
Genzy menghampiri Dokter Rian, dan Dokter Rian pun langsung memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut. Dia berjalan menuju ke pintu keluar dan Genzy mengikuti langkah nya.
"Sampai kapan kamu menyimpan nya seperti itu, apa itu adalah permintaan terakhir sebelum istri mu meninggalkan meminta jasad nya untuk di awetkan dan di simpan di dalam rumah ini. Kimora ini segera menyelesaikan perceraian nya apa kamu tidak mau Kimora berubah pikiran nya dengan membiarkan Ayana beristirahat dengan tenang, Kimora perempuan yang sangat kuat sekarang dia bisa bangkit kembali dari despresi berat nya sedangkan Alena mungkin dia akan tetap seperti itu keadaan nya."
Setelah Dokter Rian mengatakan hal tersebut dia memilih pergi dari rumah Genzy, perasaan tidak nyaman semakin sangat terasa setelah dia melihat langsung jasad Ayana yang sudah sangat kaku tidak bernyawa.
Genzy memikirkan perkataan Dokter Rian, tapi dia tetap tidak bisa kehilangan Ayana. Dia ingin selalu melihat wajah Ayana seperti hari dan bahkan berpamitan dengan pergi bekerja dengan membawa setangkai mawar putih untuk di simpan di atas jasanya.
***
Di rumah sakit keadaan Alena semakin menghawatirkan sekali, dia pun sampai di bawa ke dalam ruangan khusus.
__ADS_1
Sedangkan Kimora sedang sibuk mengumpulkan berkas-berkas untuk proses perceraian dengan Genzy.
Kimora sudah tidak bisa lagi hidup bersama dengan Genzy.
"Aku tidak mungkin bisa hidup bahagia bersama Mas Genzy, apalagi harus hidup di dalam rumah bersama dengan sebuah mayat kasihan juga Putri Kimora aku takut jika dia dewasa nanti terkena dampak negatif dari perlakuan Papa nya."
Mama Sarrah dengan berat hati membantu proses perceraian Kimora dan Genzy, tapi Sarrah merasa ini adalah jalan terbaik untuk mereka berdua karena Kimora yang sudah terlanjur sakit hati.
Sidang perceraian pun di laksanakan dan mereka resmi bercerai dengan hak asuh Putri Kimora di dapat kan oleh Kimora.
Alena yang bisa kembali menjalankan tugas nya sebagai seorang Dokter harus merelakan pekerjaan nya itu di ganti kan Oleh Kimora atas bantuan dari Dokter Rian.
__ADS_1
Impian Kimora untuk bisa kembali menjadi seorang Dokter Specialis kandungan pun sekarang sudah terwujud kembali, dia memulai kehidupan nya yang baru bersama dengan Putri Kimora dan suster Diana yang selalu setia menemani nya.
Sedangkan Genzy memilih untuk tinggal rumah itu bersama dengan jasad Ayana, Mama Sarrah yang mengetahui hal tersebut kembali mengalami despresi berat. Dia tidak menyangka selama ini dia hidup di dalam rumah bersama dengan mayat menantu nya tersebut.
Semua pegawai yang ada di rumah tersebut meninggalkan rumah tersebut karena sangat ketakutan sekali.
Tapi Genzy masih tetap ingin bersama dengan jasad Ayana dia tidak memperdulikan perkataan orang lain, bahkan mental Mama nya pun dia sudah tidak peduli.
Genzy merasa sangat terpuruk ketika semua orang menjauhinya, dan di situ dia berpikir jika hanya Ayana lah yang setia menemani di siap hari-hari yang tidak akan pernah meninggalkan nya di saat apapun yang terjadi.
Keputusan Kimora yang lebih memilih untuk pergi dari kehidupan Genzy ternyata memang keputusan yang sangat benar, karena kenyataannya Genzy lebih memilih Ayana dari pada kesehatan mental Kimora dan Mama nya.
__ADS_1