
Suster Diana pun langsung menghampiri Sarrah dia memegang tangan Mama Sarrah.
"Buuu, ini aku Suster Diana ibu masih ingat aku kaan. Di saat Bu Kimora sakit dulu kita yang merawat Putri Kimora bersama-sama dan sekarang Ibu Kimora sudah sembuh Putri Kimora tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan pintar."
Sarrah pun seperti mulai ingin mengucapkan sesuatu dia mulai menggerakkan bibir nya.
"Putri Kimora itu adalah cucu Ibu Sarrah, anak dari hasil pernikahan Ibu Kimora dan Pak Genzy."
Sarrah pun langsung mencoba untuk berdiri dari tempat duduk nya, dia seperti ingin menghampiri Putri Kimora.
"Putri Kimora putri Genzy anak kuuu."
Seketika mata nya pun langsung berkaca-kaca ketika menyebut kan nama tersebut.
Kimora pun langsung menghampiri Mama Sarrah sambil mengendong Putri Kimora yang tidak mau lepas dari pelukan nya.
"Ayoo nak lepaskan pelukan erat kamu sayaaaaang, Omah ingin sekali bisa melihat wajah kamu dengan jarak dekat."
Putri Kimora pun mulai melepaskan pelukan erat nya dia mulai memberanikan diri untuk memandangi wajah Omah nya.
"Hmmmm, hai Omah aku Putri Kimora."
Ucap Putri Kimora dengan suara yang sangat pelan sekali terdengar nya.
Sarrah pun langsung menghampiri Putri Kimora dan memegang wajah Putri Kimora dengan tangan yang bergetar dan mata yang berlinang air mata di pipi nya.
"Putri Kimora cucu pertama kuuu."
Sarrah pun langsung memeluk erat Putri Kimora dengan penuh perasaan yang haru.
Kimora pun tidak bisa menahan rasa haru nya dia pun meneteskan air mata nya melihat Putri nya yang akhirnya bisa bertemu dengan Omah nya selama lima tahun lama nya.
Kimora pun memilih untuk pergi dia tidak mau memperlihatkan kesedihan di depan Putri kesayangannya.
Suster Diana pun lebih memilih untuk menghampiri Putri Kimora dan juga Bu Sarrah.
Putri Kimora seperti merasakan sebuah pelukan hangat yang penuh dengan rasa cinta yang tulus dari seorang Nenek dia tidak pernah merasakan hal tersebut sebelum nya walaupun dia sering bersama dengan Nenek nya Rossalinda.
Putri Kimora mencoba untuk melepaskan pelukan erat nya dari Omah nya tersebut.
Dia tersenyum manis sambil menghapus air mata yang mengalir deras di pipi omah nya.
"Omah jangan menangis yaa, Omah harus semangat terus yaa. Omah pasti akan sembuh dari sakit Omah ini nanti Omah bisa main ke Apartemen akuu di sana banyak sekali mainan di kamar aku."
__ADS_1
Suster Diana merasa sangat kagum sekali dengan Putri Kimora dia melewati rasa takut nya karena kekuatan cinta yang pernah Bu Sarrah berikan kepada Putri Kimora dari sejak bayi.
Kimora kembali dia melihat Putri Kimora yang bisa membuat hati Mama Sarrah tersentuh oleh perkataan nya.
"Mam, cepat pulih yaa sehat kembali. Supaya Mama bisa bermain-main bersama dengan Putri Kimora."
Mama Sarrah pun langsung menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis.
Putri Kimora kembali menghampiri Ibu nya.
"Buuuuu, mana Papa kenapa dia tidak ada di sini buuu. Papa di mana buuu."
Kimora pun hanya bisa terdiam ketika Putri nya bertanya tentang Papa nya yang mungkin sedang berada di kantor nya.
Kimora merasa sangat menyesal sekali ketika harus mengatakan tentang Genzy yang tidak ada di Apartemen ini.
"Hmmmmm, Papa sedang berkerja sayaaaaang. Jadi sekarang kita belum bisa bertemu dengan Papa yaa maaf yaa mungkin nanti kita bisa ketemu dengan Papa."
Wajah Putri Kimora terlihat sangat sedih sekali ketika dia tidak bisa bertemu dengan Papa nya.
Suster Diana yang melihat Putri Kimora sedih pun langsung menghampiri nya.
"Sayaaaaang, jangan sedih dong kan bisa ketemu sama Omah nanti kita pulang sekolah bisa ke sini lagi kan lagi pula sekolah nya juga berdekatan dengan Apartemen nya Omah."
"Sayaaaaang, bagaimana kalau sekarang Putri bersama dengan Omah memasukkan bunga-bunga yang Ibu bawa ke vas bunga dan pot bunga yang ada di sana lihat."
Kimora menunjukkan tempat yang biasa Mama Sarrah menghabiskan waktu nya untuk merawat bunga-bunga nya.
Putri Kimora pun langsung berlari menghampiri tempat tersebut.
Kimora mengandeng Mama Sarrah untuk ke bawa ke tempat tersebut.
Sedangkan Suster Diana yang membawa bunga-bunga yang akan mereka hias.
Kimora menunjukkan bagaimana cara nya kepada Mama Sarrah, cara yang Kimora tunjukkan sama seperti yang Mama Sarrah lakukan dulu.
Mama Sarrah pun langsung mengambil bunga-bunga tersebut dan melakukan sama seperti yang Kimora ajarkan.
"Seperti nya ingatan Mama sudah mulai pulih sekarang, perlahan tapi pasti Mama Sarrah akan secepatnya sembuh kembali."
Kimora merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Putrinya bersama dengan Omah nya.
Mereka menghabiskan waktu bersama cukup sangat lama sekali sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari.
__ADS_1
"Sayaaaaang, ini sudah sangat sore sekali lebih baik kita segera pulang saja yaa nanti kita pasti pergi ke sini lagi."
Putri Kimora seperti tidak mau berpisah dengan Omah nya.
"Nanti buuuuuu, ini masih seru banget sebentar lagi kita pulang nya ya buu."
Suster Diana melihat jam di handphone nya yang menunjukkan jam kantor waktu nya pulang kerja.
Suster Diana merasa memang seharusnya Putri Kimora bertemu dengan Genzy walaupun Kimora mencoba untuk menghalangi nya.
"Sayaaaaang, ayo kita pulang yuu sayang sekarang yuuu. Jangan seperti ini yaa Ibu nggak suka."
Suster Diana merasa jika Kimora menyadari bahwa waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja.
"Putri Kimora dengar ibu tidak, ayoo kita pulang sekarang."
Terdengar suara Kimora yang begitu sangat kencang sekali membuat Mama Sarrah pun langsung terkejut mendengar nya.
Putri Kimora pun langsung menghentikan apa yang sedang dia lakukan.
Dia langsung memilih untuk menghampiri Suster Diana karena merasa sangat takut dengan Ibu nya.
Kimora mengabaikan nya dia langsung berjalan menuju ke pintu keluar tampa harus berpamitan terlebih dahulu kepada Mama Sarrah.
Kimora terlihat sangat tergesa-gesa sekali sampai Suster Diana memutuskan untuk mengendong Putri Kimora.
Tapi ketika Kimora hendak membuka pintu keluar ternyata Genzy sudah berada di luar.
Kimora di buat sangat terkejut sekali ketika melihat Genzy di hadapannya.
Putri Kimora pun memilih untuk diam karena dia ingat perkataan Suster Diana.
"Kimora,? kamu berada di sini bersama dengan.?"
Genzy begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Putri Kimora ada di hadapannya.
Kimora tidak bisa menyembunyikan lagi Putri Kimora yang sudah melihat Genzy di hadapannya.
"Ini adalah Papa kamu nak."
Genzy terkejut mendengar ucapan Kimora yang langsung berkata seperti itu kepada nya.
Dia merasa sangat terharu sekali ketika Kimora menyebutkan Papa kepada Putri nya.
__ADS_1