Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *365*


__ADS_3

Dokter Rian hanya membicarakan hal tersebut di dalam mobil nya, dan Kimora meminta nya untuk mengantarkan pulang.


"Dokter Rian, aku ingin pulang sekarang juga. Aku harus membicarakan hal ini dengan Suster Diana karena aku sangat butuh sekali bantuan dia untuk membicarakan ini kepada Putri Kimora."


Dokter Rian merasa sedih ketika Putri Kimora harus melihat Papa nya menikah dengan wanita yang dia benci.


Tapi di samping itu Dokter Rian mempunyai harapan untuk bisa bersama dengan Kimora.


"Baiklah Kimora semoga Putri Kimora bisa menerima kenyataan ini semua nya."


Dokter Rian pun mengendarai mobil nya menuju ke Apartemen Kimora.


"Aku sangat sedih sekali bukan karena pernikahan Mas Genzy, tapi aku sangat sedih ternyata Alena akhirnya bersama dengan Mas Genzy. Padahal dulu dia seperti tidak mempunyai perasaan terhadap Mas Genzy tapi ternyata semuanya bisa menjadi seperti ini."


Dokter Rian memegang tangan Kimora seperti menguatkan.


"Aku tahu kamu pasti sakit hati bukan karena kamu masih cinta dengan Genzy, tapi kerena Alena yang merupakan sahabat sejati kamu sekarang dengan cara licik nya dia menikah dengan Mantan suami sahabat nya sendiri."


Kimora pun menteskan air mata nya dan berusaha untuk tersenyum.


"Sudah yaa Kimora semoga kamu mendapatkan yang terbaik untuk kehidupan kamu ke depan nya."


Dokter Rian sangat berharap besar Kimora mau membuka pintu hati nya untuk nya.


Kimora pun membuka pintu mobil Dokter Rian dia pun berpamitan untuk pergi.


"Aku pulang dulu yaa, kamu hati-hati yaa di jalan nya."


Kimora melambaikan tangan nya kepada Dokter Rian.


Dokter Rian merasa sangat senang sekali malam ini dia bisa bersama dengan Kimora.


Kimora mulai mempersiapkan diri nya untuk bisa membicarakan semua kepada Suster Diana.

__ADS_1


"Semoga saja Suster Diana dia belum tidur."


Kimora membuka pintu dan dia melihat Suster Diana yang sedang ketiduran di sofa.


Kimora merasa tidak tega jika dirinya harus membangun kan Suster Diana, Kimora memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dan membawa kan selimut untuk Suster Diana.


Tapi di saat Kimora yang mau menyelimuti tubuh Suster Diana tiba-tiba saja dia terbangun dari tidur nya.


Kimora pun sangat terkejut sekali ketika melihat Suster Diana terbangun.


"Astagaaaa, Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membangun kan kamu."


Suster Diana pun terbangun dan langsung duduk di sofa.


"Tidak apa-apa Dokter Kimora, saya memang sengaja menunggu kedatangan Dokter Kimora."


Kimora duduk di samping Suster Diana dia langsung menceritakan semuanya kepada Suster Diana.


"Mas Genzy akan segera menikah secepatnya dengan Alena, mereka berdua akan bersatu di pernikahan."


"Dokter Kimora tidak sedang bercanda kan,? ini tidak mungkin terjadi. Pak Genzy itu sangat membenci sekali Alena apalagi ketika Alena melukai Dokter Kimora."


Rasa penasaran Suster Diana semakin nyata dia terus memandangi Kimora agar segera menjelaskan semua nya kepada nya.


"Alena mencoba untuk membakar jasad Ayana, tapi langsung ketahuan oleh Mas Genzy. Menurut Dokter Rian itu adalah alasan Mas Genzy mau menikah dengan Alena."


Suster Diana menggelengkan kepalanya dia tidak percaya dengan apa yang di putuskan oleh Genzy.


"Hanya karena takut kehilangan Jasad Ayana yang sudah tidak mungkin bisa kembali hidup Pak Genzy melakukan ini semua nya, ini sangat tidak masuk akal sekali kenapa dia semakin berlebih-lebihan seperti ini. Apakah dengan kehadiran Putri Kimora di hidup nya itu tidak cukup membuat nya bahagia."


Suster Diana di buat sangat kesal sekali dengan Genzy yang memilih untuk menikah dengan Alena.


"Aku dan Dokter Rian pun merasa tidak mengerti apa yang ada di pikiran Mas Genzy, sampai kapan dia terus berhalusinasi seperti ini. Bagaimana jika Alena berhasil membakar jasad Ayana apa yang terjadi dengan mereka berdua."

__ADS_1


Kimora terlihat sangat sedih sekali dan Suster Diana pun menyadari nya.


"Jika aku tahu akan seperti ini jadi nya, aku sangat menyesal sekali telah mempertemukan Putri Kimora dengan Papa nya. Putri Kimora pasti tidak akan bisa menerima kehadiran Alena dia pasti sangat kecewa sekali jika mengetahui Papa nya akan menikah dengan wanita yang dia sebut Tante Jahat."


Suster Diana langsung memeluk erat tubuh Kimora dia mencoba untuk menenangkan perasaan Kimora.


"Tidak hanya Putri Kimora yang akan kecewa bagaimana juga perasaan Bu Sarrah jika dia mengetahui ini, padahal sekarang kondisi Bu Sarrah sudah membaik sekali."


Kimora pun juga memikirkan bagaimana cara dia mengatakan ini semua kepada orang tua.


"Aku juga harus menceritakan semuanya kepada Ibu dan Ayah, ketika dulu pernikahan ku dengan Mas Genzy hanya di gelar sangat sederhana sekali dan sekarang Alena meminta pesta pernikahan yang luar biasa mewah."


Suster Diana tidak mengerti bagaimana jika dirinya berada di posisi Kimora sekarang, Suster Diana sangat berharap besar jika Dokter Rian bisa menikah dengan Kimora.


"Sekarang yang kita pikirkan kapan kita membicarakan hal ini dengan Putri Kimora,? apakah langsung besok atau menunggu saat yang paling tepat saja."


Kimora terlihat melamum ketika Suster Diana membicarakan kapan mereka akan memberitahu kepada Putri Kimora.


"Lebih cepat lebih baik dari pada dia harus mendengar dari Alena, Alena pasti mempunyai rencana untuk bisa mengatakan langsung kepada Putri Kimora."


Kimora pun beranjak dari tempat duduk nya dia berjalan menuju ke kamar Putri Kimora, dia melihat Putri Kimora yang sedang tertidur pulas sekali.


Kimora mengelus rambut panjang Putri Kimora sambil mencium kening nya.


"Anak ibu yang cantik mimpi indah yaa sayaaaaang, semoga kamu akan selalu ceria selalu yaa sayang. Dan kamu bisa kuat mendengar apa terjadi sekarang, kamu sudah tidak bisa membayangkan kebersamaan Ibu dan juga Papa kamu. Dan mungkin saja kamu tidak bisa bersama dengan Papa seperti sedekat dulu.,


Kimora tidak kuasa menahan air mata nya dia pun langsung pergi dari kamar Putri Kimora dan berlari menuju ke kamar nya.


Kimora mengunci pintu kamar nya dia menangis meluapkan perasaan yang dia rasakan sekarang.


Rasa sakit hati Kimora di hianatin oleh sahabat nya sendiri, walaupun kejadian ini sudah sangat lama sekali tapi rasa sakit yang di rasakan oleh Kimora begitu sangat membekas di hati nya sampai sekarang.


Suster Diana hanya bisa berdiri di depan pintu kamar Kimora, dia mendengar teriakan-teriakan Kimora melampiaskan sakit hati di hati nya.

__ADS_1


"Dokter Kimora semoga yang terbaik segera datang menghampiri muu, dan kamu Alena Renita kamu sangat jahat sekali aku tidak bisa selalu seja terdiam seperti ini."


Suster Diana pun memilih untuk pergi dari depan pintu kamar Kimora, dia memilih untuk tidur bersama dengan Putri Kimora.


__ADS_2