
Alena pun memilih untuk masuk ke dalam Apartemen nya, dia sedikit pun tidak merasa bersalah sama sekali.
"Putri Kimora baru saja keluar dari Apartemen Genzy, apa mungkin dia sudah mengetahui jika Papa akan menikah dan mempunyai mommy baru."
Ketika Alena hendak membuka pintu Apartemen nya, Genzy ke luar dari pintu Apartemen nya dan melihat Alena.
Genzy pun langsung menatap wajah Alena dengan tatapan mata yang sangat tajam, membuat Alena ketakutan sekali melihat nya.
Alena pun memilih untuk langsung masuk ke dalam Apartemen nya tapi Genzy memegang tangan nya.
"Alena aku mohon aku ingin bicara bersama dengan kamu."
Genzy menarik tangan Alena dia membawa Alena ke dalam Apartemen nya, Alena pun bertemu dengan Mama Sarrah tapi ternyata Genzy membawa Alena di dalam kamar nya.
Alena merasa sangat kebingungan sekali kenapa dia di bawa ke dalam kamar nya.
__ADS_1
Genzy menutup kamar dia langsung bersujud di hadapan Alena.
"Alena, aku tidak pernah sampai seperti ini kepada semua orang. Aku mohon Alena aku sangat sayang sekali Putri Kimora aku tidak mau kehidupan Putri Kimora hanya karena aku menikah dengan kamu."
Genzy terus saja menundukan kepalanya di depan Alena.
"Alena jangan ada pernikahan diantara kita berdua, aku mohon Alena aku mohon."
Alena begitu sangat kecewa sekali dengan perkataan Genzy dia yang sangat mengharapkan pernikahan tersebut selama ini.
Mata Alena berkaca-kaca sambil memandangi wajah Genzy dan dia pun langsung menangis di hadapan Genzy.
Genzy pun merasa sangat bersalah sekali dia tidak mau membohongi perasaannya dia tidak menginginkan pernikahan itu.
"Oke Genzy baik lah kalau kamu tidak mau menikah dengan kuu, maka aku sekarang juga akan memberikan baju kemeja putih kamu tersebut kepada Mama Sarrah. Agar dia tahu jika anak nya adalah seorang pembunuh berdarah dingin."
__ADS_1
Alena pun langsung ingin membuka pintu kamar Genzy, Genzy pun terdiam bagaimana dengan perasaan Mama nya jika mengetahui hal tersebut.
Genzy tidak bisa berkutik sama sekali karena Alena yang mempunyai bukti tersebut.
Genzy pun memilih menarik tangan Alena dengan kencang.
"Jika kamu berbicara seperti itu kepada Mama aku maka kamu akan membuat Mama despresi berat kembali, jangan pernah kamu membicarakan tentang baju itu kepada Mama Sarrah."
Alena pun langsung tersenyum kepada Genzy yang kelihatan sangat ketakutan sekali.
"Menikah dengan kuuuu, maka hidup muu akan aman. Semua yang kamu lakukan selama ini akan aman bersama dengan aku, pikirkan jika Mama kamu mengetahui nya dan jika aku melaporkan kamu ke pihak kepolisian maka kamu pasti akan di penjara. Bukan hanya kamu akan di penjara semua yang kamu sembunyikan di dalam rumah tersebut akan terbongkar terlebih lagi mayat yang di awetkan itu. Kamu itu adalah orang hebat pengusaha yang sukses apa jadinya jika hal tersebut masuk ke dalam media massa, pikiran itu semua nya Genzy."
Genzy pun melepaskan genggaman tangan erat nya pada Alena dan Alena pun langsung keluar dari kamar Genzy.
Mama Sarrah melihat wajah Alena dengan tatapan mata yang penuh dengan kebencian.
__ADS_1