
Melihat Kimora yang sangat panik sekali Mama Sarrah langsung memberikan obat kepada Kimora sehingga membuatnya menjadi lebih tenang.
Mama Sarrah membawa Kimora ke kamar agar dia bisa beristirahat.
"Kenapa lagi kamu nak, seperti nya dia memaksa memikirkan sesuatu yang berat sekali."
Mama Sarrah berniat untuk membawa Putri dia merasa sangat kagen dengan cucu nya itu.
Ketika Mama Sarrah hendak keluar dia melihat Dokter Alena yang mau berangkat ke Rumah Sakit.
Dokter Alena pun langsung menghampiri Mama Sarrah dia berpamitan untuk pergi.
Tidak seperti biasa Dokter Alena bersalaman dan berpamitan sebelum berangkat ke Rumah Sakit.
"Aku berangkat dulu yaa Mam," ucap Alena dengan senyuman manis nya.
Mama Sarrah hanya tersenyum saja kepada Dokter Alena.
__ADS_1
Mama Sarrah pun langsung masuk ke dalam Apartemen Alena dia berniat untuk membawa Putri untuk bertemu dengan Ibunya.
Suster Diana sedang merenung sambil mengendong Putri Kimora.
Mama Sarrah menghampiri Suster Diana, dia duduk di samping nya.
"Ada apa Suster Diana kenapa kamu seperti sedang memikirkan sesuatu,?"
Mama Sarrah memilih untuk membawa Putri Kimora dari pangkuan Suster Diana.
"Saya merasa sangat aneh dengan sikap Dokter Alena sekarang, dia tidak seperti dulu sikapnya sekarang dia seperti tidak peduli dengan Putri Kimora, bahkan biasanya sebelum berangkat ke Rumah Sakit dia mencium kening Putri tapi sekarang dia sangat datar sekali."
"Yaa, Kimora pun seperti sangat membenci Alena dia seperti membenci sekali Alena. Tapi sekarang saya nggak bisa menanyakan langsung kepada Kimora karena tadi pun dia despresi kembali dan meminum obat penenang."
Suster Diana berdiri dari tempat duduk nya.
"Jika Dokter Alena merasa terganggu dengan kehadiran Putri Kimora, lebih Bu Sarrah saja yang menjaga nya dan saya akan memilih untuk berkerja di Rumah Sakit saja."
__ADS_1
Mama Sarrah terkejut dengan ucapan Suster Diana, dia pun langsung berdiri dari tempat duduk sambil mengendong Putri Kimora.
"Suster Diana, kenapa berbicara seperti itu lebih baik kita bicarakan lagi dengan baik-baik bersama Dokter Alena juga."
Suster Diana memandangin wajah Putri Kimora, dan dia pun tersenyum sambil matanya berkaca-kaca.
"Aku sangat menyayangi mu sayang, aku menunggu kamu dari sejak dalam kandungan tapi keadaan yang tidak memungkinkan lagi, rasa tidak nyaman ini seperti membebani aku untuk tinggal di Apartemen ini."
Sikap Dokter Alena yang berubah ketika dia menjalin hubungan terlarang dengan Genzy, sangat berdampak pada sikap perilaku Dokter Alena pada keseharian nya di rumah.
"Suster Diana, kamu jangan kembali ke Rumah Sakit yaa kamu bisa tinggal di Apartemen saya menjaga Kimora dan Putri nya. Kita adalah keluarga sebelumnya jadi kita bisa berkumpul kembali di satu tempat."
Suster Diana merasa terharu sekali dengan kebaikan hati Mama Sarrah kepada nya.
"Terimakasih banyak atas kebaikan Bu Sarrah terhadap saya, saya akan membicarakan ini dengan Dokter Alena."
Suster Diana mengendong kembali Putri Kimora, dia begitu sayang dengan bayi cantik dan lucu itu.
__ADS_1
Kasih sayang Suster Diana sangat tulus sekali seperti dengan anak kandungnya sendiri.
"Sayang, kita nggak akan pernah terpisahkan Suster sayaaaaang kamu, kamu akan Suster jaga sampai kamu besar."