
Mata Kimora melihat banyaknya boneka di hadapannya dia pun langsung tersenyum kegirangan dan melepas paksa pelukan erat ibunya.
Dia langsung membawa boneka tersebut dan mengendong nya, tatapan mata Kimora begitu sangat terpancar ketika melihat boneka tersebut.
Orang tua Kimora pun langsung memilih menghubungi Dokter Alena, kan meminta nya untuk segera datang ke rumah nya.
*Hallo Dokter Alena, bisakah Dokter ke sini lihat kondisi Kimora semakin parah.*
Mendengar perkataan ibu Kimora, Alena langsung menutup panggilan telephone nya dan langsung bersiap pergi ke rumah Kimora.
"Dokter Alena, mau kemana,? ini sudah sangat malam sekali."
Tanya Suster Diana yang melihat Dokter Alena yang kelihatan tergesa-gesa.
"Aku harus pergi Suster ke rumah Kimora, ibu nya bilang kondisi Kimora semakin parah."
Dokter Alena langsung bergegas pergi ke Apartemen.
"Yaa Tuhan, Ibu Kimora ada apa lagi."
Suster Diana sangat cemas dia menggendong Tiara yang sedang tertidur pulas di pangkuan nya.
__ADS_1
Kimora memeluk erat boneka tersebut, dan tersenyum manis sambil memandang boneka tersebut.
Orang tua nya tidak kuasa menahan rasa sakit hati nya, melihat keadaan Kimora yang semakin memburuk seperti ini.
Tidak lama kemudian Alena pun datang ke rumah Kimora dan langsung masuk ke dalam kamar Kimora.
Dia melihat Kimora sedang mengendong boneka dan tersenyum memandangi nya.
Alena langsung menghampiri Kimora dan memegang tangan Kimora, tapi Kimora langsung menepis tangan Alena dan memeluk erat boneka nya.
"Ini boneka, bukan anak kamu simpan yaa,"
Alena dengan lembut mencoba mengambil boneka tersebut dari pelukan Kimora, tapi Kimora tidak mau memberikan boneka tersebut.
Kimora terus memeluk erat boneka tersebut dan memandangi nya.
"Kimora, kamu mau mendengarkan perkataan aku. Kimora kamu hamil hanya sampai usia 8 bulan, kamu melahirkan anak kamu secara prematur dan operasi Caesar, coba lihat perut kamu luka kan."
Kimora membuka baju nya dan melihat perban yang ada di perut nya tersebut.
"Anak kamu sekarang ada di Apartemen aku, dia perempuan dia sangat cantik sekali dia aku beri nama Mutiara Letica."
__ADS_1
Kimora terdiam mendengar kan perkataan dari Alena, dia secara perlahan melepaskan boneka nya tersebut. Alena langsung mengambil boneka tersebut dan menyimpan nya.
"Anak kamu sekarang sedang di rawat oleh Suster Diana, dia yang sering menemani kamu di saat masa-masa kehamilan kamu, ingat kan sekarang kamu harus sembuh yaa supaya bisa ketemu dengan Mutiara."
Kimora mulai bisa tersenyum manis dan pandangan tidak kosong lagi.
Alena memegang erat tangan Kimora, mereka pun tersenyum bersama.
"Mutiara," ucap kimora dengan suara yang bergetar.
"Iyaa Mutiara Letica, anak kamu yang cantik dan sangat lucuuu sekali. Apa kamu ingin melihat nya sekarang ?,"
Kimora langsung menganggukan kepalanya berkali-kali mendengar perkataan Alena.
"Baiklah kita sekarang pergi ke Apartemen aku, dan kita malam ini bisa melihat Mutiara."
Alena langsung keluar dari kamar Kimora dan menghampiri Ibu Kimora.
"Tante saya mau bawa Kimora sekarang ke apartemen saya, dan mungkin akan membawa nginap Kimora dia harus melihat anak kandungnya."
Rossa pun langsung pergi ke kamar Kimora untuk menganti pakaian Kimora dan membawa barang-barang yang akan di bawa.
__ADS_1
Kimora terlihat sangat bersemangat sekali ketika dia di bilang akan bertemu dengan anak nya.