Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (271)


__ADS_3

Dokter Rian pun langsung merencanakan sesuatu agar bisa mempertemukan mereka berdua.


"Baiklah, saya akan mencoba untuk bertemu dengan Genzy dan mempertemukan mereka berdua. Di waktu jadwal praktek Kimora di Rumah Sakit, kita jangan terlalu lama mempertemukan mereka berdua karena saya takut Putri Kimora bisa melihat sesuatu dari diri Genzy."


Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan dari Dokter Rian yang mau membantu nya.


"Terimakasih banyak Dokter Rian sudah mau membantu saya, karena saya jujur sangat takut sekali jika hanya saya dan Putri Kimora saja yang bertemu dengan Pak Genzy."


Suster Diana pun memilih untuk langsung berpamitan untuk pulang.


"Kalau begitu saya permisi pulang sekarang juga, saya takut Putri Kimora dan Bu Dokter sudah ada di rumah."


Suster Diana pun langsung meninggalkan tempat tersebut dengan terburu-buru sekali.


"Hati-hati Suster Diana kita harus jaga rahasia ini berdua."


Dokter Rian mengantarkan Suster Diana sampai masuk ke dalam mobil nya dan melambaikan tangan sambil tersenyum.


Dokter Rian pun menghela nafas panjang nya.


"Masih belum percaya dengan apa yang terjadi hari ini, secara mengejutkan sekali ternyata Putri Kimora terlahir sebagai anak indigo ini merupakan hal membahayakan untuk Genzy. Semua bisa di lihat oleh Putri nya sendiri, bahkan mungkin hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya."


Dokter Rian pun memilih pergi untuk mencari Genzy, dia merasa kebingungan sekali untuk bisa mencari Genzy di mana.


"Rumah itu belum tentu juga Genzy diam di sana, untuk mendapatkan informasi pun pasti sangat susah sekali kecuali setiap tanggal 5 di taman bermain itu."


Dokter Rian memberanikan diri nya untuk datang ke rumah Genzy yang lama, dia tidak di sambut baik oleh orang-orang yang ada di depan gerbang tersebut.


"Saya Rian Dokter yang pernah menangani Bu Sarrah ketika dia despresi, Genzy pasti mengenal saya. Tolong ijinkan saya untuk masuk ke dalam jika Genzy ada di dalam rumah ini tapi jika Genzy tidak ada saya mohon minta alamat baru rumah nya atau nomber telephone saja."


Ucapan Dokter Rian hanya di abaikan oleh mereka semuanya, mereka menyuruh Dokter Rian untuk pergi dari rumah tersebut.


Dokter Rian merasa kebingungan sekali, dia pun memilih untuk pergi dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil nya.


"Lebih baik menunggu saja di sini, siapa tahu Genzy datang atau keluar dari rumah tersebut."

__ADS_1


Dokter Rian menunggu hampir 30 menit di dalam mobil nya tapi tidak juga ada tanda-tanda kemunculan Genzy.


"Ahhhhhhhh, sudah hampir 30 menit berlalu dan ini sudah hampir jadwal praktek di Rumah Sakit."


Dokter Rian tidak punya pilihan lain dia pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke Rumah Sakit karena banyak pasien yang menunggu nya.


Ketika Dokter Rian meninggalkan tempat tersebut, Genzy langsung keluar dari gerbang nya dan ternyata Genzy ada diantara penjaga rumah tersebut.


"Ada apa dia mencari ku, sedangkan aku memilih dia sedang bersama dengan Kimora di Restoran. Apa kedatangan dia untuk mengatakan hari pernikahan nya bersama dengan Kimora."


Genzy memilih untuk pergi dari rumah tersebut dan meminta kepada semua penjaga gerbang rumah nya untuk tidak memberikan informasi apapun kepada Dokter Rian.


"Jika lelaki tersebut datang kembali langsung usir saja dia jangan biarkan dia masuk ke dalam rumah ini, penjaga an harus di perketat kembali. Karena saya sudah tidak tinggal di rumah ini."


Genzy pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia pergi kembali ke kantor nya. Dia hanya datang ke rumah itu untuk melihat-lihat saja.


Dia memilih untuk tinggal di hotel sendiri sambil memikirkan kehidupan nya akan berakhir seperti apa kedepannya.


Genzy masih mengharapkan kehadiran Kimora di kehidupan nya itu yang membuat dia sangat tidak menyukai Dokter Rian.


Genzy merasa Dokter Rian hanya mencintai Kimora saja karena gelar Dokter Kimora.


Tatapan mata Kimora terus saja memandangi Apartemen tersebut, dia merasa ingin sekali bisa kembali ke sana.


"Ibuuuuuuu, kenapa ibu melihat terus ke atas. Ada apa di atas Buuu."


Putri Kimora memperhatikan terus Ibu nya.


"Ohhhhh, tidak apa-apa kok sayaaaaang."


Putri Kimora melihat ada yang berjualan balon dan es krim.


"Buuu, lihat deh ada yang jualan es krim dan balon karakter. Aku mau buuu cepat belikan yah Buuuu."


Kimora melihat penjual itu yang lumayan jauh di seberang.

__ADS_1


"Wahhhh tapi panas sekali sayaaaaang, kamu mau ikut ke sana. Atau menunggu ibu di depan Apartemen itu kamu duduk di sana, Ibu akan meminta menitipkan kamu dengan satpam yang berada di sana."


Putri Kimora menggangukan kepalanya dia pun langsung diantar Kimora ke sana.


"Pak, maaf boleh saya titipkan anak saya sebentar saja. Saya mau membeli sesuatu di sebrang sana."


Satpam itu pun menggangukan kepalanya dia seperti mau.


"Silahkan Buu, tapi jangan terlalu lama."


Kimora langsung berlari menghampiri penjual tersebut.


Putri Kimora duduk manis di dekat satpam tersebut, dia menuruti perintah Ibunya.


Tampa sepengetahuan nya, di atas Alena sedang bermain bersama dengan boneka halusinasi nya.


Dia keluar dari dari pintu yang menuju blankon sambil menggendong boneka nya, Alena begitu sangat gembira sekali dia selalu memainkan boneka nya sambil melihat ke arah sekolah anak-anak tersebut.


Alena selalu berhayal jika suatu saat dia akan menyekolahkan anaknya di sana, Alena mendirikan boneka kesayangan di atas blangkon supaya dia bisa melihat dengan jelas sekolah tersebut.


"Nanti anak mommy sekolah di sana yah sayang, jadi anak yang pintar kebanggaan di sekolah."


Ketika Alena sedang memainkan boneka kesayangan nya, tiba-tiba boneka tersebut terjatuh ke bawah.


Hal itu langsung membuat Alena berteriak histeris sekali karena boneka kesayangan terjatuh.


Alena langsung panik sambil mencari Mama nya yang sedang masak di dapur.


"Mamaaaaaaaaaa, ahhhhhhhhh anak kuu terjatuh anak ku terjatuh."


Seketika Mama nya pun langsung terkejut sekali ketika mendengar teriakkan Alena yang sangat kencang sekali.


Mama nya pun langsung menghampiri Alena dan Alena menarik tangan Mama nya menunjukkan bahwa boneka nya terjatuh ke bawah.


Mama nya tidak mungkin meninggalkan Alena sendiri an di dalam Apartemen, dia pun terpaksa membawa Alena ke luar dari Apartemen untuk mengambil boneka yang terjatuh.

__ADS_1


Boneka itu terjatuh tepat di depan Putri Kimora, dia pun langsung mengambil boneka tersebut.


"Seperti nya boneka ini terjatuh dari lantai atas. Kasian sekali yah yang punya boneka ini."


__ADS_2