
Dokter Rian begitu sangat emosional sekali dia pun langsung mengatakan semuanya
"Yah Alena despresi dia depresi lebih berat dari Kimora, kamu ingatkan Alena pernah meminta pertanggung jawaban karena kehamilan nya. Dan ternyata Alena mengalami keguguran karena sering memukul-mukul perut nya di saat despresi nya terjadi."
Ekspresi Genzy begitu sangat datar sekali dia seperti tidak peduli sama sekali apapun yang terjadi dengan kondisi Alena.
"Tidak ada sedikit rasa simpati kamu terhadap Alena, tidak rasa kasihan karena ini terjadi karena kamu."
Genzy menarik nafas panjang nya, dan menatap wajah Dokter Rian.
"Mama kuu pun sekarang sedang despresi berat dan harus di bawa ke Rumah Sakit Kejiwaan selama lima tahun hanya bisa memandangi nya dari jarak jauh karena ketakutan sekali ketika melihat wajah Anak kandung nya sendiri. Haruskah memperhatikan orang lain sedangkan Ibu kandung sendiri pun mengalami hal yang sama."
Genzy berdiri dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Dokter Rian sendiri an, Dokter Rian tidak habis pikir dengan apa yang sudah di ucapkan oleh Genzy.
"Dia tidak peduli sama sekali dengan kondisi Alena, seperti nya dia masih menyimpan perasaan ingin bersama dengan Kimora kembali. Tapi itu tidak mungkin terjadi apapun yang terjadi Kimora tidak boleh bersama kembali dengan Genzy."
Dengan kekecewaan yang sangat besar, Dokter Rian pun meninggalkan taman tersebut.
***
Kimora, Suster Diana dan Putri Kimora. Menikmati makanan siang kebersamaan mereka.
Tapi Suster Diana tidak seperti biasa nya, dia memikirkan Genzy dan Alena. Dia sangat takut sekali jika mereka berdua tahu tentang Putri Kimora.
Kimora yang memperhatikan sikap Suster Diana yang tidak seperti biasa pun langsung menegur Suster Diana.
"Suster Diana, kamu baik-baik saja kan. Apa kamu sekarang sedang sakit?. Kamu terlihat melamun dan terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu hal."
Suster Diana langsung langsung tersenyum kepada Kimora.
"Hmmmmm, aku baik-baik saja kok Bu Kimora. Aku hanya masih memikirkan sekolah baru Putri Kimora yang berdekatan dengan Apartemen itu."
Kimora pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Suster Diana, dan pun mulai sedikit terpikir kembali.
__ADS_1
"Aku rasa Alena masih berada di Rumah Sakit, dan jika Alena adapun tidak mungkin dia menyakiti fisik Putri Kimora. Karena mungkin dia membenciku saja."
Kimora tidak tahu jika Alena kehilangan anak nya dan itu yang membuat despresi semakin berat.
"Iya buu, semoga saja semua nya baik-baik saja. Tapi tetap saja kita harus berhati-hati dengan Alena karena dia saat dia masih normal pun dia sangat licik sekali."
Mendengar percakapan antara Ibu nya dan Suster Diana, Putri Kimora langsung bertanya-tanya dengan nama Alena itu siapa dan seperti sangat berbahaya sekali.
"Alena itu apa sih Bu, apa dia hantu atau manusia. Dia mengerikan sekali yah Buu apa dia suka makan anak-anak seperti aku ini."
Kimora dan Suster Diana tidak sadar menceritakan Alena di depan Putri Kimora.
"Dia manusia masih manusia kok sayaaaaang, kamu nggak harus hawatir dan takut yah. Yang penting kamu ketika nanti sekolah jangan ngobrol dengan orang asing dan selalu bersama dengan Suster Diana yah."
Putri Kimora pun menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Suster Diana.
"Jaga Putri Kimora baik-baik yah Suster, karena aku tidak bisa selalu bersama nya di setiap waktu. Aku percaya kan 100% Putri Kimora kepada Suster Diana."
Kimora pun tidak pernah terpikir jika suatu hari nanti Suster Diana harus meninggalkan dirinya dan Putri Kimora, karena tidak mungkin mudah mencari seseorang yang seperti Suster Diana yang sangat tulus dan sayang sekali kepada Putri Kimora dari mulai di dalam kandungan melahirkan sampai sekarang berusia 5 taun.
"Yaa Tuhan, kepada hati begitu sangat gelisah sekali seperti hati tidak merestui Putri Kimora sekolah di sana. Semoga saja nasib baik selalu datang di setiap waktu untuk Putri Kimora."
Putri Kimora sudah siap pergi ke sekolah baru nya, dia terlihat sangat ceria sekali.
"Sayang, jangan nakal yah dan ingat pesan Ibu jangan mau diajak ngobrol dengan orang asing dan jangan pernah jauh dari Suster Diana."
Kimora memberikan kepercayaan besar kepada Suster Diana, karena dia tidak bisa bersama dengan Putri nya 24 jam.
"Kalau begitu kita pamit dulu ya Bu, semoga semuanya baik-baik saja."
Suster Diana pun langsung menuntun tangan mungil Putri Kimora, dia terlihat sangat ceria sekali.
"Hmmmmm, Putri Kimora jika kamu melihat sosok yang menurut kamu bukan manusia abaikan saja yah sayang. Anggap saja kamu tidak melihat dia pokoknya abaikan saja."
__ADS_1
Putri Kimora menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Suster Diana, Putri Kimora mulai terbiasa dengan apa yang dia lihat.
Mereka pun tiba di sekolah tersebut dan sekolah itu, dan ternyata bangunan nya pun memang berdampingan dengan Apartemen Alena dulu.
"Apartemen ini kan menjulang tinggi sekali jadi belum tentu juga bisa bertemu dengan Alena dia pun pasti terkurung di Apartemen nya."
Suster Diana pun di sambut untuk bisa melihat semua ruangan bersama dengan Putri Kimora.
Terlihat Putri Kimora yang seperti sangat menyukai tempat tersebut, dan pada akhirnya besok Putri Kimora sudah bisa bersekolah di sana.
Suster Diana pun langsung membawa pergi Putri Kimora untuk pulang, genggaman Suster Diana sangat erat sekali menggenggam tangan mungil tersebut.
Suster Diana bernafas lega ketika sudah masuk ke dalam mobil nya, Putri Kimora memperhatikan wajah Suster Diana yang tegang.
"Suster Diana kenapa,? kenapa wajah Suster seperti ketakutan seperti itu."
Suster Diana pun langsung tersenyum lebar menutupi rasa ketakutan nya.
"Hmmmmm, Suster sedikit pusing dan mual. Seperti nya tidak enak badan jadi seperti ini."
Putri Kimora pun langsung mengabaikan nya, dan pandangan nya fokus kepada Apartemen itu.
"Kenapa Putri Kimora, apa ada sesuatu hal yang lihat di sana?."
Putri Kimora tidak menjawab pertanyaan Suster Diana, dia terus memandangi Apartemen itu. Suster Diana pun memilih langsung menjalankan mobilnya.
Putri Kimora pun langsung cemberut sambil matanya melihat ke atas, Suster Diana merasa sangat ketakutan sekali dia takut Putri Kimora kerasukan.
Suster Diana memberhentikan mobilnya, dia pun langsung memegang ke dua pipi Putri Kimora.
"Kamu baik-baik saja kan sayang, kenapa wajah kamu seperti itu sih. Suster takut."
Putri Kimora langsung membalikkan wajah nya kepada Suster Diana.
__ADS_1
"Aku ingin bisa bertemu lagi dengan Om yang memberikan aku setangkai mawar putih, coklat, dan balon merah. Om itu sangat baik sekali aku ingin bisa bertemu dengan Om itu."
.