
Sudah hampir 1 jam lebih Kimora, Suster Diana dan Tiara bermain di Apartemen Mama Sarrah.
Kimora mengajak pulang dia berubah pikiran ingin kembali ke Apartemen Alena.
Mereka pun langsung bergegas pergi karena Tiara juga sudah tertidur pulas di pangkuan Mama Sarrah, Suster Diana sudah sangat percaya pada ketulusan hati Mama Sarrah kepada Kimora dan Tiara.
Mereka pun langsung masuk ke dalam Apartemen, mereka melihat Alena sekarang menonton televisi wajah Alena begitu sangat pucat sekali.
Mereka pun menghampiri Alena dan memperhatikan penampilan dan sikap nya yang tidak seperti biasa.
"Dokter Alena, apa kamu baik-baik saja ?,"
Tanya Suster Diana kepada Alena dengan memperhatikan wajah nya yang begitu sangat pucat sekali.
"Aku baik-baik saja, tadi di perjalanan aku melihat yang kecelakaan parah jadi aku sedikit pusing mual dan ingin muntah."
Mendengar perkataan Alena, Kimora langsung mengendong Tiara dari pangkuan Suster Diana dan membawa nya ke dalam kamar.
__ADS_1
Alena pun memberikan barang-barang kebutuhan untuk Tiara kepada Suster Diana.
"Tolong bereskan yaa Suster Diana semua barang-barang keperluan Tiara, aku ingin membuat teh manis hangat,"
Alena pergi ke dapur untuk membuat teh manis hangat untuk menenangkan pikiran nya, tiba-tiba dia terkejut melihat Kimora di samping nya memakai baju panjang berwarna putih.
Seketika Alena menjatuhkan gelas yang dia pegang, air panas nya pun langsung mengenai kaki Alena.
"Aahhhhhhhh, panas sekali,"
Alena langsung memegang kakinya tersebut yang tersiram air panas.
Alena pun langsung berdiri dia binggung akan tidur di mana, dia tidak mau tidur di kamar nya sendiri.
Kimora yang melihat kepanikan dan kegelisahan Alena pun hanya tersenyum tipis.
Kimora membantu Suster Diana untuk membereskan barang-barang yang sudah di beli oleh Dokter Alena.
__ADS_1
Suster Diana merasa sangat senang melihat Kimora yang sudah mulai bisa peka untuk membantu nya.
"Terimakasih banyak yaa, Ibu Kimora sudah mau membantu saya. Sekarang lebih baik ibu tidur bersama dengan Tiara yaa."
Kimora mengikuti apa yang di perintahkan oleh Suster Diana, dia pun langsung pergi ke kamar dan bersiap untuk segera beristirahat.
Kimora menatap wajah cantik putri itu dan mencium kening nya.
"Ibu tidak akan lemah nak, ibu akan membalas orang yang menghianati ibu."
Kimora langsung memeluk erat putri cantik nya itu dengan erat sekali.
Ketika semua sudah beristirahat, Alena hanya bisa terdiam di ruangan tamu. dia sedang merasakan sakit yang luar biasa.
"Kenapa aku jadi seperti ini yaa, siapa yang melakukan ini semua nya. Ahhhhhh aku sangat kesal sekali."
Alena lebih memilih untuk tidur di sofa ruangan tamu, dia memaksa kan mata nya untuk bisa terpejam dia merasa tidak nyaman untuk bisa beristirahat di sofa.
__ADS_1
Kimora keluar dari kamar nya, dia melihat sepertinya Alena sudah tertidur pulas. dengan sangat berhati-hati Kimora masuk ke dalam kamar Alena yang terkunci tapi beruntung nya kunci kamar itu ada di pintu jadi Kimora bisa dengan mudah masuk ke dalam kamar Alena.
Kimora langsung pergi ke kamar mandi nya dia membersihkan baju tersebut sehingga berwarna putih kembali dan menggantung kan nya seperti semula yang di lakukan oleh Alena.