
Alena sampai menangis dia ingin keluar dari kamar tersebut, Alena sampai menudukan badannya memohon kepada Genzy.
"Aku mohon, aku ingin pulang sekarang jangan halangi jalan ku."
Genzy tetap tidak membiarkan Alena untuk pergi dari kamar itu, dia hanya tersenyum melihat Alena yang sangat ketakutan sekali.
"Dokter Alena, bermalam dengan kuu malam ini. Maka semuanya akan beritahu kan, kamu bisa mengubah nafsu ku ini menjadi cinta."
Genzy memaksa Alena untuk mengikuti keinginan nya, dia mengendong Alena dan menjatuhkan nya di atas kasur.
Mata Alena terus tertuju kepada foto-foto Ayana yang menghiasi dinding kamar nya.
"Aku takut Genzy, aku tidak mau bayangan-bayangan Ayana seperti nya. Dia seperti memperhatikan aku, tidak aku mohon jangan sekarang aku belum siap."
Tapi Genzy tidak memperdulikan perkataan Alena Genzy memeluk erat tubuh Alena.
Alena mencoba untuk memejamkan mata nya, karena setiap dia membuka matanya Foto-foto Ayana seperti hidup kembali.
Genzy menatap wajah Alena yang begitu sangat ketakutan sekali, air mata Alena mengalir deras di pipi nya.
Genzy mengusap air mata Alena, melihat Alena menangis Genzy seperti mulai luluh. Genzy beranjak dari tempat tidurnya dia berjalan dan membuka kunci kamar tersebut.
__ADS_1
Melihat Genzy membuka pintu kamar nya, Alena langsung bergegas pergi dari kamar tersebut.
Genzy memegang tangan Alena dan mengecup nya.
"Aku harus segera pergi Genzy, jangan halangi aku untuk pergi aku mohon yaa."
Genzy seperti tidak merelakan kepergian Alena, dia terus menggenggam erat tangan Alena.
"Aku ingin bersama dengan kamu malam ini Alena, aku tidak bisa membohongi perasaanku ini."
Alena langsung terdiam mendengar perkataan dari Genzy, dia menatap wajah Genzy dan ketika Alena melupakan persahabatan nya dengan Kimora.
Alena menghampiri Genzy dan langsung memeluk erat mesra dengan penuh perasaan sekali.
Mereka saling berpelukan mesra kembali, Alena menatap wajah Genzy dan tersenyum.
Dia sangat tidak menyangka bisa seperti dengan suami sahabat sendiri, berdua an di dalam kamar yang bisa di pakai oleh Kimora.
Mereka pun tidur bersama an, seakan tidak ingin di pisahkan.
"Tenang saja aku hanya ingin bermain-main mesra dengan kamu, tidak akan mengambil mahkota mu malam ini."
__ADS_1
Ucap Genzy berbisik mesra di telinga Alena.
Mereka pun melakukan nya sampai mereka merasa puas satu sama lain nya.
Jam menunjukkan pukul 11:00 malam.
Alena langsung beranjak dari tempat tidurnya, dia ingin segera pulang, Genzy pun seketika terbangun.
"Buang semua foto-foto Ayana yang ada di kamar mu ini, aku ingin segera pulang sekarang juga."
Ucap Ayana dengan sangat tegas sekali, mendengar perkataan itu Genzy langsung mengikuti keinginan Alena.
"Alena, apa kah kamu tidak mau menganti baju mu itu, terlihat sangat kusut sekali kamu bisa memakai dress Kimora yang pernah aku berikan kepada nya tapi belum terpakai."
Genzy langsung memberikan dress itu kepada Alena, Genzy pergi keluar untuk membuang foto-foto Ayana seperti keinginan Alena.
Alena pun terpaksa memakai dress tersebut, dia tidak punya pilihan lagi karena baju nya memang sangat kusut sekali.
Alena menyimpan baju nya di atas tempat tidur.
"Maaafkan aku Kimora, aku menghianati kamu."
__ADS_1
Alena langsung bersiap-siap untuk segera pulang.