukan handphone Suster Diana ke handphone nya, dia pun harus pergi menggunakan taksi karena mobil nya yang dia simpan di rumah Dokter Rian.
"Seperti nya aku harus langsung pergi ke rumah sakit sejahtera, Suster Diana tidak mungkin membawa Putri Kimora ke rumah sakit yang lain."
Kimora langsung bergegas pergi dia berlari menuju ke lantai dasar dan mencari taksi untuk segera pergi ke rumah sakit.
Sudah hampir 30 menit Kimora menunggu taksi tapi belum juga ada yang berhenti di hadapan nya.
Kimora semakin di buat sangat panik sekali, sampai akhirnya mobil hitam pun berhenti di depan nya.
Kimora langsung mundur karena dia tidak mengenal mobil tersebut.
Kaca mobil itu langsung terbuka dan ternyata itu adalah mobil Genzy.
Kimora langsung terkejut sekali ketika melihat Genzy yang ada di hadapannya, dia yang mencoba untuk menghindari Genzy tapi kenyataannya dia selalu di pertemuan dengan nya selalu.
Genzy memilih untuk turun dari mobil nya, dia menghampiri Kimora yang terus saja mundur menghindari Genzy.
Kimora sebernarnya tidak mau memberitahu Genzy yang sebenarnya terjadi tapi dia juga tidak punya pilihan lain.
Dia harus segera pergi ke rumah sakit sejahtera untuk mencari Putri Kimora.
"Antarkan aku sekarang juga ke Rumah Sakit Sejahtera Mas, nanti di jalan aku jelaskan semuanya."
Genzy pun langsung berlari membuka kan pintu mobil untuk Kimora, Genzy langsung memajukan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
Genzy tidak berani menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dia hanya fokus mengendarai mobil nya menuju ke Rumah Sakit Sejahtera.
Kimora terlihat semakin panik dan sangat gelisah sekali dia menangis di sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit Sejahtera.
Genzy hanya bisa terdiam saja karena dia tahu ketika Kimora sedang sedih dia tidak bisa membuat Kimora tenang.
Genzy hanya bisa memberikan tissue kepada Kimora dan Kimora langsung mengambil nya.
__ADS_1
Kimora melihat Genzy hanya bisa terdiam saja dia tidak menyangka sesuatu kepada nya sampai akhirnya Kimora yang menceritakan semuanya kepada Genzy dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku semaleman tidak pulang ke Apartemen, kondisi mental ku menurun dan aku memilih untuk pergi ke Rumah Dokter Rian. Untuk di berikan obat penenang dan aku konsultasi dengan apa yang ada di pikiran kuu ini aku sampai kan semuanya sehingga aku menjadi sedikit lebih tenang dan aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah dengan menggunakan taksi online karena aku yang masih sangat lemas dan pusing sekali. Mobil aku simpan di tempat Dokter Rian."
Genzy mulai merasakan kecemburuan nya ketika Kimora mengatakan jika dirinya bermalam di rumah Dokter Rian.
Pikiran negatif pun langsung menghampiri dirinya.
"Dan, ketika aku pulang ternyata Putri dan Suster Diana tidak ada di dalam rumah. Aku sempat berpikir jika mereka berdua sudah berangkat ke sekolah tapi aku melihat kamar Suster Diana yang berantakan sekali dan makanan kesukaan Putri Kimora ada di meja tidak di makan sama sekali."
Kimora pun langsung menangis kembali karena menghawatirkan kondisi Putri Kimora.
"Kenapa kamu tidak menghubungi Suster Diana, mungkin saja dia pergi ke sekolah kamu jangan berpikir negatif seperti itu."
Genzy kembali memberikan tissue kepada Kimora.
"Handphone Suster Diana tidak di bawa ada di atas kasur nya, maka nya aku panik seperti ini."
Genzy pun hanya terdiam dan akhirnya mereka pun sampai di depan Rumah Sakit Sejahtera.
Kimora langsung membuka pintu mobil nya dan berlari menuju ke dalam Rumah Sakit.
Genzy pun ikut berlari mengejar Kimora, keberadaan mereka berdua pun terlihat jelas oleh Dokter Rian.
"Kimora dan Genzy sedang apa mereka berdua berada di rumah sakit, siapa yang sedang sakit dan kenapa juga merasa datang berduan."
Dokter Rian mengikuti Kimora dan Genzy terlihat sangat jelas Kimora yang sangat panik sekali.
"Seperti nya terjadi sesuatu dengan Putri Kimora karena tidak mungkin Kimora terlihat sangat panik sekali seperti itu."
Kimora akhirnya menemukan tempat Putri Kimora di rawat, dia melihat Suster Diana yang sedang menangis di luar ruangan.
Kimora langsung menghampiri Suster Diana dia sangat panik sekali.
"Suster Diana,? apa yang sebenarnya terjadi dengan Putri Kimora. Maafkan aku yang tidak bertanggung jawab sebagai seorang Ibu."
__ADS_1
Tatapan mata Suster Diana langsung tertuju kepada Genzy dia mengingat kembali sosok wanita bergaun putih tersebut yang membuat Putri Kimora menjadi seperti ini.