
Alena mulai menanyakan tentang ruangan yang ada di belakang rumah nya itu, dia sangat penasaran sekali bagaimana tanggapan dari Tante Sarrah.
Dengan suara yang sangat pelan-pelan sekali, Alena menayakan hal tersebut secara langsung.
"Tante sebenarnya ruangan yang ada di belakang rumah itu untuk apa yaa,? kalau di bilang gudang itu sangat rapi dan bersih sekali loh Tante. Soalnya saya pernah lihat dari jarak dekat."
Sarrah sangat terkejut sekali kenapa Alena bisa mengetahui tentang gudang yang ada di belakang rumah tersebut.
"Kamu tahu dari mana Dokter Alena tentang gudang belakang rumah tersebut."
Alena langsung salah tingkah di depan Tante Sarrah, dia tak menyangka pertanyaan ini membuat Tante Sarrah terkejut.
"Akuuu kan pernah ke rumah tante dan terus juga pernah duduk di taman bunga tante dan kebetulan itu kan terlihat gudang belakang rumah tersebut, jadi aku sekilas memperhatikan itu Tante."
Alena mulai merasa gugup sekali, dia tidak mungkin mengatakan kalau dia sering masuk ke ruangan tersebut, dan mengatakan isi ruangan yang tidak wajar.
__ADS_1
"Itu adalah tempat di mana sering di jadikan tempat akhir pekan keluarga kami, bahkan Genzy dan papa nya sering main bola dan menanam bunga-bunga dan tanaman lain di situ. yaa pokoknya itu adalah tempat favoritnya keluarga kami."
Alena langsung berpikir tentang kematian Ayana dan Suaminya Tante Sarrah, dia memikirkan bagaimana cara penyampaian nya agar tidak tersinggung dengan ucapan Alena.
"Dokter Alena, bagaimana kondisi Kimora ? saya ingin sekali bertemu dengan dia, saya sangat sayang sekali dengan dia."
Sarrah meneteskan air mata nya di depan Alena, membuat Alena merasa jika tangisan nya begitu sangat tulus.
"Jika Tante ingin bertemu dengan Kimora, silahkan datang saja ke rumah nya, semoga kedatangan Tante membuat Kimora jauh lebih baik lagi yaa."
Alena meminum air yang sudah di sediakan, sambil otaknya berpikir bagaimana cara nya untuk menanyakan tentang pemakaman almarhum suaminya dan Ayana.
Alena memainkan tangannya sambil tersenyum manis kepada Tante Sarrah.
"Memang kenapa yaa Dokter Alena bisa bertanya seperti itu,?"
__ADS_1
Sarrah menatap serius wajah Dokter Alena,
"Maksud saya gini loh Tante, Tante kan bilang kalau Tante itu begitu sangat sayang dengan Ayana. Biasanya kebanyakan kalau yang terlalu sayang yang berlebih-lebihan mereka tidak mau menyaksikan pemakaman nya karena mungkin nggak tega gitu Tante."
Alena mulai merasakan sangat gugup sekali dia takut Tante Sarrah tersinggung dengan pertanyaan nya dan pergi meninggalkan nya.
Wajah Sarrah sedikit berubah ketika mendengar pertanyaan tersebut dan membuat Alena tidak mau diam.
"Saya menyaksikan sendiri pemakaman almarhum Ayana secara langsung, saya ada di depan dan memberikan bunga mawar putih kesukaan nya".
Alena langsung tersenyum kepada Tante Sarrah, menutupi ke gugupnya.
"Ohhh, begitu yaa Tante maafkan aku yang banyak menayakan sesuatu hal yang mungkin membuat Tante tidak nyaman."
Alena memilih untuk pergi dari tempat tersebut, dia langsung berpamitan dengan Tante Sarrah.
__ADS_1
"Hmmmm, Tante aku pamit dulu ya soalnya aku ada jadwal praktek di Rumah Sakit. Terimakasih banyak loh Tante mau ngobrol sama saya."
Alena langsung bergegas pergi dari tempat tersebut.