
Riana pun langsung menghampiri Suster Diana yang terlihat seperti ketakutan sekali.
"Dia sudah di berikan obat penenang oleh Dokter Rian, sebelumnya dia sangat liar sekali dan berontak dia pun sering sekali mengambil gunling dan mencoba untuk menyakiti jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan seseorang yang mendekati nya."
Suster Diana pun mencoba untuk menghampiri Aleena dan Suster Diana tak kuasa meneteskan air mata nya melihat kondisi Alena seperti ini.
Suster Diana memegang tangan Aleena dan membuat Aleena langsung melirikan mata nya untuk melihat wajah Suster Diana.
Aleena memandangi wajah Suster Diana dengan mata yang berkaca-kaca dia melepaskan genggaman tangan Suster Diana.
Alena terus saja memandangi wajah Suster Diana dan pada akhirnya Aleena memeluk erat tubuh Suster Diana dan membuat Suster Diana merasa sangat terkejut sekali.
Aleena merasa sangat nyaman sekali ada di pelukan Suster Diana, tapi Suster Diana tidak bisa berlama-lama bersama dengan Aleena karena dia harus kembali ke sekolah.
Suster Diana melepas paksa pelukan Aleena, dan membuat Aleena menjadi bersedih.
"Maafkan aku yah, aku tidak bisa terlalu lama di sini. Tapi aku akan usahakan untuk bisa selalu datang ke sini, Dokter Aleena kamu baik-baik yah dan selalu semangat untuk bisa sembuh."
Tatapan mata kosong Aleena terus memandangi wajah Suster Diana. Dan Suster Diana pun langsung menghampiri Riana untuk berpamitan pergi.
"Buuu, saya pamit pergi yah. Maafkan hanya sebentar saja tapi saya usahakan pasti akan kembali."
Suster Diana bersalaman sebelum pergi dan dia antarkan oleh Riana sampai depan pintu.
"Hati-hati yaa Suster Diana".
Suster Diana tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.
"Suster Diana."
Ucap Aleena dengan suara yang bergetar dan Aleena pun langsung berlari dari kamar nya.
Aleena mencoba untuk menyusul Suster Diana tapi Mama nya langsung menutup rapat pintu dan menguncinya.
Membuat Aleena tidak bisa menyusul Suster Diana.
Suster Diana begitu tergesah-gesah sekali dia sampai berlari karena takut Putri Kimora sudah keluar dari ruangan nya.
"Yaa Tuhan, semoga saja Putri Kimora belum keluar dia masih di dalam kelas."
__ADS_1
Suster Diana mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang tinggi padahal jarak antara sekolah dengan Apartemen sangat dekat sekali.
Suster Diana di buat sangat terkejut ketika dia keluar dari mobil nya, Sudah ada Dokter Rian yang menunggu Putri Kimora pulang.
"Dokter Rian, hmmmmm ada apa yah dia di sekolah ini."
Suster Diana langsung menghampiri Dokter Rian dan Dokter Rian tersenyum ketika Suster Diana menghampiri nya.
"Maafkan saya Dokter Rian bukan maksud aku untuk meninggalkan Putri Kimora sendiri, tapi saya baru saja melihat kondisi Aleena yang begitu sangat memprihatikan sekali."
Suster Diana pun duduk di samping Dokter Rian dia seperti sangat kaget ketika melihat kondisi Aleena.
"Bagaimana Aleena ketika bertemu dengan kamu,? apakah dia memberontak atau dia teriak-teriak."
Dokter Rian ingin melihat reaksi Aleena ketika bertemu dengan Suster Diana.
"Dia sedang duduk di atas kasur dengan tatapan mata yang kosong dan berkaca-kaca ketika dia melihat aku dia langsung memeluk erat tubuh kuu sambil menangis."
Dokter Rian pun terkejut dengan ucapan Suster Diana yang ternyata Aleena merasa sangat nyaman ketika bertemu dengan nya berbeda sekali ketika Aleena bertemu dengan dirinya yang berontak sampai membawa gunting.
"Baguslah jika Aleena merasa nyaman, ohhh iya hari Putri Kimora akan bertemu dengan Genzy. Dia meminta pertemuan di taman bermain seperti biasa nya."
"Waktu nya Putri Kimora pulang."
Suster Diana langsung berlari menunggu Putri Kimora keluar dari kelas nya.
Melihat Suster Diana yang sudah menunggu nya pulang, Putri Kimora langsung berlari dan berteriak kencang sambil berlari menghampiri Suster Diana.
"Hati-hati sayaaaaang, jangan lari-lari seperti itu yah."
Putri Kimora hanya tersenyum mendengar perkataan Suster Diana, mata Putri Kimora tertuju melihat Dokter Rian yang sedang duduk.
"Lohhh, itu Om Dokter kenapa ada di sini Suster.?"
Putri Kimora kembali berlari menghampiri Dokter Rian dan membuat Suster Diana harus mengejar nya.
"Om Dokter, Om Dokter jemput aku juga yah di sini."
Dokter Rian tersenyum manis kepada Putri Kimora.
__ADS_1
"Iya, Om Dokter ke sini untuk menjemput Putri Kimora karena hari ini Om Dokter akan mengajak Putri cantik untuk bisa bertemu dengan Om baik."
Putri Kimora terkejut ketika mendengar jika dirinya akan bertemu dengan Genzy.
"Yeeeeeeeeeeee, horeeeeeeeeee aku bisa ketemu lagi sama Om baik yeeee."
Terlihat sekali wajah Putri Kimora yang begitu sangat bahagia sekali ketika bisa bertemu dengan Genzy.
Suster Diana tersenyum melihat Putri Kimora yang begitu sangat bahagia sekali.
"Yasudah kita pergi ke dengan mobil Suster Diana saja yah, biarkan mobil Om di simpan di parkiran sana."
Dokter Rian mengendong Putri Kimora ke dalam mobil, Suster Diana pun berjalan pelan di belakang nya.
"Semoga pertemuan ini berujung kebaikan dan semoga saja Putri Kimora tidak melihat sesuatu dari sosok Papa nya."
Mereka pun masuk ke dalam mobil Putri Kimora duduk di kursi depan sedangkan Suster Diana duduk di kursi belakang.
"Om kita belikan sesuatu untuk Om baik, bagaimana kalau kita belikan bucket bunga saja Om."
Dokter Rian terdiam kenapa Putri Kimora ingin memberikan bucket bunga kepada Genzy.
"Bucket bunga, kenapa harus bucket bunga sayang. Kenapa tidak ada sesuatu yang lain nya."
Putri Kimora pun langsung terdiam karena dia merasa pemikiran itu langsung saja hadir di pikiran nya.
"Bucket bunga mawar warna putih."
Lagi-lagi perkataan Putri Kimora membuat Dokter Rian dan Suster Diana terkejut karena Genzy di masalalu sering memberikan mawar putih untuk jasad Ayana.
Suster Diana semakin hawatir sekali dia takut Putri Kimora dengan mudah nya mengetahui semuanya yang seharusnya dia tidak mengetahui nya.
"Sayaaaaang, jangan bunga mawar putih yah. Bagaimana kalau bunga yang lain nya. Nanti kita cari bunga yang lebih bagus."
Dokter Rian melewati toko bunga yang sering di beli oleh Genzy, tapi tiba-tiba Putri Kimora menyuruh Dokter Rian untuk menghentikan mobilnya.
"Stooooopppppp Om Dokter stooop, kita beli bunga nya di sini saja."
Dokter Rian pun langsung membalikkan badan nya ke belakang dan Suster Diana hanya bisa terdiam ketika Putri Kimora meminta untuk turun di toko tersebut.
__ADS_1
Putri Kimora turun dari mobil nya dengan di gendong oleh Dokter Rian, dia terlihat sangat gembira sekali ketika sampai di sana dia melihat banyak nya bunga-bunga cantik di hadapan nya.