
Setelah di permalukan oleh Kimora, Alena langsung pergi dari Apartemen Sarrah dia berniat untuk pergi ke rumah Genzy.
"Kimora, menyebalkan sekali dia membuat wajah dan pakaian ku basah begini."
Alena berjalan menuju ke tempat parkir mobil nya, tapi dia melihat Dokter Rian keluar dari mobilnya yang seperti akan menemui Kimora.
Alena dengan semangat langsung menghampiri Dokter Rian.
"Hey Dokter Rian, kamu seperti nya diam-diam juga menunggu perpisahan antara Genzy dan juga Kimora. Tapi mengambil kesempatan ini kan kamu juga merasakan keuntungan nya juga."
Dokter Rian tidak menanggapi perkataan Alena, dia langsung pergi tampa menatap wajah Alena.
"Dasar perempuan murahan."
Ucap Dokter Rian sambil berjalan di depan mata Alena.
__ADS_1
"Tidak punya sopan santun sama sekali, dia tidak menatap wajah aku sama sekali."
Alena pun emosi dan langsung masuk ke dalam mobil nya, dia tersenyum dan bersemangat sekali untuk pergi ke rumah Genzy.
Alena sampai di depan pintu gerbang rumah Genzy, tatapan mata nya menuju ke jendela kamar Genzy.
Dia seperti melihat perempuan di balik gorden putih yang sedang memperhatikan ke arah belakang rumah.
"Siapa perempuan yang ada di dalam kamar itu yaa, apa itu Kimora ternyata dia juga datang ke rumah ini."
Alena berlari naik tangga menuju ke kamar tersebut, dan langsung membuka pintu kamar tetapi tidak ada siapapun di dalam kamar itu.
"Seperti nya Kimora langsung pergi, dia pasti langsung pergi dia mengetahui kedatangan aku di rumah ini."
Alena masuk ke dalam kamar dan matanya tertuju pada foto pernikahan Genzy bersama dengan Ayana yang terbelah menjadi dua bagian.
__ADS_1
"Kenapa foto bisa terbelah menjadi dua, apa mungkin ini pertengkaran antara Kimora dan Genzy. Tapi secepat itu Kimora datang ke rumah ini sedangkan tadi dia masih ada di Apartemen Tante Sarrah."
Alena mulai kebingungan sekali, dia pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut. Pintu yang sebelumnya terbuka tiba-tiba tertutup rapat seperti ada angin yang sangat kencang, hal tersebut membuat Alena langsung ketakutan.
"Apa-apa an ini, seperti nya ini kerjaannya Kimora yang membuat aku jadi ketakutan begini."
Alena membuka pintu kamar tersebut dengan tangan yang tiba-tiba langsung bergetar ketika akan membuka pintu kamar tersebut.
"Tangan ku kenapa menjadi dingin begini dan bergetar hebat, aku harus lawan rasa ketakutan ini."
Alena memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut dengan mata yang terpejam, dan akhirnya pintu itu pun terbuka Alena langsung berlari menuju ke kamar yang ada di depan nya. Itu adalah kamar Ayana Alena melangkah kaki nya ke kamar itu dia tidak mengerti kenapa langkah kaki nya ingin melangkah menuju kamar tersebut.
"Apakah Genzy ada di dalam kamar tersebut, dia tidak tidur bersama dengan Kimora di kamar itu. Ahhhhhh Astaga kenapa aku jadi begini bukan kah Kimora ada di Apartemen tadi pagi bersama dengan Tante Sarrah lalu siapa tadi yang aku lihat perempuan di balik gorden tersebut."
Pikiran Alena mulai di buat kebingungan tapi dia juga ingin sekali masuk ke kamar itu, ntah kenapa dia seperti di arahkan agar bisa masuk ke dalam kamar Ayana.
__ADS_1