
Genzy masih merenungi dirinya di ruangan tersebut dia belum berniat untuk pergi dari tempat itu.
Genzy hawatir sekali ketika dia pergi dan Alena datang kembali untuk membakar jasad Ayana.
"Alena jangan sampai melakukan lagi hal tersebut, aku harus menyakinkan Alena jika aku akan menikah dengan nya. Tapi bagaimana dengan Mama dan Putri Kimora aplagi Putri Kimora dia pasti sangat membenci kuuu."
Genzy terbangun dia memutuskan untuk pulang ke Apartemen nya, menemui Mama dan mengatakan semuanya secara perlahan-lahan.
"Aku harus pulang, aku harus mengatakan semuanya kepada Mama. Semoga saja ini tidak membuat Mama Sarrah kondisi nya semakin menurun."
Genzy memasuki kembali ruangan penyimpanan Jasad Ayana, dia membuka peti mati itu dan mencium kening Ayana.
"Aku pergi ke Apartemen untuk membicarakan tentang rencana pernikahan kuu dengan Alena, semoga saja Mama bisa merestui nya."
Genzy menutup rapat peti jenazah tersebut dan langsung pergi dari ruangan tersebut, Genzy memilih untuk membawa kunci nya di dalam saku celana nya.
Genzy merasa langkah kaki nya yang melayang, dia seperti kehilangan arah.
Dia tidak menyangka akan di kalah kan oleh Alena musuh terbesar nya.
Genzy pun masuk ke dalam mobil nya dan menuju ke Apartemen nya, Genzy merasa tidak fokus mengendarai mobil nya.
Dan dia pun memilih untuk merendahkan kecepatan mobil nya sampai akhirnya dia pun sampai di depan gedung Apartemen nya.
Genzy melirikan mata nya ke Apartemen Alena yang berdekatan dengan Apartemen nya.
"Kenapa harus sekedat ini dan akhirnya aku harus bersama dengan dia."
Genzy masuk ke dalam Apartemen nya, ketika dia akan masuk ke dalam kamar nya.
Tiba-tiba Mama Sarrah memanggil Genzy.
"Kamu kenapa baru pulang sekarang sudah sangat malam sekali."
Mama Sarrah menghampiri Genzy dan kondisi nya sudah lumayan normal kembali.
Genzy langsung bersujud di hadapan Mama nya sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Mama Sarrah merasa sangat kebingungan sekali melihat Genzy yang tiba-tiba seperti ini kepada nya.
"Kamu kenapa Nak, kamu bersedih seperti ini ceritakan semuanya sama Mama."
Mama Sarrah meminta Genzy y berdiri dan duduk bersama dengan nya di sofa.
Genzy tidak mengerti dia harus memulai pembicaraan dari mana sedangkan dia tidak mungkin menceritakan jasad Ayana kepada Mama nya.
"Mam, maafkan Genzy tapi Genzy harus melakukan nya Mam. Genzy tidak punya lagi pilihan."
Mama Sarrah semakin penasaran sekali apa yang membuat anak nya menjadi seperti ini.
"Apa Nak coba ceritakan semuanya sama Mama kamu harus jujur dengan Mama."
Genzy pun langsung menunduk kan kepala nya dia merasa sangat bersalah sekali.
"Aku harus menikah dengan Alena Renita Mam, aku akan menikahi nya Minggu depan."
Mama Sarrah seketika langsung terkejut ketika mendengar perkataan dari Genzy.
"Apa maksud ini Genzy, kenapa kamu jadi menikah dengan Alena? kenapa kamu tidak kembali bersama dengan Kimora memulai rumah tangga yang baru aplagi sekarang kamu mempunyai Putri Kimora yang tidak mau jauh dari kamu."
Genzy terus saja menundukan kepalanya dia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan dari Mama nya.
"Ada apa Nak, apa yang sebenarnya terjadi ceritakan semuanya sama Mama jangan seperti ini."
Mama Sarrah terus mencoba untuk ingin mendapatkan penjelasan dari Genzy.
"Ini bukan pilihan kuu Mam, Alena memberikan ancaman untuk aku Mam. Dan aku tidak bisa menolaknya Mam, aku ingin bisa bersama kembali dengan Kimora dan Putri Kimora. Karena aku sayaaaaang sekali dengan mereka berdua tapi aku tidak bisa menolak permintaan ini dari Alena."
Mama merasa sangat mencurigai ini ada hubungan nya dengan jasad Ayana yang di sembunyikan oleh Genzy.
Mama Sarrah mulai bisa merasa tenang ketika
dia harus membahas tentang Jasad Ayana.
"Apa ini ada hubungannya dengan kamu yang masih menyimpan jasad Ayana,? Genzy sampai kapan kamu terus seperti ini apa yang akan kamu jelaskan kepada Putri Kimora ketika dia mengetahui semuanya."
__ADS_1
Mama Sarrah merasa sangat binggung sekali dengan tingkah laku Genzy yang tidak normal seperti ini.
"Kamu ingat Nak, karena jasa itu kamu hampir membuat nyawa Kimora terancam keselamatan Putri Kimora yang masih bayi sampai harus terlahir prematur itu karena apa ? karena melihat jasad Ayana."
Mama Sarrah mencoba untuk membuat Genzy melerakan Ayana beristirahat dengan tenang.
"Aku masih belum bisa terpisahkan dari Ayana Mam, aku masih belum bisa apalagi yang Alena lakukan kepada Ayana. Alena berniat untuk membakar jasad Ayana di dalam peti mati itu Mam."
Mama Sarrah pun seketika langsung terkejut mendengar perkataan itu, dia pun langsung berpikir jika Alena benar-benar seorang wanita yang pemberani sekali.
"Lalu sekarang apakah Jasad Ayana terbakar habis dengan yang di lakukan oleh Alena.
Mama Sarrah menyayangkan apa yang di lakukan oleh Alena itu tidak berhasil.
"Tidak hanya kedua kaki Ayana yang terkena api tersebut karena Alena membakar dari tenda gaun putih milik Ayana.
Mama Sarrah hanya bisa terdiam saja dia merasa Genzy lebih memilih bersama Ayana dari pada Putri Kimora dan Kimora.
"Jadi sekarang kamu lebih memilih Ayana yang sudah tidak bernyawa dari pada Kimora dan Putri Kimora, dan kamu dengan mudah nya langsung menerima keinginan Alena untuk bisa menikah dengan kamu. Mama sangat kesal sekali Genzy mendengar ini semua nya dan Mama tidak akan pernah merestui hubungan pernikahan kalian berdua."
Mama Sarrah memilih untuk langsung pergi dan berjalan menuju ke kamar nya dan Mama Sarrah pun mengunci pintu kamar nya.
Genzy sudah menduga pasti akan seperti ini jadi nya.
"Sebenarnya bukan hanya itu Mam yang membuat aku harus menikah dengan Alena, tapi Alena menemukan sesuatu yang pernah aku lakukan dahulu."
Genzy pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dan dia langsung mengingat Putri Kimora.
"Bagaimana aku mengatakan nya kepada Putri Kimora, dia akan membenciku dan aku harus kehilangan kesempatan untuk bisa bersama dengan Putri Kimora."
Genzy menyenderkan kepala nya ke tembok dia seperti kehilangan Iran yang dia cintai.
Genzy mengambil foto Putri Kimora di saat ulang tahun nya yang ke 5.
"Putri Kimora sayaaaaang, maafkan Papa yaa sayaaaaang Papa tidak bisa kembali bersama dengan Ibu kamu seperti impian kita berdua. Papa akan terus sayaaaaang kamu Papa harap kamu tidak membenci Papa dengan keputusan ini, karena Papa sayang sekali dengan kamu."
Genzy mencium foto Putri Kimora dan dia membawa ke tempat tidur, Genzy mencoba untuk beristirahat sambil memeluk erat foto Putri Kimora. Putri kesayangan nya seumur hidup nya.
__ADS_1