
Genzy pun hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan dari Kimora.
"Aku mengabaikan Putri Kimora semenjak bayi hal tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan apa yang aku lakukan dulu."
Kimora letica hanya terdiam saja dia merasa hal yang sekarang di lakukan oleh Genzy adalah untuk menebus apa yang sudah di lakukan nya di masalalu.
"Terimakasih banyak atas semua yang kamu berikan kepada Putri Kimora sekarang, aku sangat berterima kasih sekali."
Kimora mencoba untuk berjalan menuju ke semua sudut-sudut yang telah di dekorasi dia sangat senang sekali melihat nya.
"Aku sangat bahagia sekali ketika melihat semua ini, aku pun ikut merasakan kesenangan yang pasti di rasakan juga oleh Putri Kimora."
Genzy mengikuti setiap langkah Kimora, Genzy merasa jika Kimora sangat senang sekali dia tidak hentinya tersenyum manis melihat semua nya.
"Mas, aku pulang dulu ya. Aku ingin secepatnya bercerita kepada Putri Kimora dengan istana ini yang seperti negeri dongeng."
Kimora tersenyum manis kepada Genzy dia langsung memilih untuk pergi menuju ke Apartemen nya.
Setelah melihat Kimora masuk ke dalam mobil nya, Genzy melambaikan tangan nya dengan Kimora dengan senyuman manis nya.
Genzy memikirkan pembicaraan mereka berdua tadi.
"Rasa cinta kuu yang terlalu besar kepada Kimora, apakah bisa untuk melupakan bayang-bayang Ayana Larasati. Tapi aku belum bisa membicarakan semua nya kepada Kimora karena apa yang aku lakukan ini sangat sadis sekali semua hanya karena mereka yang melihat jasad Ayana secara tidak sengaja."
Setelah melihat semua nya Genzy langsung memilih untuk pergi ke rumah nya yang dulu.
Setelah berbicara semua nya kepada Kimora dia langsung merasa merindukan sekali Ayana.
Genzy masuk ke dalam mobil nya, rumah misterius itu lokasi tidak jauh dari taman bermain yang akan di jadikan tempat lokasi ulang tahun Putri Kimora.
Genzy turun dari mobil nya, dia pun langsung menuju ke belakang rumah.
Genzy merasa sangat aneh sekali kenapa pada saat Putri Kimora datang ke sini dan berada di di depan pintu menuju ke ruangan Ayana pintu itu bisa terbuka tanpa kunci.
__ADS_1
Genzy membuka pintu ruangan tersebut, suasana berbeda sangat terasa ketika Genzy masuk ke ruangan tersebut.
Suasana yang sangat dingin sekali dan seperti ada hembusan angin di pundak kita.
Genzy membuka peti mati tersebut dia tersenyum manis melihat jasad Ayana yang sudah kaku sekali.
"Bagaimana cara nya aku bisa merelakan kamu Ayana, senyuman kamu sungguh manis sekali. Aku tidak bisa melihat senyuman manis kamu jika aku harus menguburkan kamu untuk selama nya."
Genzy terus saja memandangi wajah cantik Ayana yang walaupun sudah menjadi mayat tapi tetap saja terlihat sangat cantik sekali.
"Aku sangat sangat mencintai Kimora aku ingin sekali bisa bersama dengan Putri Kimora, dia adalah malaikat kecil kuu."
Genzy sangat mencintai Kimora dan Putri Kimora tapi dia pun masih belum rela untuk meninggalkan Ayana.
Genzy berdiri dari tempat duduk nya, dia mulai mengambil bunga-bunga yang sudah layu dan membusuk.
"Besok aku ganti yaa dengan bunga-bunga yang sangat segar sekali dan cantik, kamu jangan hawatir yaa Ayana untuk saat ini aku masih ingin bersama muu tapi untuk kedepannya aku tidak tahu jika aku bisa bersama dengan Putri Kimora dan Ibu nya."
Genzy mencium bibir yang sudah membeku itu, Genzy menutupin kembali peti jenazah Ayana.
Genzy tidak lupa untuk mengunci pintu ruangan tersebut dan meletakkan kunci tersebut di tempat tersembunyi.
Genzy menyuruh pegawai nya untuk membuang bunga-bunga tersebut.
Terkadang para pegawai pun merasa sangat aneh ketika mereka harus membuang bunga-bunga yang sudah layu dengan bunga-bunga yang masih sangat segar sekali.
"Jaga baik-baik rumah ini jangan sampai ada orang yang masuk ke arah belakang rumah itu sangat bahaya sekali."
Genzy masuk ke dalam mobil nya dia kembali menuju ke taman bermain untuk melihat kerja para pegawai nya.
Untuk mendapatkan hasil yang sangat memuaskan sekali dia harus ada di tempat tersebut.
Genzy ingin sekali memberikan yang terbaik untuk Putri Kimora.
__ADS_1
"Putri Kimora anak ku sayang, semoga kamu selalu bahagia dengan apa yang Papa berikan untuk kamu sekarang. Papa berjanji akan selalu membuat kamu bahagia selalu sayang sampai akhirnya Ibu kamu mau menerima kehadiran Papa di hati kamu."
Genzy menyiapkan kado yang sangat spesial sekali untuk Putri Kimora.
"Semoga kamu suka dengan apa yang Papa berikan untuk kamu sayang, supaya kamu selalu ingin bersama dengan Papa dan selalu mengingat Papa."
Genzy masih saja memperhatikan para pegawai nya yang sedang mendekorasi membuat taman tersebut seperti berada di negeri dongeng.
"Aku ingin sangat sempurna sekali karena ini adalah hari special kelahiran Putri kesayangan kuu."
Genzy memasang foto Putri Kimora dengan ukuran yang sangat besar sekali.
Genzy tersenyum melihat wajah cantik Putri Kimora yang sedang tersenyum manis memakai dress putih yang di berikan Genzy untuk nya.
"Kamu sangat cantik sekali sayang, wajah kamu yang putih pucat dan gaun putih yang sangat cantik sekali membuat kamu terlihat sangat sempurna sekali."
Genzy terlihat sangat bahagia sekali ketika semua nya terlihat sangat sempurna di mata nya.
"Kamu pantas mendapatkan segalanya Putri Kimora, karena apa yang Papa punya itu adalah milik kamu nanti. Sekarang Papa akan selalu berkerja keras hanya untuk kamu sayang, untuk kamu di masa depan."
Genzy pun pergi ke ruangan yang akan akan membuat Putri Kimora seperti yang dirinya inginkan dia menemui salah satu yang akan make up Putri Kimora nanti.
Genzy berkata kepada nya jika dia ingin sekali Putri Kimora di make up seperti yang dia inginkan.
Karena harus menuruti apa yang di katakan oleh Genzy, yang make up itu pun mengangguk kan kepala nya.
"Baiklah, Pak Genzy saya akan mengikuti semua yang Bapak inginkan. Make up untuk Putri Kimora."
Mereka sangat puas sekali dengan apa yang sudah dia perintahkan Genzy pun langsung pergi dari tempat tersebut.
Ketika Genzy pergi sudah menjauh dia pun merasa sangat aneh sekali dengan permintaan dari Genzy.
"Kenapa Pak Genzy menginginkan make up yang seperti itu yaa, padahal sayang sekali anak ini sangat cantik sekali. Jika di pakai make up seperti itu dia tidak akan terlihat Fresh di lihat banyak orang malahan dia akan seperti sangat pucat sekali seperti hmmmmm."
__ADS_1
Akan tetapi dia tidak bisa untuk menolak apa yang sudah di perintahkan oleh Genzy, karena Genzy membayar nya sangat fantastis.