
Sarrah langsung pergi dari Rumah Sakit tersebut, dia berjalan cepat menuju ke rumah nya.
Sarrah masuk ke dalam mobil pribadi nya, dia merasa sedikit tenang ketika sudah bisa melihat Kimora.
"Aku harus pergi ke sana setiap hari, kasihan Kimora dia harus mendapatkan perhatian yang khusus yang membuat kondisi semakin membaik."
Di perjalanan Sarrah merasakan teringat kembali dengan bayangan Ayana yang seperti terus menghantui nya.
"Seperti nya, aku sudah lama tidak pergi ke makam Ayana. Seperti nya dia merindukan kedatangan aku makanya setiap di rumah selalu merasa kan halusinasi melihat bayangan nya."
Sarrah memutuskan untuk pergi ke pemakaman Ayana dan Suaminya karena sangat berdekatan. Sebelum nya dia membeli bunga kesukaan Ayana yaitu bunga mawar putih.
Sesampainya di sana, sudah banyak taburan bunga mawar putih di atas makan Ayana.
__ADS_1
"Mungkin hari ini Genzy ke sini, yasudah dia memang masih selalu ingin kepada almarhum istrinya."
Sarrah pun mulai berdoa dan menyimpan 5 tangkai mawar putih tersebut.
"Ayana, Mama tidak mengerti apa yang ada di pikiran suami mu itu. Dia tampa alasan yang jelas meninggalkan istrinya yang sudah melahirkan bayi perempuan yang cantik untuk nya. Mama sangat di buat binggung dengan tingkah laku Suami mu itu."
Melihat matahari yang semakin terang. Sarrah pun langsung pergi dari tempat pemakaman umum tersebut tapi dia tidak melupakan untuk pergi ke makam almarhum suaminya dan berdoa serta menabur bunga mawar merah.
Sarrah langsung bergegas pergi dan masuk ke mobil nya, di perjalanan Sarrah merasakan tidak tenang perasaan nya.
Sarrah langsung turun dari mobil nya, dia melihat ada mobil Genzy di garasi mobil.
"Dia ada rumah jam segini, tumben sekali di pulang."
__ADS_1
Ketika Sarrah membuka pintu rumah nya dia langsung terkejut dengan apa yang dia lihat di depan matanya.
Genzy seketika merubah tampilan rumah seperti dahulu, dia memasang kembali foto-foto kebersamaan nya bersama Ayana. Dia juga memasang kembali foto-foto pernikahan nya.
Sarrah yang melihat pemandangan ini langsung mencari Genzy ke dalam kamar nya, ternyata dia pun langsung merubah tampilan kamar nya seperti dahulu.
"Genzy apa yang kamu lakukan dengan ini semuanya, kenapa kamu merubah kembali tampilan rumah kita seperti dahulu begini. Genzy kamu masih suami sah Kimora dan sekarang dia menjadi seperti orang yang trauma dia seperti orang yang ketakutan sekali, kenapa kamu sedikit pun tidak peduli dengan istrimu ituuuuu."
Sarrah benar-benar tidak bisa menutupi rasa kekesalan nya terhadap putra nya tersebut.
"Kimora sudah tidak akan pernah mau kembali sama aku mam, dia pasti memilih untuk pergi dari kehidupan aku, jadi untuk apa aku harus peduli dengan dia."
Sarrah langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali melihat sikap putra nya tersebut.
__ADS_1
"Jika kamu tidak peduli dengan Kimora, kamu harus peduli dengan anak kamu sendiri dia terlahir prematur dia pun sama sedang berjuang hidup, apa kamu sama sekali tidak mau melihat nya, di saat sedang hamil kamu begitu sangat overprotektif sekali dengan Kimora, tapi sekarang setelah istri kamu sudah melahirkan anak kamu sikap kamu menjadi datar dan tidak peduli sedikit pun."