
Kimora dan suster diana turun dari mobil sewaan nya.dan langsung di sambut oleh mama sarrah.
"Bagaimana dengan kondisi kandungan kamu kimora apa kah semua nya baik-baik saja ?.
Sambil mengelus perut besar kimora.
"Semua nya baik-baik saja ko mam, kandungan aku sehat dan aku harus banyak istirahat dan selalu ceria.karena tensi aku tinggi dan aku juga sudah merasakan kontraksi palsu".
Mama sarrah langsung merangkul kimora masuk ke dalam rumah nya.
Suster diana memandangi sinis dengan sikap mama sarrah.
"Ntah lah itu sikap aslinya atau hanya sekedar topeng semata".
Suster diana membawakan tas Kimora dan menyimpannya di samping Kimora.
"Bu,saya siapkan dulu air teh manis hangat untuk ibu yaa.supaya ibu lebih segar".
Suster diana meninggalkan kimora berduan dengan mama sarrah.
"Mam, jika aku sudah melahirkan nanti.apa mama akan tetap bersikap seperti kepada aku.mama tetap sayang sama aku".
Kimora menatap serius wajah mertuanya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu berbicara seperti itu,mama akan selalu sayang karena kamu yang membuat despresi mama sembuh.karena kehadiran kamu mama bisa sedikit melupakan kepergian suami mama dan menantu mama.itu semua karena kamu".
Mama sarrah memegang pipi kimora.
"Itu semua karena wajah aku mirip dengan almarhumah istrinya mas genzy kan mam.kalau wajah aku tidak mirip tidak mungkin mama mau aku menikah dengan mas genzy.mungkin aku tidak akan masuk ke rumah ini".
Kimora beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke kamar nya.
Suster diana yang memperlihatkan Kimora langsung membawa teh manis hangat ke kamar kimora.
"Apa yang di bicarakan mereka berdua.kenapa wajah ibu sarrah jadi berubah seperti sedih begitu yaa"
Suster diana langsung masuk ke dalam kamar kimora.melihat pintu kamar nya terbuka lebar.
Suster diana menyimpan nya di meja rias.
"Terimakasih yaa suster diana".
Suster diana berdiri di hadapan kimora.
"Apa ibu masih membutuhkan saya di sini untuk mendengarkan apa yang ibu sedang rasakan sekarang".
Sambil melamun Kimora menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah,saya permisi dulu yaa buu".
Suster diana langsung menutup rapat pintu kamar kimora.
"Aku jadi hawatir dengan ibu kimora, kenapa sekarang dia malah jadi melamun begitu yaa.kasihan sekali".
Kimora memperhatikan wajah nya di cermin.
"Wajah ku sangat pucat sekali,mata ku pun bengkak begini.seperi sudah tidak ada gairah untuk melanjutkan hidup saja".
Kimora mengelus-elus perut besar nya.
"Nak,ibu ingin bisa cepat bertemu dengan kamu sayang.mungkin hidup ibu akan lebih bersemangat lagi jika kamu segera hadir di kehidupan ibu".
Kimora berjalan menuju ke jendela kamar nya.memandang sekitar rumah ini dari atas tampak terlihat jelas sekali.
"Aku seperti terkurung di rumah ini.aku tidak bisa bebas pergi ke mana pun.jangan kan bisa pergi berlibur jalan-jalan ke luar.mengililingi besar nya rumah ini pun aku di batasi".
Kimora membuka pintu kamar dan pandangan nya fokus dengan kamar itu.mata kimora fokus tidak berkedip sama sekali.
Tiba-tiba di seperti melihat bayangan putih seperti gaun keluar dari kamar tersebut.
Kimora langsung sangat terkejut dan menutup kembali pintu kamar nya.
__ADS_1
"Astaga,apa yang tadi aku lihat itu seperti nyata sekali".