
Sarrah tak kuasa menahan rasa sakit hati nya ketika mendengar perkataan Alena. Dia sangat tidak menyangka Alena se jahat itu kepada Kimora.
Ketika Sarrah ingin masuk ke dalam Apartemen nya, Alena langsung menarik tangan Sarrah dia berlutut di hadapan Sarrah.
"Tante, maafkan aku yang salah dan khilaf ini tapi bagaimana pun juga aku ini sekarang sedang mengandung anak Genzy. Tante bisa marah besar sama aku tapi Tante juga harus memikirkan nasib cucu Tante yang sekarang."
Sarrah hanya terdiam dia mengusap air mata nya, dan berusaha untuk bisa tenang.
"Dokter Alena kamu cantik sekali cantik kamu bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari Genzy, lelaki yang tidak memiliki istri dan seorang anak apalagi Kimora sedang despresi berat di mana hati kamu hah,? bisa mencintai suami sahabat kamu sendiri dalam keadaan sedang despresi berat."
Alena semakin menangis kencang sekali di hadapan Sarrah, ntah dia menyesal atau ingin di kasihani oleh Sarrah yang pasti dia sangat licik sekali.
Sarrah menarik tangan Alena agar dia bisa berdiri tegak dan menatap wajah nya.
__ADS_1
"Jawab pertanyaan Tante Dokter Alena, apa yang sudah membuat mu sampai buta begini ? apa yang membuat kamu menjadi seorang penghianat perusak rumah tangga kamu anak baik tapi kenapa kamu punya hati se jahat ini."
Alena mencoba untuk menenangkan diri nya, dia mengatur nafas nya dan menghapus air mata nya.
"Sebenarnya aku sudah menyukai Genzy dari awal bertemu dengan nya di saat Kimora mengenalkan nya, aku sudah mulai suka Tante tapi semua itu mulai menghilang ketika Kimora mulai hamil dan bercerita tentang kehamilan nya. Tapi rasa itu timbul kembali ketika Genzy yang mencoba untuk mendekati aku Tante. Genzy berjanji akan menikah dengan aku Tante dan rasa itu seketika timbul kembali ketika Genzy pun mengetahui kalau aku memang memendam perasaan cinta kepada nya."
Sarrah pun tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia menampar pipi Alena berulang kali.
"Dasar perempuan tidak waras."
Sarrah menampar Alena dengan penuh emosional dan terdengar suara teriakan Alena yang membuat Suster Diana pun keluar dari Apartemen nya.
Alena langsung memegang pipi nya dan dia memutuskan untuk pergi dan kembali ke Apartemen nya.
__ADS_1
Suster Diana tidak menyangka jika Sarrah bisa melakukan hal seperti itu kepada Dokter Alena.
"Dimana Kimora, apakah dia baik-baik saja."
Sarrah langsung masuk ke dalam Apartemen nya dan di susul oleh Suster Diana.
"Bu Kimora sedang beristirahat dia bisa tertidur pulas ketika dia memeluk putri kesayangannya."
Sarrah pun langsung masuk ke dalam kamar Kimora sedangkan Suster Diana memilih untuk pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Sarrah.
Sarrah berlinang air mata ketika dirinya memandangi wajah Kimora, dia pun menghampiri nya dan mencium kening nya.
"Sayang kamu adalah anak perempuan Mama, Mama akan terus menjaga dan membela kamu karena kamu lebih-lebih dari segala nya. Kamu yang kuat kamu yang sabar yaa sayang, Semoga semuanya akan baik-baik saja dan indah pada waktunya."
__ADS_1
Sarrah pun langsung mengambil Putri Kimora dari pelukan erat Kimora, dia memeluk cucu pertama nya tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika Alena hamil maka Genzy harus bertanggung jawab atas perlakuan nya tapi setatus Genzy masih suami Kimora."