Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (293)


__ADS_3

Kimora begitu sangat sedih sekali dia memilih untuk memberhentikan mobilnya karena dia merasa tidak fokus mengendarai mobil nya dengan keadaan sedang menangis dan pikiran dan perasaan seperti ini.


"Papa kenapa Ibu seperti itu yaa Pap, maafkan Ibu yaa Pap."


Genzy benar-benar tidak mau jauh-jauh dari Putri Kimora dia merasa sangat nyaman sekali ketika melihat wajah cantik Putri nya tersebut seperti menghilangkan semua perasaan hati nya yang sangat sepi.


Genzy memeluk kembali Putri Kimora tapi pelukan erat ini seperti sangat berbeda sekali di rasakan oleh Putri Kimora.


Aroma parfume bunga melati yang sangat menyengat sekali membuat Putri Kimora tidak bisa berlama-lama berada di pelukan Papa nya.


"Papa harum sekali bunga melati tapi parfume Papa ini membuat aku menjadi sangat pusing sekali Pap."


Suster Diana pun merasakan hal tersebut Aroma parfume bunga melati yang sangat menyengat sekali.


Suster Diana seketika langsung merasa sangat tidak nyaman sekali dia merinding sekali.


"Yasudah yaa Pak Genzy seperti nya cukup sampai di sini saja pertemuan kalian berdua, kita harus segera pulang sekarang juga karena sudah mulai menjelang malam. Putri Kimora harus mengulang kembali pembelajaran nya yang tadi sekolah di ajarkan."


Suster Diana pun membawa Putri Kimora masuk ke dalam mobil nya.


Pandangan mata Putri Kimora yang terus memandangi wajah Papa nya.


"Papa, aku pulang dulu yaa Pap. Nanti Papa main yaa ke Apartemen aku, bye-bye Papa."


Putri Kimora melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis kepada Papa nya.


"Iyaaa sayaaaaang, Papa pasti sangat merindukan sekali bisa bertemu kembali dengan Putri Kimora."


Genzy pun melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis melihat Putri Kimora yang meninggalkan nya.


Genzy kembali masuk ke dalam Apartemen nya, dia melihat seseorang wanita yang sedang berdiri di depan jendela kamar.


"Apa yang sebenarnya di lakukan dengan Wanita tersebut, dia seperti ini melompat dari lantai atas tersebut. Sudahlah itu bukan urusan nya."


Tampa Genzy sadari wanita tersebut itu adalah Aleena Renita.


Di perjalanan pulang menuju Apartemen, Suster Diana melihat expresi wajah Putri Kimora yang terlihat sangat bahagia sekali.


Putri Kimora terus saja tersenyum di perjalanan menuju Apartemen nya.


"Sayaaaaang, kamu bahagia atau tidak pada akhirnya kamu bisa bertemu dengan Papa Genzy yaa sayang yaa."

__ADS_1


Putri Kimora pun langsung tersenyum lebar sambil memandangi wajah Suster Diana.


"Aku sangat senang sekali Suster tapi kenapa Ibu seperti itu yaa Suster, Ibu seperti marah besar sama Papa. Kan kasihan sekali Papa yaa Suster."


Suster Diana merasa perasaan hati Kimora, karena tidak bisa semudah nya itu Kimora memberikan kata Maaf untuk Genzy atas semua perasaan sakit hati nya dengan perlakuan Genzy terhadap Kimora di masalalu..


Suster Diana dan Putri Kimora sampai di Apartemen tapi ternyata Kimora tidak ada di sana.


"Loh, Ibu mana yaa Suster,? kenapa ibu tidak ada di sini."


Putri Kimora berlari ke kamar Ibu nya tapi ternyata memang Kimora tidak ada di Apartemen.


Putri Kimora langsung menangis mungkin dia merasa sangat hawatir sekali dengan keadaan Ibu nya.


Mendengar suara tangisan Putri Kimora, Suster Diana pun langsung menghampiri Putri Kimora.


"Yaa Tuhan, kamu kenapa menangis seperti ini sayaaaaang. Mungkin Ibu sekarang sedang bersama dengan Om Dokter."


Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Kimora.


"Suster Diana kenapa Ibu menjadi seperti itu yaa, kenapa Ibu seperti sangat membenci Papa."


Suster Diana sangat kebingungan sekali bagaimana dia harus menjelaskan semuanya kepada Putri Kimora.


Suster Diana pun langsung membawa Putri Kimora menuju ke kamar nya.


"Ayoooo sayaaaaang, sekarang waktunya untuk mandi terus makan malam dan belajar lalu tidur deh."


Putri Kimora mengikuti apa yang di perintahkan oleh Suster Diana.


Suster Diana pun merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Kimora sekarang.


"Semoga saja Buu Kimora baik-baik saja, jangi sampai terjadi sesuatu kepada nya."


Suster Diana pun langsung menemani Putri Kimora.


***


Genzy kembali ke Apartemen nya, dia melihat kondisi Mama Sarrah mulai mau untuk menggerakkan badannya.


Dia terlihat sedang merangkai bunga-bunga yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Terimakasih Kimora, dan terimakasih banyak peri kecil kuu."


Genzy menghampiri Mama nya yang terlihat sangat sibuk sekali.


"Mama, aku bahagia sekali sekarang Mama tidak hanya terdiam di dalam kamar saja. Mama sudah mau beraktivitas kembali semoga ini adalah pertanda agar Mama menjadi banyak kemajuan untuk kedepannya."


Genzy mencium kening Mama nya dia memilih untuk pergi ke kamar nya untuk mandi dan beristirahat.


"Kimora Leticia dan Putri Kimora."


Mendengar suara Mama nya yang memanggil nama mantan istrinya dan juga putri cantik nya.


Genzy pun langsung mengambil kembali Mama nya.


"Ada apa Mam, tadi Mama memanggil Kimora Leticia dan Putri Kimora. Tadi mereka di sini bersama dengan Mama dan apakah Mama merasa sangat senang sekali dengan kehadiran mereka di sini."


Mama Sarrah menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Genzy.


"Nanti aku akan menyuruh Kimora untuk lebih sering datang ke sini bersama dengan Putri Kimora. Agar Mama selalu senang dan kondisi Mama semakin membaik yaa Mam."


Genzy pun memilih untuk pergi dan menyuruh Suster untuk menemani Mama nya.


"Ayoo Buuu, kita terus kan kembali merangkai bunga-bunga nya. Saya akan mengantungkan pot-pot yang sudah ada bunga nya di atas yaa buu, agar terlihat lebih menarik."


Mama Sarrah mulai kembali seperti dulu lagi dia yang sangat mencintai bunga-bunga.


Mama Sarrah terlihat sangat teliti sekali dia pun berjalan menuju ke tempat yang dulu biasa dia simpan bunga-bunga kesayangan.


Dia melihat bunga-bunga sudah sangat kering dan layu yang sudah tidak terawat sekali.


"Apakah aku sudah lama sekali tidak pergi ke sini di sini banyak sekali bunga-bunga yang sudah tidak terawat."


Sarrah pun langsung membuang bunga-bunga yang sudah layu dan kering dengan bunga-bunga yang baru.


Dia pun merasa jika dirinya sering sekali menghabiskan waktu luang di ruang ini.


***


Kimora memilih untuk pergi ke rumah Dokter Rian, dia seperti sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.


Dan beruntung nya Dokter Rian yang sedang memilih untuk libur dari pekerjaan karena sudah merasakan sangat lelah sekali.

__ADS_1


Kimora menekan tombol bell yang ada di hadapannya, dia menunggu Dokter Rian membukakan pintu untuk nya.


Ketika Dokter Rian membukakan pintu rumah nya dia merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Kimora ada di hadapannya.


__ADS_2