Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 164


__ADS_3

Alena masuk ke ruangan praktek nya, lagi-lagi kekesalan nya dia lampiaskan dengan berteriak-teriak di dalam ruangan nya.


"Aku harus mendapatkan cinta dari Genzy, dia harus menjadi milik ku. Apapun yang terjadi dia tidak boleh kembali dengan Kimora, aku tidak akan pernah membuat Kimora sembuh dari despresi sebelum aku menikah dengan Genzy."


Alena langsung memikirkan rencana yang akan di lakukan, dia akan melakukan apapun demi keinginan tercapai.


"Nanti malam aku akan pergi ke rumah itu, aku harus bisa membuat Genzy tidak sadarkan diri di pelukan ku."


Alena pun langsung tersenyum tipis dengan apa yang akan dia lakukan.


"Genzy harus menjadi milik ku, walaupun Tante Sarrah pasti akan membenciku tapi setidaknya aku adalah menantu nya yang normal, dia pun bisa menerima kehadiran ku untuk putra nya "


Alena langsung mencoba untuk menghubungi nomer handphone Genzy, dan seperti biasa nya Genzy tidak mau menerima panggilan telephone dari Alena.


Setiap Alena menghubungi nomer handphone nya selalu tidak dia jawab.


"Yaa Tuhan, kenapa susah sekali sih menghubungi nomer handphone nya. Dia seperti benar-benar mau membuang ku."

__ADS_1


Alena merasa sangat emosional, dia langsung pergi dari ruangan praktek yang sudah selesai.


"Jika kamu tidak mau menjawab panggilan telephone dari aku, maka aku yang akan selalu datang ke rumah kamu itu dan mungkin untuk tinggal bersama di sana mengantikan sosok istri yang despresi berat itu."


***


Ketika Kimora hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba Dokter Rian datang untuk menghampiri Kimora.


"Dokter Rian, katanya sedang sibuk praktek hari ini,?" tanya Mama Sarrah dengan tersenyum.


"Oh iya Bu Sarrah, tapi sekarang saya sudah selesai dan ingin mengajak Kimora untuk pergi boleh,?"


Dokter Rian langsung membawa Kimora ke dalam mobil nya, sebelum Kimora masuk ke dalam mobil Dokter Rian dan dia melambaikan tangan kepada Mama Sarrah.


"Hati-hati yaa sayang," ucap Mama Sarrah kepada Kimora.


Mereka pun langsung meninggalkan tempat tersebut, dan pergi ke tempat masing-masing yang mereka tuju.

__ADS_1


"Tadi pagi aku despresi kembali sampai Mama Sarrah memberikan aku obat penenang, aku mencoba untuk mengingat sesuatu yang membuat aku ketakutan sekali. Tapi aku tidak bisa menahan diri ku ini."


Kimora pun merasa jika Dokter Rian bisa untuk di percaya, dia akan menceritakan semuanya kepada Dokter Rian.


"Malam ini bagaimana kalau kita pergi ke rumah Suamiku, ada suatu hal yang ingin aku ceritakan tentang rahasia yang selama selalu membayang-bayangi di pikiran ku."


Dokter Rian langsung mentap serius kepada Kimora.


"Kenapa harus malam hari, kenapa tidak sekarang saja kita pergi ke sana."


Dokter Rian semakin di buat penasaran oleh Kimora.


"Harus malam hari karena menurut aku itu adalah waktu yang sangat tepat untuk kita pergi ke ruangan itu karena kemungkinan besar tidak ada yang akan melihat kita."


Kimora kelihatan begitu sangat antusias sekali, mengajak Dokter Rian ke rumah Genzy. Sedangkan tampa Kimora ketahui Alena berniat untuk datang ke rumah Genzy malam ini juga.


"Kimora, kita datang secara baik-baik kan ke rumah suami kamu itu,? kita bukan datang untuk mencuri sesuatu yang ada di dalam rumah itu kan.?"

__ADS_1


Kimora hanya terdiam dia tidak bisa menjelaskan secara langsung kepada Dokter Rian.


__ADS_2