Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 49


__ADS_3

Alena membuka peti yang bercet putih itu dengan perlahan-lahan.


Ketika alena membuka nya alena langsung berteriak.


Genzy langsung berlari menghampiri Alena.


"Apa apa Alena ?".


Alena terdiam melihat isi peti mati tersebut.


"Apa ini genzy, tumpukan bunga-bunga yang sudah busuk.kenapa kamu taruh di sini".


Genzy terdiam dan langsung menutup lagi peti mati tersebut.


"Kenapa kamu berteriak ? hanya karena melihat tumpukan bunga-bunga yang busuk ?".


Genzy bertanya dengan wajah yang sinis kepada alena.


"Aku pikir, isinya bukan itu".


Alena sangat gugup suaranya masih saja bergetar.


"Apa yang kamu pikirkan ? sudah puas kah kamu di sini ayo kita keluar".


Genzy menarik tangan Alena dengan kasar sekali.


"Ahhhhhhhh,sakit sekali genzy,aku bisa berjalan sendiri ko kamu tidak usah menarik tangan aku".


Genzy melepaskan tangan Alena.


Alena langsung bergegas pergi dia tidak melirik lagi ke area sudut ruangan itu.

__ADS_1


Dia berjalan dengan menundukkan kepalanya.


Sesampainya di depan pintu genzy langsung mengunci pintu tersebut.


Wajah alena sangat pucat sekali.


Bajunya pun basah karena keringat nya.


Tatapan mata alena terlihat sangat kosong.


"Kamu baik-baik saja kan dokter alena ?".


Genzy memegang pipi alena yang basah dan dingin.


"Aku masih sangat ketakutan, jantung ku masih berdebar kencang sekali.tangan ku pun masih sangat bergetar".


Genzy membawa alena untuk duduk di lantai.


Genzy mencoba menenangkan Alena.


Alena menggangukan kepalanya.


"Apa yang akan kamu katakan kepada kimora".


Alena terdiam dia pun malah menjadi melamun.


Genzy menepuk pundak Alena.


Alena langsung terkejut dengan tepukan tangan genzy tersebut.


"Yaa tuhan".

__ADS_1


Alena memegang dadanya.


"Apa yang akan kamu katakan kepada istriku Kimora tentang kejadian malam ini apa kamu akan mengatakan semuanya kepada kimora ?".


Genzy memandang wajah Alena dengan jarak yang sangat dekat sekali.


"Aku tidak tahu,apa yang harus cerita kan kepada nya.aku punya pertanyaan kepada mu genzy".


Alena langsung menatap kembali wajah genzy.


"Apa yang membuat kamu, masih menyimpan barang-barang bekas istri kamu yang sudah meninggal di kamar kalian yang jelas-jelas kamu sudah menikahi kimora ? dia sudah jadi istri baru kamu ?".


Pertanyaan Alena membantu genzy menarik nafas.


Alena memberikan lagi pertanyaan kepada genzy.


"Apa kamu ingin kimora seperti ayana ? semuanya tentang Ayana harus di miliki oleh kimora ?."


Mata genzy langsung seperti berkaca-kaca.


"Niat aku menikah kimora supaya mama sembuh.kehadiran Kimora yang terlalu cepat membuat aku tidak bisa menggantikan posisi Ayana di kamar itu.ayana adalah cinta pertama ku aku sayang sekali kepada alena aku belum bisa melupakan ayana.aku terlalu sayang sekali kepada nya".


Genzy menundukkan kepalanya.


"Sekarang kimora sudah hamil ? tidak mungkin kamu tidak mencintainya kan.tidak mungkin juga kamu bisa melupakan hubungan suami istri kalau masih teringat istri mu yang dulu".


Genzy menarik nafas yang panjang.


"Iyaa, kimora sekarang sedang mengandung anak ku.tapi jujur saja sampai saat ini walaupun aku sudah sangat dekat dengan kimora seperti layaknya hubungan suami istri.tapi hati aku tetap untuk Ayana larasati.dia selalu ada di hati ku.dan aku sangat berharap anak ku berjenis kelamin perempuan".


Genzy langsung berdiri dan memegang tangan alena untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Ayoo,kita pergi kamu jangan terlalu lama di sini nanti kamu bisa pingsan".


Alena langsung berpikir kembali kenapa genzy menginginkan anak perempuan.


__ADS_2