
Genzy memeluk erat Kimora dari belakang, membuat Kimora semakin sedih.
"Lepaskan aku jangan bersikap seperti ini lagi, aku mohon lepaskan pelukan ini."
Genzy mengikuti apa yang Kimora katakan dia melepaskan pelukan erat nya, Kimora pun langsung berjalan menuju ke dalam rumah nya dan Genzy pun mengikuti nya dari belakang.
Di meja makan Alena sangat berharap sekali Genzy bisa duduk di samping kursi nya, dan mereka bisa bersama an.
Ketika Genzy dan Kimora datang suasana pun menjadi langsung berubah Genzy terlihat sangat sedih sekali sedangkan mata Kimora seperti sudah menangis.
Alena pun langsung mencurigai mereka berdua, Alena takut malam ini adalah malam bersatu nya mereka berdua.
"Hmmmm, Kimora kamu harus ingat yaa kamu itu kan sudah mengalami operasi caesar dan operasi an juga sempat bermasalah karena di saat kamu sadar dan langsung tidak bisa mengendalikan emosi membuat luka itu menjadi sobek kembali."
Semua yang ada di depan meja makan pun merasa tidak mengerti dengan ucapan Dokter Alena terhadap Kimora.
__ADS_1
"Memang jika Kimora hamil kembali kenapa,? sekarang sudah banyak sekali Dokter-dokter hebat jadi kita tidak harus hawatir."
Perkataan Genzy pun membuat Mama Sarrah terkejut, dia bisa langsung mengerti apa yang di katakan oleh Dokter Alena.
Kimora hanya bisa tersenyum tipis sambil memakan makanan yang ada di hadapannya. Dia merasa Alena sangat ketakutan sekali jika Kimora kembali dengan Genzy.
Ketika di pandang oleh Kimora, Dokter Alena pun langsung menundukan kepalanya dan fokus pada makanan nya.
"Jika aku sampai hamil aku masih punya suami,? tapi jika Dokter Alena Renita sampai hamil suami siapa yang harus bertanggung jawab."
Ucap Kimora sambil berdiri dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju ke kamar nya.
Melihat Kimora pergi menuju kamar nya, Genzy pun langsung mengikuti Kimora dan masuk ke dalam satu kamar.
Hal tersebut membuat Dokter Alena sangat cemburu sekali melihat Genzy dan Kimora tidur dalam satu kamar.
__ADS_1
"Ahhh, Tante menurut aku sih Kimora lebih baik tidur di kamar sendiri karena dia itu kan mengalami despresi dan pasti dia merasa orang-orang yang ada di sekitar nya itu membuat nya takut. Jadi lebih baik Kimora beristirahat sendiri saja."
Mama Sarrah merasa semakin aneh dengan tingkah laku dan perkataan Dokter Alena.
"Mereka kan masih berstatus sebagai suami istri, dan menurut Tante ini nggak berdampak negatif terhadap Kimora dan mungkin saja Kimora merasa nyaman bersama dengan Genzy."
Dokter Alena langsung memilih untuk pergi ke kamar nya dengan di bantu oleh pelayan yang ada di dalam rumah tersebut.
Dokter Alena masuk ke dalam kamar nya dengan penuh emosional, dan dia pun langsung mengirimkan banyak pesan untuk Genzy.
Genzy tidak berani mendekati Kimora dan handphone Genzy yang terus bergetar membuat Kimora terus memperhatikan nya.
"Handphone mu bergetar tersebut coba balas saja pesan nya, karena sangat menggangu sekali waktu untuk beristirahat."
Kimora pun memilih untuk langsung naik ke tempat tidur dan meminum obat yang sudah di resepkan oleh Dokter Rian, agar dia bisa tidur nyenyak.
__ADS_1
Alena terus saja mengirimkan pesan kepada Genzy dan Genzy pun langsung membaca pesan dari Dokter Alena.
*Jangan sentuh Kimora, di saat dia tertidur pulas datang ke kamar aku.*