
Ketika Kimora hendak masuk ke kamar itu, dia pun mendengar suara suaminya dan Mama Sarrah yang seperti nya sedang berjalan menuju ke kamar nya masing-masing. Kimora memilih untuk berlari ke kamar nya dan berpura-pura sudah tidur, Kimora memejamkan mata nya.
Genzy pun memilih untuk masuk kembali ke kamar Kimora, dia ingin melihat kembali wajah istrinya. Genzy terus memandangi wajah Kimora dan mencium kening istrinya tersebut sambil mengusap rambutnya.
"Kimora sayang maafkan aku yaa banyak sekali kesalahan ini dan banyak sekali rasa sakit hati yang sering di berikan, berharap kita bisa bersama-sama kembali memulai kembali kepercayaan untuk berumah tangga."
Genzy mencium kembali kening istrinya tersebut sambil meneteskan air mata yang terjatuh di pipi Kimora, Genzy benar-benar pergi meninggalkan Kimora sendiri di dalam kamar nya.
Kimora hanya bisa terdiam dan berpura-pura tidur, hati kecil nya tiba-tiba terusik merasakan ketulusan hati suaminya.
***
Dan ke esokan hari nya Kimora dengan sangat semangat sekali pagi-pagi sudah terbangun dari tidurnya dia sudah cantik dan duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
Mama Sarrah melihat Kimora sangat ceria sekali pagi ini, wajah nya begitu cerah dan bersinar.
"Pagi sayang, hari ini kamu bersemangat sekali yaa. Ayooo ada apa ada apa.?"
Tanya Mama Sarrah kepada Kimora dan muncul Alena dan Genzy secara bersamaan datang menuju ke meja makan.
"Hari ini aku senang karena akan bertemu dengan Dokter Rian, dan aku akan bercerita banyak sekali sekarang."
Genzy yang cemburu pun hanya bisa terdiam ketika Kimora akan bertemu dengan Dokter Rian.
Kimora melirikan mata sinis kepada Alena, yang terdiam seperti masih ingat berlama-lama untuk tinggal di rumah ini.
"Seperti nya Dokter Alena ingin lebih lama tinggal di sini bersama dengan Mas Genzy, tinggal saja di sini yaa dan semoga cita-cita kamu terwujud kan."
__ADS_1
Mama Sarrah pun semakin yakin sekali jika ada yang tidak beres dengan mereka berdua, mendengar perkataan Kimora. Dokter Alena masih saja berdiam diri.
"Hmmmm, yasudah yaa silahkan kalian makan yaa yang banyak."
Mereka pun semuanya menikmati sarapan pagi mereka, Genzy dan Alena mereka kompak sekali diam di saat awal makan dan sampai akhirnya selesai makan.
"Genzy, Mama dan Kimora hari ini kembali pulang ke Apartemen yaa. Jika kamu kesepian pergi saja ke sana yaa."
Genzy pun hanya mengangguk an kepalanya dan dan memandangi wajah Alena.
"Alena kamu juga harus pulang ke Apartemen kamu, berkaca diri kamu tidak punya malu sama sekali menginap di rumah orang yang tidak ada ikatan persaudaraan sama sekali. Memalukan sekali seorang Dokter tapi murahan."
Genzy pun langsung pergi meninggalkan tempat sarapan, semua yang ada di sana sangat terkejut sekali dengan perkataan Genzy tersebut dan mereka pun lebih memilih untuk diam.
__ADS_1
Alena yang tidak kuasa menahan rasa malu nya pun langsung pergi dari meja sarapan tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil nya, dia begitu sangat sakit hati dengan perkataan Gennzy yang seperti sangat merendahkan diri nya tapi dia tetap tidak mau mundur untuk bisa mendapatkan segalanya termasuk Genzy menjadi suaminya.