
Suster Diana membawa Putri Kimora ke dalam kamar nya, dia langsung melirikan mata nya ke setiap sudut ruangan nya.
"Sudah tidak ada dia sudah pergi, kamu tenang yah di dalam kamar ini."
Suster Diana membuka kan pintu kamar agar dia bisa melihat kamar Kimora yang masih saja tertutup rapat.
"Sayaaaaang, kamu main sendiri dulu yah. Suster pergi dulu yah sebentar."
Suster Diana berjalan menuju ke kamar Kimora, dia mengetuk kembali pintu kamar tersebut tapi tetap saja tidak ada jawaban nya.
Suster Diana mencoba membuka pintu kamar nya tapi ternyata pintu kamar itu terkunci rapat.
"Ahhhhhh, aku semakin hawatir sekali dengan keadaan Bu Kimora di dalam kamar dia sedang apa yah. Kenapa tidak ada suara sedikitpun."
Suster Diana memandangin Putri Kimora dari kejauhan yang sedang bermain asik di kamar nya.
"Yaa Tuhan, bagaimana perasaan nya Putri jika dia tahu kalau Ayah nya seseorang yang punya perlakuan tidak normal sedangkan Ibu nya perempuan yang despresi karena ulah Ayah nya sendiri."
Suster Diana memilih untuk menghubungi Pisikeater, karena dia tidak mau semuanya sampai terlambat.
Suster Diana menghubungi Dokter Rian, agar bisa segera datang ke rumah nya. Suster Diana terpaksa meninggalkan Putri Kimora sendiri di dalam kamar nya, karena dia menunggu kedatangan Dokter Rian di depan pintu.
Untuk bisa menjelaskan semuanya kepada Dokter Rian, tampa sepengetahuan Putri Kimora.
Putri Kimora merasa sepi sendiri dia mencoba untuk menghampiri kamar Ibunya, dia terus memanggil nama Ibunya di depan pintu kamar nya.
Tidak lama kemudian Dokter Rian pun datang, dan Suster Diana langsung bernafas lega.
"Ada apa dengan Kimora, kenapa lagi dia."
Dokter Rian terlihat sangat cemas sekali, Suster Diana pun langsung menyuruh untuk duduk dan menenangkan perasaan Dokter Rian.
"Tenang dulu yah, di sini kan ada Putri Kimora kita harus menjaga ucapan kita jangan sampai dia mendengar."
__ADS_1
Dokter Rian pun langsung terdiam dia lupa ada sosok malaikat kecil yang harus di jaga perasaan nya.
"Singkat cerita, Putri Kimora bercerita jika mobil mereka tiba-tiba tidak menyala di depan rumah Genzy yang dulu. Mesin mobil nya tiba-tiba tidak bisa menyala dan aku rasa Bu Kimora melihat sosok Genzy di luar rumah itu."
Mendengar perkataan Suster Diana, Dokter Rian langsung berlari menuju ke kamar Kimora.
Dia terkejut ketika melihat pintu kamar terbuka, Suster Diana pun langsung berlari menghampiri Kamar tersebut dia ketakutan Kimora pergi dari kamar nya.
Tapi ternyata Kimora masih ada di tempat tidur nya, tatapan mata yang kosong yang sedang memeluk erat tubuh Putri Kimora.
"Ibuuu takut yah, Ibu takut melihat rumah itu yah. Ibu jangan takut yah. Kata Suster Diana kita harus berani jika kita di berikan kesempurnaan yang lebih oleh Tuhan."
Suster Diana tidak kuasa menahan haru ketika melihat kebersamaan mereka berdua, dan ternyata Putri Kimora lah yang bisa membuat Kimora bangkit kembali dari despresi.
Dokter Rian pun mencoba untuk menghampiri Kimora bersama dengan Putri nya, dia tersenyum manis kepada Putri Kimora seakan pertanda semua nya baik-baik saja tidak ada yang harus di hawatir kan.
Dokter Rian memegang tangan Kimora yang begitu sangat dingin sekali, wajah pucat pasih dan tatapan mata yang kosong.
Dokter Rian melihat Putri Kimora yang begitu sangat sayang sekali dengan Ibunya, dia melirikan mata nya kepada Suster Diana karena tidak mungkin dia berbicara dengan Kimora di depan Putri Kimora yang masih sangat kecil untuk mengetahui semuanya.
Putri Kimora pun langsung beranjak dari tempat tidurnya, dia langsung menghampiri Suster Diana dan langsung di bawa keluar dari kamar itu.
"Suster Diana, Ibu baik-baik saja kan. Ibu akan sehat kembali kan. Aku sayang Ibu."
Mata Putri Kimora berkaca-kaca, Suster Diana pun merasa sangat panik karena selama 5 tahun Kimora tidak pernah kembali despresi.
"Kita berdoa saja yah sayaaaaang, semoga Ibu Kimora baik-baik saja yah."
Suster Diana langsung membawa Putri Kimora keluar dari Apartemen nya.
Dokter Rian memegang tangan Kimora, tapi Kimora melepaskan nya tatapan mata nya yang tetap kosong.
"Kimora, ada apa ini kenapa kamu seperti ini lagi. Ingat kamu sekarang punya Putri Kimora dia begitu sangat sedih sekali melihat kondisi kamu sekarang."
__ADS_1
Kimora langsung melirikan mata nya kepada Dokter Rian, dia seperti mulai ingin meluapkan sesuatu.
"Aku melihat dia kembali, ternyata dia masih ada dan tinggal di rumah itu. Aku sangat takut sekali dia mengambil Putri Kimora dan di bawa nya ke dalam rumah itu aku tidak mau."
Kimora mulai tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia mulai menutup wajahnya dengan kedua tangan nya dia seperti sangat ketakutan sekali.
"Kimora, kamu harus tenang yah tenang tidak mungkin Putri Kimora di bawa oleh Genzy. Selama 5 tahun dia tidak pernah menemui kamu bahkan bertemu dengan Putri Kimora, jadi hal itu tidak mungkin terjadi oke."
Kimora langsung terdiam air mata nya mengalir deras di pipi nya, Dokter Rian terus mencoba untuk menenangkan pikiran Kimora.
"Kimora kamu perempuan hebat kamu perempuan yang sangat tangguh sekali, kamu jangan seperti ini lagi ingat Putri Kimora dia sangat membutuhkan kasih sayang kamu."
Kimora memilih untuk tidur dia menarik selimut nya, dia seperti sudah tidak mau lagi mendengar perkataan Dokter Rian.
Dokter Rian pun memberikan obat penenang untuk Kimora, dan dia sangat berharap besar keadaan Kimora bisa semakin membaik.
Dokter Rian keluar dari kamar Kimora, dia mencari Suster Diana untuk memberikan obat penenang untuk Kimora.
Tapi ternyata Suster Diana tidak ada di dalam Apartemen nya.
"Pergi kemana yah Suster Diana, kenapa dia pergi ke luar dari Apartemen ini."
Dokter Rian pun akhirnya meninggalkan Kimora sendiri an di kamar nya, karena dia ada jadwal praktek hari ini di Rumah Sakit.
Dokter Rian akhirnya bertemu dengan Suster Diana yang membawa Putri Kimora bermain di lantai dasar.
"Suster Diana, ini adalah obat penenang untuk Kimora. Nanti berikan sesuai yang sudah saya tuliskan yah."
Putri Kimora melihat begitu banyak sekali obat yang harus di minum obat Ibunya.
"Kenapa banyak sekali obat untuk ibu, apakah ibu sakit parah."
Tatapan polos mata Putri Kimora membuat Dokter Rian bersedih.
__ADS_1
"Itu hanya vitamin saja ko sayaaaaang, Ibu tidak apa-apa dia butuh banyak waktu untuk beristirahat. Putri jangan dulu ganggu Ibu yah sampai Ibu sembuh total."