
Setelah melihat Kimora, Alena langsung ingin melihat bayi Kimora, Alena mencium kening Kimora dan mengelus pipinya.
"Cepat sadar Kimora sayang,"
Alena langsung pergi ke ruangan inkubator tempat bayi Kimora di simpan, lagi-lagi Alena meneteskan air mata nya ketika melihat bayi mungil yang tidak berdosa itu.
"Kamu kuat yaa sayang, kamu harus kuat yaa berjuang sama-sama supaya kalian berdua bisa bertemu."
Alena langsung pergi ke ruangan praktek nya, dia teringat Genzy.
"Apa aku harus memberikan kabar bahagia ini kepada Genzy yaa, bagaimana pun juga dia adalah ayah kandung bayi itu dan masih suami Kimora."
Alena memilih untuk pergi kembali ke rumah Genzy, dia ingin melihat bagaimana expresi wajah Genzy secara langsung.
"Masih ada kah rasa cinta di hati Genzy untuk Kimora."
Alena bersiap untuk menjalankan tugas nya kembali.
__ADS_1
******
Di kediaman Genzy, Sarrah terlihat sangat Kesepian di dalam rumah itu, dia seperti melihat kehadiran Kimora tapi seperti wajah Ayana, yang membuat dirinya merasa ketakutan sekali.
Sarrah mengalami despresi ketika kehilangan Suami nya dan di susul oleh menantu nya Ayana yang meninggal ketika sedang hamil 6 minggu.
Suasana di dalam rumah seakan semakin sangat sunyi sekali ketika Kimora tidak ada di rumah dan Genzy pergi ke kantor.
Suasana di dalam rumah terasa sangat hampa sekali, seperti semua nya menghilang begitu saja.
Sarrah mencoba untuk keluar dari kamar nya, dia pergi ke taman yang biasa dia habiskan waktu nya setiap hari.
"Astaga, kenapa jadi begini yaa rumah seakan menjadi berubah menjadi seram. Padahal sebelumnya baik-baik saja."
Sarrah menghentikan langkah untuk pergi ke taman bunga milik nya, dia berniat untuk pergi ke kamar nya kembali.
Ketika dia melewati kamar Kimora, dia seperti mendengar tangisan bayi di dalam kamar tersebut.
__ADS_1
"Astaga ada suara bayi di dalam kamar Kimora, tapi bukan kah Kimora belum pulang dia masih di Rumah Sakit. Aku sampai melupakan nya sekarang bagaimana yaa keadaan nya, lebih baik aku sekarang pergi ke Rumah Sakit saja."
Sarrah langsung memanggil supir pribadi nya, agar segera mengantar nya ke Rumah Sakit Sejahtera tempat Kimora di rawat.
Di perjalanan, Sarrah selalu memikirkan hal-hal aneh yang dia rasakan di dalam rumah tersebut.
"Apa aku berhalusinasi saja yaa tadi, tapi aku benar-benar mendengarkan suara bayi yang menanis di dalam kamar Kimora, semoga saja ini adalah pertanda baik tentang Kimora. Dia dan bayi yang ada di kandungan nya sehat selamat."
Sesampainya di Rumah Sakit, ketika keluar dari mobil nya. Sarrah langsung bertemu dengan Suster Diana.
"Suster Diana", teriak Sarrah sangat kencang sekali.
Suster Diana langsung memalingkan wajahnya, dan melihat Sarrah sedang melambaikan tangan nya kepada nya.
"Mau apa lagi dia ke sini, ketika semuanya sudah selamat dia langsung datang kesini. Tidak punya malu sekali tapi kenapa dia hanya sendiri di mana Genzy kenapa dia tidak bersama anak nya itu."
Suster Diana langsung menghampiri Sarrah, dan memasang wajah datar dan mata yang sinis.
__ADS_1
"Suster Diana bagaimana dengan keadaan Kimora dan bayi nya, semuanya selamat kan."
Suster Diana di buat sangat kesal dengan pertanyaan tersebut.