
Kebahagiaan terpancar dari wajah Dokter Alena dan Suster Diana, mereka sampai di apartemen Dokter Alena bersama Baby Mutiara.
Baby Mutiara terus memandangi wajah Dokter Alena yang mungkin dia pikir adalah ibu kandung nya.
Alena tersenyum manis melihat Baby Mutiara yang memandanginya terus.
"Sayaaaaang, ini Mommy Alena yang akan mengurusin kamu setiap hari. Nanti kalau Ibu Kimora sudah sembuh kamu bisa kembali sama dia yah tapi kasih sayang Mommy akan sama seperti kasih sayang Ibu Kimora."
Alena mencium kening Baby Tiara dan mengelus pipi nya.
"Suster Diana, kita harus menjaga dengan baik jangan sampai terjadi sesuatu pun terhadap Baby Tiara."
Suster Diana menghampiri Dokter Alena dia membawa Baby Tiara masuk ke dalam kamar nya.
"Ayooo sayaaaaang kita masuk ke dalam kamar kamu, coba lihat banyak sekali mainan dan boneka-boneka di sini. Kamu bahagia yaa sayang di sini, semoga saja Ibu Kimora cepat sehat kembali."
Suster Diana menidurkan Baby Tiara di kasur khusus bayi, dia terlihat sangat nyaman dan langsung tertidur pulas di kasur tersebut.
__ADS_1
Alena menghampiri kembali ke dalam kamar tersebut, dia terus memandangi wajah tidak berdosa bayi ini.
"Suster Diana, semoga saja pikiran Genzy bisa segera berubah setelah tadi melihat wajah Baby Tiara, setidaknya dia pun mau membantu membuat Kimora semakin membaik."
Suster Diana langsung memegang tangan Dokter Alena.
"Kita yang harus membuat Kimora membaik saja tidak usah lelaki misterius itu, kita pergi secara bergantian ke rumah Ibu Kimora dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di sana."
Alena menggangukan kepalanya dan berpamitan untuk pergi sebentar.
"Suster, aku pergi ke luar dulu yaa sambil membeli susu formula untuk Tiara dan kebutuhan yang belum aku beli, kamu jaga baik-baik Tiara anggap seperti anak kita sendiri yaa, jangan sembarang memasukkan orang asing. Aku takut Genzy sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil Tiara."
"Aku sangat menghawatirkan kesehatan dan keadaan Kimora, aku harus melihat nya sekarang."
Alena masuk ke dalam mobil nya dan langsung menyalakan mesin mobil nya.
******
__ADS_1
Di kediaman Kimora dia mulai bisa mengendalikan dirinya, dia masuk ke dalam kamar nya yang bernuansa pink.
Kimora seakan teringat kembali masalalu, tapi di ingatan nya dia mengingat tangisan dan hanya tangisan.
"Aku sering menangis di ruangan ini, tapi aku juga ingin aku pernah bersama dengan lelaki di kamar ini."
Kimora membuka jendela kamar nya, dia pun mengingatkan kembali sesuatu.
"Aku sering melihat lelaki itu dari jendela kamar ku, dan dia membawa sesuatu, sesuatu itu bunga-bunga mawar putih yang sangat banyak.".
Tiba-tiba Kimora mengingat kembali ruangan serba putih tersebut dan teringat bayangkan mayat Ayana yang tertidur kaku di kasur tersebut.
Kimora langsung membalikkan badannya dia melihat sprei yang dia pakai di kamar nya pun berwarna putih.
Seketika Kimora berteriak-teriak kembali dan menutup rapat wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Aaaaaaaaaaaaaa, tidaaaaaak pergi-pergi aku nggak mau melihat nya, pergiiiiiiiiiiiii."
__ADS_1
Ayah dan ibu Kimora langsung berlari ke dalam kamar Kimora.
Mereka terkejut mendengar teriakkan Kimora yang sangat kencang dan melihat Kimora duduk bersender di bawah jendela kamar nya sambil menutup rapat wajah nya.