
"Sayaaaaang, kita jaga Ibu sama-sama yaa. Jadi Putri Kimora tidak perlu hawatir dengan Ibu. Di rumah kita yang menjaga Ibu dan di Rumah Sakit ada Om Dokter yang akan menjadi Ibu."
Kimora merasa sangat bersyukur sekali ketika dia di sekelilingi oleh orang-orang yang baik hati.
"Terimakasih banyak Suster Diana kalian semua sangat baik sekali, dan sekarang lebih baik kita segera berangkat. Sayaaaaang kamu bersama dengan Suster Diana yaa sayang, Ibu berangkat bertugas dulu yaa."
Putri Kimora seperti sangat berat sekali untuk berpisah dengan Ibu nya.
"Hati-hati yaa Ibuuuuuuu, aku sayaaaaang ibu."
Putri Kimora melambaikan tangan ketika Ibu nya keluar dari Apartemen nya.
"Ayoo sayaaaaang, kita juga harus berangkat sekarang juga."
Putri Kimora merasa sangat berat sekali untuk bisa berangkat ke sekolah, dia merasa berat sekali untuk melangkah kan kaki nya.
Suster Diana pun merasakan jika Putri Kimora yang tidak bersemangat seperti biasanya.
"Sayaaaaang, semangat yaa sayaaaaang. Jangan sedih seperti itu yaa."
Putri Kimora pun tersenyum sambil memegang tangan Suster Diana.
Mereka pun masuk ke dalam mobil nya dan pandangan mata Putri Kimora hanya tertuju pada foto Ibu nya yang dia bawa.
"Sayaaaaang kamu bawa foto Ibu kamu bawa ke sekolah."
Suster Diana melihat foto tersebut dan terlihat sangat cantik sekali.
"Iyaa tadi pagi pada saat Ibu sedang mandi aku mengambil nya, Ibu cantik sekali yaa Suster dan Ibu juga sangat baik sekali jadi tidak mungkin ada orang yang mencoba menyakiti hati Ibu."
Putri Kimora mencium foto Ibu nya tersebut, Suster Diana semakin penasaran sekali apa yang membuat Putri Kimora begitu sangat hawatir sekali kepada Ibu nya.
"Sayaaaaang, kenapa kamu begitu sangat hawatir sekali dengan Ibu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi atau ada sesuatu yang kamu lihat."
Putri Kimora merasa Suster Diana harus mengetahui tentang mimpi nya itu.
"Aku bermimpi tangan Ibu di tarik oleh wanita bergaun putih seperti pengantin dan dia seperti ingin memasukkan ibu ke dalam peti mati. Peti mati ada dua dan berwarna putih setra taburan bunga mawar yang berbeda yang satu mawar putih dan yang satu lagi mawar pink. Ruangan itu ada di belakang rumah yang sangat besar sekali semuanya berwarna putih dan berhasil menarik tangan Ibu Kimora dari wanita bergaun putih pengantin tersebut."
Mendengar cerita mimpi dari Putri Kimora itu seperti terletak di belakang rumah Genzy itu adalah gudang di belakang rumah itu dan sepertinya wanita bergaun putih seperti pengantin itu adalah Ayana Larasati.
__ADS_1
Ketika Suster Diana dan Putri Kimora turun dari mobil nya, dia melihat mobil Alena yang melewati di hadapan mereka.
Alena yang membuka jendela mobil nya pun mata nya langsung terfokus pada Putri Kimora.
Suster Diana langsung menarik tangan Putri Kimora agar segera masuk ke dalam kelas nya.
"Ayooo sayaaaaang cepatlah masuk ke dalam yaa, semangat yaa belajar nya sayaaaaang."
Putri Kimora pun langsung masuk ke dalam kelas nya.
"Kata Ibu Tante itu adalah seorang Dokter Specialis Kandungan yang sama dengan Ibu, dia baik dan aku nggak harus takut sama dia."
Suster Diana sangat gelisah sekali ketika harus melihat Alena kembali.
"Kenapa Alena harus melihat Putri Kimora, ahhhh semoga semua nya baik-baik saja."
Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan pikiran dia berniat untuk langsung membawa Putri Kimora pulang.
***
Di perjalanan menuju ke salon kecantikan, Alena pun langsung tersenyum tipis dia seperti sedang merencanakan sesuatu.
Ucap Alena di dalam hati nya dia pun terus saja tersenyum di sepanjang perjalanan.
Riana merasa sangat senang sekali ketika melihat Alena yang sudah bisa tersenyum ceria.
"Sayang, seperti kamu memang harus di bawa ke luar rumah agar kamu merasa sangat senang seperti ini."
Riana pun membawa Alena di salon kecantikan. Seperti apa yang di inginkan oleh Alena, dan berharap agar Alena menjadi lebih segar untuk di lihat.
"Bersiap baik yaa Nak, jangan membuat keributan di sini. Berprilaku cantik seperti biasa nya."
Alena pun terdiam ketika mendengar perkataan dari Mama nya, dia seperti mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Mama nya.
Alena mulai melakukan perawatan seluruh nya, ketika Alena sedang di salon kecantikan.
Riana pun mencarikan baju untuk Alena pakai di sesuaikan dengan baju-baju yang selalu Alena pakai sehari-hari.
"Semoga Pikiran kamu menjadi lebih baik dan normal kembali, Mama sangat lelah dan ketakutan sekali ketika kamu yang menyimpan rasa dendam kepada Dokter Kimora dan bahkan berencana untuk membuat Dokter Kimora tiada."
__ADS_1
Riana selesai membawakan beberapa baju-baju yang akan di pakai kan oleh Alena, ketika Riana datang ternyata Alena sudah selesai.
"Kamu cantik sekali sayaaaaang, ayo sekarang ganti baju kamu dengan baju yang sudah Mama pilih kan."
Alena pun langsung mengambil baju-baju yang di bawakan oleh Mama nya dan mulai untuk memilih dan menganti baju nya.
Alena pergi ke ruangan ganti dan dia memilih kan baju yang akan dia pakai kan.
Setelah selesai Alena pun keluar dan berjalan menuju ke Mama nya.
"Astaga, kamu sangat cantik sekali sayang. Ayoo sekarang kita pergi untuk mencari makan."
Alena mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya, dia bersikap sangat baik sekali sehingga membuat Mama nya bahagia.
"Makan yang banyak yaa sayang, kamu terlalu kurus sekali sayaaaaang."
Alena pun memakan dengan sangat lahap sekali dia pun bersiap sangat manis sekali seperti Alena yang di kenal oleh Mama nya.
"Aku sudah sangat kenyang sekali dan aku ingin pulang sekarang juga."
Alena melihat jam di tangan nya waktu menunjukkan pukul 10:00 wib.
Waktu di mana sebenar lagi jam sekolah Putri Kimora berakhir.
Alena pun langsung berlari dan sangat tergesah-gesah sekali, membuat Riana mereka sangat kebingungan dengan sikap Alena yang berubah kembali.
"Kenapa lagi dia kenapa sikap nya jadi berubah kembali."
Riana pun langsung berlari untuk mengejar Alena yang tergesah-gesah menuju ke dalam mobil nya.
Alena pun nekat untuk membawa mobil pribadi sendiri sedang tadi Mama nya yang membawa mobil tersebut.
"Astaga Nak, lebih baik Mama saja, yang membawa mobil nya jangan kamu bahaya."
Tapi Alena tetap saja ingin dia yang membawa mobil itu.
Pada akhirnya Riana pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Alena.
Dia masuk ke dalam mobil nya dan menyimpan barang-barang nya di kursi belakang.
__ADS_1
"Hati-hati yaa sayang, jangan ngebut-ngebut Mama takut."