
"Ada apa yaa,aku jadi penasaran kenapa alena tidak menghubungi aku sama sekali yaa".
Kimora membuka handphone nya tidak ada panggilan atau pun pesan masuk di handphone nya.
"Hmmm,aku jadi penasaran.karena nggak mungkin aku bisa ikutin mereka.yasudah deh nanti aku tanyakan saja sama suster diana kalau dia sudah pulang".
Kimora keluar dari kamar nya mata selalu tertuju pada gudang yang dekat taman bunga mama sarrah.
"Apasih yaa,ko gudang di gembok kaya begitu banget".
Kimora menghampiri mama sarrah.
"Mam, aku merasa bosan di rumah terus.boleh nggak aku besok pergi ke rumah ibu karena dari semenjak aku keluar dari rumah sakit.ibu nggak pernah menghubungi aku lagi".
Kimora memohon kepada mama sarrah.
"Hmmmm,gimana kimora.bukan mama melarang kamu untuk bertemu dengan orang tua kamu tapi mama meresa hawatir kalau kamu pergi sendirian.bagaimana kalau besok saja bersama suster diana".
Kimora sangat kecewa dengan perkataan mama sarrah.
"Yasudah mam,aku pergi ke kamar lagi saja".
__ADS_1
Kimora meninggalkan mama sarrah dan langsung pergi ke kamar.
Di sisi lain suster diana dan dokter alena mulai membicarakan sesuatu.
"Suster diana, genzy tidak tahu kan kamu meminta ijin untuk keluar rumah ?".
Tanya dokter alena kepada suster diana.
"Tidak ko dok,saya berpamitan kepada ibu Kimora dan ibu sarrah.pak genzy nya sudah berangkat ke kantor".
Alena menghelakan nafas nya.
"Baguslah,aku akan membicarakan apa yang aku lihat ketika aku ke gudang belakang rumah itu.aku berhasil masuk ke sana".
"Jadi semalam dokter berhasil pergi ke gudang belakang rumah itu? yaa tuhan kenapa dokter alena langsung menghilang tidak memberikan kabar kepada kami".
Wajah suster diana mulai penasaran.
"Aku,di bantu oleh genzy dia yang membukakan pintu nya itu.aku ketakutan sekali keringat dingin sampai tanganku gemetaran ketika aku masuk ke dalam gudang itu."
Suster diana langsung terkejut ketika mendengar dokter alena di bantu oleh genzy.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dok apa yang ada di dalam gudang itu".
Alena langsung memberhentikan mobilnya.
"Itu bukan seperti gudang,itu seperti sebuah ruangan yang rapi berwarna putih semuanya dan di saat aku akan pergi aku memilih ada dua peti mati di sana warna coklat dan putih".
Mendengar perkataan dokter Alena suster diana langsung memegang tangan nya.
"Dan, ketika aku tanya kepada genzy itu adalah peti mati bekas papa nya dan istrinya alena.dan aku sangat penasaran aku buka peti itu yang berwarna putih dan ternyata di dalam nya tumpukan bunga-bunga mawar putih yang sudah membusuk".
Alena langsung memegang kepalanya.
"Aku takut Kimora dalam bahaya,aku takut genzy hanya mengharapkan bayi saja dan meninggalkan Kimora begitu saja.apalgi genzy bilang dia sangat berharap anak yang di kandung Kimora berjenis kelamin perempuan".
Suster diana hanya bisa terdiam.mendengarkan cerita dari dokter Alena.
"Saya jadi takut dok, tapi saya juga sangat kasihan kepada ibu kimora.sebenarnya suaminya itu kenapa yaa aneh sekali".
Alena langsung melirik kepada suster diana.
"Aku mohon sangat, suster diana temani Kimora sampai dia melahirkan.apapun yang terjadi kamu harus cerita kepada aku yaa.buat perasaan Kimora selalu tenang.karena aku yakin genzy sebelumnya sudah aku akan datang ke rumah nya.dan semuanya yang terjadi sudah di atur oleh genzy.dan aku sangat yakin masih banyak rahasia di balik ini semuanya.
__ADS_1
Alena langsung menjalankan kembali mobilnya.