Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (242)


__ADS_3

Kimora terus memandangi wajah pucat pasih putri nya tersebut, dia terus mengelus rambut nya sambil meneteskan air mata nya.


Suster Diana hanya bisa terdiam sambil melihat Kimora yang kesedihan, orang tua Kimora pun datang untuk bisa melihat cucu kesayangan tersebut.


Suster Diana lebih memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, dia pun memilih untuk pergi ke kantin Rumah Sakit.


Suster Diana termenung ketika dia tahu jika Putri Kimora mempunyai kelebihan seperti itu, dia memikirkan bagaimana kedepannya kehidupan Putri Kimora.


"Aku merasa tenang jika Putri Kimora tidak memiliki sikap seperti Ayah nya, tapi kenapa dia jadi seperti ini Yaa Tuhan. Dia seperti ini karena dia kaget dan ketakutan sekali dan mungkin terus menerus Putri Kimora pasti akan terbiasa dengan kenyataan ini."


Suster Diana meminum teh hangat untuk menenangkan pikiran nya, dia memilih untuk merahasiakan ini dari Kimora.


Dokter Rian menghampiri Suster Diana, dia pun duduk di samping kursi Suster Diana.


"Suster Diana, ada di Rumah Sakit ini. Siapa yang sakit?."

__ADS_1


Tatapan mata tajam Dokter Rian memandangin wajah Suster Diana.


"Hmmmm, Putri Kimora dia demam tinggi dan Bu Kimora memilih untuk langsung membawa nya ke rumah sakit tapi ternyata suhu tubuh nya semakin tinggi dan akhirnya harus di rawat inap."


Mendengar perkataan Suster Diana, Dokter Rian langsung pergi meninggalkan Suster Diana.


"Dia begitu sangat perhatian sekali dengan Bu Kimora, tapi kenapa Bu Kimora masih saja menutup hati nya. Apa mungkin Bu Kimora masih mengharapkan cinta dari Pak Genzy, semoga saja lima tahun berlalu dia menjadi manusia yang normal."


Suster Diana pergi kembali ke ruangan Putri Kimora, dia berniat untuk pulang karena melihat banyak sekali yang berkunjung melihat Putri Kimora.


Kimora mengijinkan Suster Diana untuk pulang, karena Putri Kimora masih saja tertidur pulas.


Suster Diana hanya bisa tersenyum manis sambil memandangi wajah Putri Kimora dari pintu.


Ketika Suster Diana hendak keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba terdengar suara lirih yang memanggil nama nya.

__ADS_1


"Suster Diana jangan pergi temani aku di sini aku takut, aku hanya ingin di temani oleh Suster Diana saja."


Mendengar suara lirih Putri Kimora, Suster Diana langsung berlari menghampiri Putri Kimora.


"Sayang kamu sudah sadar, kamu masih pusing yaaa. Suster Diana tetap di bersama dengan Putri Kimora yaa sayang."


Mendengar perkataan Putri Kesayangannya yang lebih memilih untuk di temani oleh Suster Diana dari pada dia, Kimora mulai merasa terasing kan oleh Putri kesayangannya sendiri.


Dengan berat hati Kimora, orang tua nya dan Dokter Rian memilih untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Kimora kamu harus kuat yaa, mungkin sekarang Putri kamu memang sedang butuh sosok Suster Diana. Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh yaa semoga Putri Kimora secepatnya sembuh, aku pergi dulu yaa."


Dokter Rian pergi meninggalkan Kimora dengan Orang tua nya, Ibu Kimora (Rossalinda). Langsung menghampiri Kimora.


"Kimora, kalau menurut ibu kamu jangan terlalu dekat dengan Diana itu, berikan saja Putri Kimora kepada Ibu memang kamu tidak hawatir dia bisa menjadi duri juga diantara hubungan kamu dengan Dokter Rian. Buktinya sekarang saja dia dengan mudah mengambil hati Putri Kimora."

__ADS_1


__ADS_2