
Genzy tidak bisa lagi untuk menolak permintaan dari Alena dengan sangat terpaksa dia harus menikah dengan Alena.
"Yaa, baiklah aku akan menikah dengan kamu Alena. Ini aku lakukan bukan karena cinta tapi karena terpaksa."
Alena pun merasa sangat senang sekali ketika apa yang dia inginkan selama ini akhirnya terwujud juga.
Alena pun menghampiri Genzy yang menyuruh nya untuk berdiri.
Rasa sakit yang ada di kaki Alena terasa tidak terasa di saat Alena bisa mendapatkan segalanya.
"Berdirilah sayaaaaang kuu, di depan jasad Ayana berjanji lah untuk bisa bersama dengan kuu selama nya. Dan menikah dengan kuu selamanya."
Permintaan Alena begitu sangat berat sekali ketika dia meminta Genzy untuk melamar nya di depan jasad Ayana.
Genzy di buat tidak bisa menahan rasa emosi nya terhadap ada yang sudah Alena lakukan kepada nya.
"Sudah Alenaaaaa apa kamu belum puas dengan semua yang sudah kamu dapatkan, aku mencintai Kimora Leticia bukan Alena Renita dan aku menikah dengan muu itu hanya karena terpaksa."
Alena pun di buat kesal dengan perkataan Genzy yang menyakiti hati nya.
"Baiklah minggu depan kita harus segera menikah lebih cepat lebih baik."
Alena pun langsung meninggalkan Genzy dengan kaki yang masih saja terluka Alena memaksakan diri untuk tetap berjalan.
Ketika Alena pergi Genzy melihat kedua kaki Alena yang terbakar serta gaun putih nya.
Genzy merasa sangat sedih sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena.
"Aku lemah di saat Alena melakukan ini semua, dia berniat untuk membakar jasad Ayana. Aku tidak tau bagaimana jika sampai aku telat datang maka habislah kamu Ayana."
Genzy pun memilih untuk mengantikan gaun putih milik Ayana tapi dia masih tidak bisa terima ketika melihat ke dua kaki Ayana yang terbakar.
"Alena mengambil bukti kemeja putih kuu itu, dan itu memberatkan kuu. Aku harus menikah dengan Alena bukan kembali dengan Kimora bagaimana dengan perasaan Putri Kimora."
__ADS_1
Setelah selesai mengantikan gaun milik Ayana, Genzy membersihkan tetesan darah yang banyak sekali di lantai.
Dia tidak mau membuat para pegawai yang ada di sana semuanya curiga kepada nya.
Genzy menyenderkan kepalanya ke tembok dia seperti mimpi, ketika dia bisa melakukan apapun terhadap yang dia inginkan tapi sekarang dia lemah harus mengikuti keinginan wanita yang sangat di benci nya.
Genzy pun mengingat bagaimana jika Mama nya mengetahui hal tersebut, dia yang sangat dekat sekali dengan Kimora.
"Mama mafkan aku, aku harus menikah dengan wanita yang aku benci dan juga Mama benci tapi aku tidak ingin meninggalkan kalian semua nya aku sangat mencintai kalian semua."
Genzy memilih untuk diam di dalam ruangan tersebut dia merasa sangat sesak sekali dengan apa yang sudah di rasakan hari ini.
Genzy merasa dirinya melayang seperti tidak mempunyai tenaga lagi, Genzy hanya bisa meneteskan air mata nya ketika dia tidak bisa mempertahankan cinta nya dengan Kimora Letica untuk bisa mulai kembali rumah tangga mereka berdua.
Genzy sangat menyesali apa yang sudah dia lakukan selama ini, Genzy mengingat semua yang terjadi yang pernah dia lakukan hanya untuk Ayana Larasati.
Tapi sekarang dia harus kalah dia harus mengikuti keinginan Alena yang tidak pernah dia pikirkan sebelum nya di dalam hidup nya.
Alena mencoba untuk terus berjuang untuk berjalan luka nya semakin sakit sekali tapi dia melawan rasa sakit tersebut.
"Kenapa aku seperti tidak sampai juga kenapa terasa sangat jauh sekali, ahhhhhhhhh aku sudah tidak tahan sekali apalagi aku simpan mobil kuu jauh dari gerbang."
Alena terus saja berjalan dan tiba-tiba saja di depan mata nya seperti ada seseorang yang berjalan di depan mata nya.
Berjalan sangat cepat sekali dan Alena pun seketika langsung terdiam dia seperti di buat sangat terkejut sekali.
"Alenaaaaa kamu harus kuat dengan apa yang terjadi, karena ini adalah pilihan hidup kamu. Kamu akan menikah dengan Genzy itu tanda nya kamu harus siap dengan apa pun yang ada di hadapan muu."
Demi Genzy Alena terlihat sangat berani sekali dia mencoba untuk melawan rasa ketakutan nya dengan apa yang ada di hadapannya.
"Bisakah kalian tidak menggangu kuu, aku akan pergi dari tempat ini dan tidak usah mempersulit perjalanan kuu untuk pulang."
Alena terus saja berjalan dan dia pun tiba-tiba saja memandangi kamar yang pernah di pakai bersama dengan Genzy.
__ADS_1
Alena melihat sosok perempuan bergaun merah dengan rambut yang panjang sedang memegang sebuah pisau.
Wajah wanita itu tidak terlihat oleh rambut panjang nya dan dia berada di belakang gorden berwarna putih.
Melihat sosok wanita bergaun merah tersebut, Alena hanya bisa tersenyum manis.
"Siapa pun kamu aku tidak akan pernah takut, aku tetap akan menikah dengan Genzy dan tinggal di rumah megah ini seperti impian kuu bersama dengan anak-anak kuu dengan Genzy."
Alena mengabaikan sosok wanita bergaun merah tersebut dia melanjutkan perjalanan dan langkah kaki nya tiba-tiba terhenti begitu ketika di hadapan nya ada pisau yang penuh dengan darah segar.
Alena membalikkan badannya dan melihat ke arah jendela kamar yang dia lihat sosok wanita bergaun merah tersebut.
"Dia pergi dan melemparkan pisau ini ke hadapan kuu, pisau dengan darah segar seperti ini."
Alena mengambil pisau tersebut dia membungkus pisau tersebut dengan kemeja putih Genzy.
"Apa ini tanda nya akan ada seseorang yang akan membuat kuu terluka, apa itu adalah Genzy sebelum dia melakukan semua itu kepada kuu. Aku harus membakar jasad Ayana sampai menjadi debu dan membuat Genzy menjadi despresi seperti yang aku rasakan seperti ini."
Alena tersenyum manis sambil memasukkan pisau tersebut ke dalam tas nya.
"Genzy aku akan baik dengan muu jika kamu juga baik dengan kuu tapi aku akan lebih jahat jika kamu menghianati semua nya."
Alena pun berjalan menuju ke gerbang dan banyak sekali yang memadangi penampilan Alena.
Alena tidak memakai alas kaki dengan luka yang ada di bagian kaki nya.
"Buka kan gerbang aku ingin keluar dari rumah ini."
Semua pegawai pun mengikuti apa yang di katakan oleh Alena, karena dia berpikir jika Alena itu adalah Kimora Letica mantan istri dari Genzy.
Dokter Rian melihat Alena yang keluar dari gerbang tersebut dia melihat Alena seperti berjalan dengan sangat kesakitan sekali.
"Kenapa Alena berjalan seperti itu yaa, apakah dia terluka di bagian kaki nya".
__ADS_1
Dokter Rian yang merasa sangat penasaran sekali dia memilih untuk menghampiri Alena dengan mobil nya.