
Kimora pun memeluk erat Riana dengan penuh perasaan.
"Ibu tidak usah meminta maaf kepada saya, karena ini semua nya bukan salah ibu."
Ketika Kimora mencoba untuk menenangkan perasaan Riana, tiba-tiba seorang Suster datang untuk memanggil Riana ke apoteker.
Riana pun langsung pergi dan menitipkan Alena kepada Kimora.
"Ini adalah kesempatan aku untuk bisa berbicara dengan Alena hanya berdua saja."
Kimora mendekati Alena dia merasa jika tekanan mental Alena sangat mendalam sekali.
Kimora memegang rambut Alena yang tipis dan rontok.
"Sama seperti aku yang dulu menyakiti fisik hingga rambut kuu menjadi rontok, ketika aku melihat kamu dan Mas Genzy sedang berdua an di kamar."
Kimora terus saja mengelus rambut Alena.
"Apakah ini adalah sebuah hukum karma itu kamu yang mencoba untuk mencuri pasangan orang lain di saat pasangan sedang sakit dan berjuang hidup."
Mata Alena terlihat seperti akan terbuka Kimora pun mencoba untuk mundur dan menjauhi Alena.
Alena membuka mata nya dengan perlahan-lahan dan dia sangat terkejut sekali ketika melihat Kimora ada di hadapannya.
Melihat Alena yang langsung memandangi wajah nya, Kimora pun langsung tersenyum tipis kepada Alena.
"Kimora Leticia, wanita penghancur hubungan kuuu. Kamu harus pergi dari dunia ini aku akan membuat mu musnah dari dunia ini."
Alena terlihat sangat emosional sekali ketika melihat wajah Kimora.
"Kenapa kamu ingin aku tiada di dunia ini,? sedangkan kamu sendiri yang membuat aku seperti ini membuat Putri kuu tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah dari sejak bayi."
Alena terlihat sangat emosional sekali dia langsung mencabut infusan yang ada di tangan nya.
Dia berniat untuk menghampiri Kimora, Kimora memilih untuk mundur sampai menyenderkan tubuh nya di pintu keluar.
Alena melempar gelas ke arah Kimora dan beruntung nya gelas itu tidak melukai Kimora.
"Kimora kamu harus musnah sekarang juga, kamu harus musnah Kimoraaaaa."
__ADS_1
Suara teriakan Alena membuat orang-orang yang di luar mendengar nya dan mencari sumber suara tersebut.
"Kamu tidak bisa membuat kuu musnah, karena aku mempunyai Putri yang masih butuh sentuhan kasih sayang Ibu nya."
Alena pun langsung menghampiri Kimora dia menampar pipi Kimora dengan sangat kencang sekali.
*Plaaaakkkkkkk.*
Kimora pun langsung memegang pipi nya yang di tampar oleh Alena.
Kimora pun langsung melihat wajah Alena sambil memegang pipi nya yang terasa sangat sakit sekali.
"Kauuu menampar aku hanya karena ingin bisa bersama dengan Mas Genzy, silahkan saja kamu ambi dia sekarang juga karena aku sudah tidak bersama-sama dengan dia."
Kimora mendorong Alena agar dia tidak terlalu mendekati nya.
"Genzy itu milik akuuuuuuu dia milik kuuuuuu, dan dia harus menikah dengan kuuu."
Alena melemparkan gelas ke arah Kimora beruntung nya dia tidak terkena gelas tersebut.
Kimora pun langsung membuka pintu keluar dia langsung pergi meninggalkan Alena sendiri di ruangan nya.
Kimora merasa kondisi Alena sudah sangat parah sekali.
"Auuuuuuu Suster sakit sekali pipi kuu ini hmmmmmmm."
Suster tersebut mengetahui jika pipi Kimora karena bekas sebuah tamparan yang sangat kencang sekali.
"Dok, ini luka bekas sebuah tamparan keras. Siapa yang berani melakukan ini semua kepada Dokter sangat menyeramkan sekali."
Suster tersebut terus saja mengobati Kimora.
"Dokter Alena Renita, Mantan Dokter Specialis Kandungan yang melakukan ini semua nya. Dia despresi berat dan selalu bilang jika aku yang membuat pernikahan nya gagal bersama dengan Mas Genzy."
Suster yang mengobati Kimora langsung terkejut, karena hampir semuanya mengetahui semuanya tentang permasalahan antara Kimora dan Alena.
"Kenapa dia seperti itu, jelas-jelas dia yang salah dia yang menggoda suami sahabat nya sendiri dan menjalin hubungan terlarang dengan sahabat nya sendiri. Astaga dia benar-benar despresi berat."
Kimora pun langsung tersenyum ketika melihat Suster tersebut yang sangat kesal sekali dengan Alena.
__ADS_1
"Dia juga mengancam akan membuat ku musnah, dia benar-benar mengancam kuuu. Dan aku langsung memikirkan bagaimana jika hal tersebut terjadi dan bagaimana dengan Putri Kimora jika Ibu nya tidak ada."
Kimora meneteskan air mata nya, dia memikirkan ancaman dari Alena.
"Sudah Dokter Kimora jangan berpikir seperti itu yaa, semua nya pasti akan baik-baik saja. Dan lebih baik sekarang kita berdoa saja semoga Dokter Alena segera sembuh dan bisa seperti dulu kembali."
Suster tersebut mencoba untuk menenangkan pikiran Kimora.
"Aku rasa hari ini aku tidak akan pulang ke Apartemen dengan keadaan seperti ini, karena Putri Kimora dan Suster Diana pasti akan mempertahankan tentang ini semua nya."
Kimora pun memilih untuk pergi dan berpamitan dengan Suster tersebut, dia memilih untuk pergi ke hotel untuk menginap semalam saja.
Riana begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Alena yang sedang duduk di dekat pintu menangis sambil memegang rambut nya.
Infusan di tangan nya pun tidak terpasang di tangan nya.
"Nak, kamu ini kenapa lagi nak. Apa yang sudah kamu lakukan kepada Dokter Kimora."
Riana pun langsung membawa kembali ke tempat tidur nya, tangan nya begitu sangat bergetar hebat.
"Dia harus musnah Kimora harus pergi dari dunia ini, dia harus pergi aku yang akan membuatnya musnah dari dunia ini."
Tatapan mata Alena begitu sangat tajam sekali dia seperti memendam rasa dendam kepada Kimora.
"Alena, kamu jangan berbicara seperti itu. Apa salahnya Dokter Kimora dia yang tersakiti kenapa kamu yang harus menyakiti nya."
Riana mulai merasa jika apa yang di lakukan oleh Alena sungguh di luar batas.
"Dia sudah membuat aku seperti ini Mam, dia yang membuat aku tidak jadi menikah dengan Genzy dan anak kuu anak kuu menjadi korban dari ini semua nya."
Riana tidak bisa lagi mengendalikan emosi nya kepada Alena, dia pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dan mencari Suster untuk memasang infusan Alena.
Dan ternyata Suster tersebut adalah Suster yang mengobati luka Dokter Kimora.
"Buuu, anak Ibu tadi sudah melukai fisik Dokter Kimora. Pipi nya lebam dan meniru karena tamparan keras dari anak ibu."
Suster itu pun kembali memasang kembali infusan Alena, Riana begitu sangat malu sekali dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena.
Setelah selesai Suster pun langsung meninggalkan Alena yang terlihat terdiam dan lamunan.
__ADS_1
"Alena kenapa kamu harus menyakiti Dokter Kimora dia sangat baik sekali dan kedatangan nya pun ke sini hanya ingin melihat kondisi kamu Alena seperti apa."
Alena mengabaikan perkataan Mama nya dia memilih untuk memejamkan mata nya dan kembali tidur.